KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1349. | Ibadat Sabda mencakup bacaan-bacaan dari "Kitab para nabi", artinya dari Perjanjian Lama, dan dari "tulisan-tulisan para Rasul", yaitu dari surat-suratnya dan dari Injil. Satu homili mengajak, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar adalah Sabda Allah Bdk. 1 Tes 2:13., dan melaksanakannya. Lalu menyusul doa-doa untuk semua orang, sesuai dengan perkataan Rasul: "Pertama-tama aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan" (1 Tim 2:1-2).
| | 1350. | Persiapan persembahan [offertorium]. Orang membawa, kadang-kadang dalam satu prosesi, roti dan anggur ke altar, untuk dipersembahkan imam atas nama Kristus dalam kurban Ekaristi, di mana mereka berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Inilah tindakan Kristus sendiri, yang dalam perjamuan malam terakhir "mengambil roti dan piala". "Hanya Gereja yang dengan rasa syukur mempersembahkan kepada Pencipta kurban yang murni ini, yang diambil dari ciptaan-Nya" (Ireneus, haer. 4,18,4) Bdk. Mal 1:11.. Penyampaian bahan persembahan di altar mengangkat ke permukaan tindakan Melkisedek dan meletakkan pemberian Pencipta itu ke dalam tangan Kristus. Di dalam kurban-Nya, Yesus menyempurnakan segala usaha manusiawi untuk membawa kurban.
| | 1351. | Sejak awal, umat Kristen membawa, di samping roti dan anggur untuk Ekaristi, juga sumbangan untuk membantu orang yang memerlukannya. Kebiasaan kolekte Bdk. 1 Kor 16:1. Ini digerakkan oleh contoh Kristus, yang menjadi miskin untuk menjadikan kita kaya Bdk. 2 Kor 8:9.?
"Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik, memberi sesuai dengan kemampuannya, apa yang ia kehendaki, dan apa yang dikumpulkan, diserahkan kepada pemimpin. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda, atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan, membutuhkannya, para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat; singkatnya, ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan" (Yustinus, apol. 1,67,6).
| | 1352. | Anafora. Dengan Doa Syukur Agung, - doa syukur dan doa konsekrasi - kita sampai kepada jantung hati dan puncak perayaan.Di dalam prefasi Gereja berterima kasih kepada Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya, untuk penciptaan, penebusan dan pengudusan. Seluruh jemaat menggabungkan diri dalam pujian yang tak henti-hentinya dinyanyikan oleh Gereja surgawi para malaikat dan orang kudus bagi Allah yang tiga kali "kudus".
| | 1353. | Dalam epiklese Gereja memohon kepada Bapa, untuk mengirimkan Roh Kudus-Nya (atau "berkat sepenuh-penuhnya" Bdk. MR, Doa Syukur Agung Romawi 90.) atas roti dan anggur, supaya mereka dengan kekuatan-Nya menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus, sehingga mereka yang mengambil bagian dalam Ekaristi menjadi satu tubuh dan satu roh (beberapa liturgi menempatkan epiklese sesudah anamnese).Dalam kata-kata penetapan, kekuatan kata-kata dan tindakan Kristus dan kekuatan Roh Kudus menghadirkan tubuh dan darah Kristus, kurban-Nya di salib yang dipersembahkan-Nya satu kali untuk selamanya, di dalam rupa roti dan anggur.
| | 1354. | Dalam anamnese yang menyusul sesudah itu, Gereja mengenangkan sengsara, kebangkitan, dan kedatangan kembali Yesus Kristus dalam kemuliaan; ia menyampaikan kepada Bapa kurban Putera-Nya, yang mendamaikan kita dengan Dia.Dalam doa umat Gereja menyatakan bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja di surga dan di bumi, Gereja orang hidup dan orang mati, dan dalam persekutuan dengan para pemimpin Gereja, Paus, Uskup diosesan, para imamnya, dan diaken, dan dalam persekutuan dengan semua Uskup di seluruh dunia dan Gereja-gerejanya.
| | 1355. | Dalam komuni, yang didahului oleh doa Tuhan dan pemecahan roti, umat beriman menerima "roti surgawi" dan "piala keselamatan", tubuh dan darah Kristus, yang telah menyerahkan diri "untuk kehidupan dunia" (Yoh 6:51).
Karena roti dan anggur ini - sesuai dengan satu ungkapan lama - di"ekaristi"kan, kita "menamakan makanan ini ekaristi. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya, kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar, telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus" (Yustinus, apol. 1,66,1-2).
| | 1356. | Sejak awal, orang-orang Kristen merayakan Ekaristi di dalam satu bentuk yang tidak berubah dalam inti sarinya, walaupun zaman dan liturgi-liturgi beraneka ragam. Mereka merayakannya, karena merasa diwajibkan oleh perintah yang diberikan Tuhan pada malam sebelum sengsara-Nya: "Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku" (1 Kor 11:24-25).
| | 1357. | Kita memenuhi perintah Tuhan ini, kalau kita merayakan kenangan akan kurban-Nya. Dengan itu kita mempersembahkan kepada Bapa, apa yang Ia sendiri telah berikan: anugerah ciptaan-Nya, roti dan anggur, yang oleh perkataan Kristus dan oleh kekuatan Roh Kudus menjadi tubuh dan darah Kristus. Dengan demikian Kristus hadir atas cara yang penuh rahasia dan nyata.
| | 1358. | Dengan demikian kita harus memandang Ekaristi
- sebagai syukuran dan pujian kepada Bapa;
- sebagai kenangan akan kurban Kristus dan tubuh-Nya;
- sebagai kehadiran Kristus oleh kekuatan perkataan-Nya dan Roh-Nya.
| | 1359. | Ekaristi, Sakramen keselamatan kita yang dilaksanakan Kristus di salib, adalah juga kurban pujian untuk berterima kasih bagi karya penciptaan. Dalam kurban Ekaristi dipersembahkan seluruh ciptaan yang dikasihi Allah kepada Bapa melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Oleh Kristus, Gereja dapat mempersembahkan kurban pujian sebagai terima kasih untuk semua yang baik, yang indah dan yang benar, yang telah Allah laksanakan dalam ciptaan dan dalam umat manusia.
| | 1360. | Ekaristi adalah kurban syukur kepada Bapa. Ia adalah pujian, yang olehnya Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah untuk segala kebaikan-Nya: untuk segala sesuatu, yang Ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan, dan pengudusan. Jadi, Ekaristi pertama-tama merupakan ucapan syukur.
| | 1361. | Ekaristi juga kurban pujian, olehnya Gereja memuliakan Allah atas nama seluruh ciptaan. Kurban pujian ini hanya mungkin melalui Kristus: Ia mempersatukan umat beriman dengan Diri-Nya, pujian-Nya, dan doa syafaat-Nya, sehingga kurban pujian kepada Bapa dipersembahkan oleh Kristus dan bersama Dia, untuk diterima di dalam Dia.
| | 1362. | Ekaristi adalah kenangan akan Paska Kristus, yang menghadirkan dan mempersembahkan secara sakramental kurban satu-satunya dalam liturgi Tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dalam semua Doa Syukur Agung, sesudah kata-kata penetapan, kita temukan sebuah doa yang dinamakan anamnese atau kenangan.
| << >>
|