Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1372.Ajaran ini mendorong kita untuk semakin sempurna ikut serta dalam kurban Penebus kita, yang kita rayakan dalam Ekaristi. Dan itu disimpulkan dengan bagus oleh santo Agustinus :
"Seluruh jemaat yang tertebus, yaitu persatuan dan persekutuan para kudus, dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban yang merangkum segala sesuatu oleh Imam Agung, yang dalam rupa hamba menyerahkan diri kepada kita dalam sengsara-Nya, supaya kita menjadi tubuh dari Kepala yang begitu agung... Itulah kurban orang-orang Kristen: walaupun banyak, satu tubuh di dalam Kristus (Rm 12:5). Gereja mempersembahkan kurban ini melalui Sakramen altar yang dikenal umat beriman, di mana dinyatakan kepadanya, bahwa ia sendiri dipersembahkan dalam apa yang ia persembahkan" (civ. 10,6).

1373."Yesus Kristus yang telah mati, bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, Ia duduk di sebelah kanan Allah, malah menjadi Pembela bagi kita" (Rm 8:34). Dalam pelbagai cara Ia hadir di dalam Gereja-Nya Bdk. LG48.; di dalam Sabda-Nya, di dalam doa Gereja-Nya, "di dalam dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Ku" (Mat 18:20), dalam orang miskin, orang sakit, orang tahanan Bdk. Mat 25:31-46., dalam Sakramen-sakramen-Nya yang Ia ciptakan, dalam kurban misa, dan dalam pribadi orang yang melaksanakan pelayanan imami, "tetapi Ia hadir ... terutama dalam kedua rupa Ekaristi" (SC 7).

1374.Cara kehadiran Kristus dalam rupa Ekaristi bersifat khas. Kehadiran itu meninggikan Ekaristi di atas semua Sakramen, sehingga ia "seakan-akan sebagai penyempurnaan kehidupan rohani dan tujuan semua Sakramen" (Tomas Aqu., s.th. 3,73,3). Dalam Sakramen Ekaristi mahakudus, tercakuplah "dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus" (Konsili Trente: DS 1651). "Bukan secara eksklusif kehadiran ini disebut "real", seakan-akan yang lain tidak "real", melainkan secara komparatif ia diutamakan, karena ia bersifat substansial; karena di dalamnya hadirlah Kristus yang utuh, Allah dan manusia" ( MF 39).

<<   >>