KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1428. | Seruan Yesus untuk bertobat juga dilanjutkan dalam hidup orang-orang Kristen. Pertobatan kedua adalah tugas yang terus-menerus untuk seluruh Gereja; Gereja ini "merangkum pendosa-pendosa dalam pangkuannya sendiri: Oleh karena itu Gereja perlu selalu penyucian dan sekaligus harus dibersihkan, serta terus-menerus menjalankan pertobatan dan pembaharuan" (LG 8). Mengusahakan pertobatan itu bukan perbuatan manusia belaka. Ia adalah usaha "hati yang patah dan remuk" (Mzm 51:19), yang oleh rahmat diyakinkan dan digerakkan Bdk. Yoh 6:44; 12:32., untuk menjawab cinta Allah yang berbelaskasihan, yang lebih dahulu mencintai kita Bdk. 1 Yoh 4:10.
| | 1429. | Hal ini dibuktikan pertobatan Petrus sesudah ia menyangkal Gurunya sebanyak tiga kali. Pandangan Yesus yang penuh belas kasihan mencucurkan air mata penyesalan Bdk. Luk 22:61. dan sesudah kebangkitan Tuhan, Petrus menjawab ya sebanyak tiga kali atas pertanyaan Yesus, apakah ia mencintai-Nya Bdk. Yoh 21:15-17.. Pertobatan kedua juga memiliki satu dimensi persekutuan. Dan ini dinyatakan dalam satu seruan yang disampaikan oleh Yesus kepada satu umat secara keseluruhan: "Bertobatlah" (Why 2:5.16).
Santo Ambrosius mengatakan tentang dua macam pertobatan; di dalam Gereja ada "air dan air mata: air Pembaptisan dan air mata pertobatan" (ep. 41,12).
| << >>
|