KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1449. | Rumus absolusi yang dipergunakan dalam Gereja Latin menyatakan unsur-unsur hakiki Sakramen ini: Bapa belas kasihan adalah sumber segala pengampunan. Ia mengerjakan pendamaian para pendosa berkat Paska Putera-Nya dan berkat anugerah Roh-Nya oleh doa dan pelayanan Gereja :"Allah, Bapa yang mahamurahtelah mendamaikan dunia dengan diri-Nya,dalam wafat dan kebangkitan Putera-Nya.Ia telah mencurahkan Roh Kudusdemi pengampunan dosa.Dan berkat pelayanan Gereja,Ia melimpahkan pengampunan dan damai kepada orang yang bertobat.Maka saya melepaskan saudaradari dosa-dosa saudaraDemi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus."
| | 1450. | "Pertobatan mendorong pendosa untuk menerima segala sesuatu dengan rela hati: di dalam hatinya ada penyesalan, di mulutnya ada pengakuan, dalam tindakannya ada kerendahan hati yang mendalam atau penitensi yang menghasilkan buah" (Catech. R. 2,5,21) Bdk. Konsili Trente: DS 1673.
| | 1451. | Di antara kegiatan peniten, penyesalan mendapat tempat utama. Ia adalah "kesedihan jiwa dan kejijikan terhadap dosa yang telah dilakukan, dihubungkan dengan niat, mulai sekarang tidak berdosa lagi" (Konsili Trente: DS 1676).
| | 1452. | Kalau penyesalan itu berasal dari cinta kepada Allah, yang dicintai di atas segala sesuatu, ia dinamakan "sempurna" atau "sesal karena cinta" [contritio]. Penyesalan yang demikian itu mengampuni dosa ringan; ia juga mendapat pengampunan dosa berat, apabila ia dihubungkan dengan niat yang teguh, secepat mungkin melakukan pengakuan sakramental Bdk. Konsili Trente: DS 1677. 1822
| << >>
|