KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 149. | Selama seluruh kehidupannya juga dalam percobaannya yang terakhir Bdk. Luk 2:35., ketika Yesus, Puteranya, wafat di kayu salib, imannya tidak goyah. Maria tidak melepaskan imannya bahwa Sabda Allah "akan terpenuhi". Karena itu Gereja menghormati Maria sebagai tokoh iman yang paling murni.
| | 150. | Iman adalah ikatan pribadi manusia dengan Allah dan sekaligus, tidak terpisahkan dari itu, persetujuan secara bebas terhadap segala kebenaran yang diwahyukan Allah. Sebagai ikatan pribadi dengan Allah dan persetujuan terhadap kebenaran yang diwahyukan Allah, iman Kristen berbeda dengan kepercayaan yang diberikan kepada seorang manusia. Menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, dan mengimani secara absolut apa yang Ia katakan adalah tepat dan benar. Sebaliknya adalah sia-sia dan salah memberikan kepercayaan yang demikian itu kepada seorang makhluk Bdk. Yer 17:5-6; Mzm 40:5; 146:3-4.
| | 151. | Untuk seorang Kristen, iman akan Allah berhubungan erat dengan iman akan Dia, yang diutus-Nya, "Putera-Nya terkasih", yang berkenan kepada-Nya (Mrk 1:11) dan Dia yang harus kita dengarkan Bdk. Mrk 9:7.. Tuhan sendiri berkata kepada murid-murid-Nya: "Percayalah kepada Allah dan percayalah kepada-Ku juga" (Yoh 14:1). Kita dapat percaya kepada Yesus Kristus karena Ia sendiri Allah, Sabda yang menjadi manusia: "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya" (Yoh 1:18). Karena Ia sudah "melihat Bapa" (Yoh 6:46), Ia adalah satu-satunya yang mengenal Bapa dan dapat mewahyukan-Nya Bdk. Mat 11:27.
| | 152. | Orang tidak dapat percaya akan Yesus Kristus, tanpa berpartisipasi pada Roh-Nya: Roh Kudus menyatakan kepada manusia, siapa Yesus. "Tidak seorang pun dapat mengaku: 'Yesus adalah Tuhan' selain oleh Roh Kudus" (1 Kor 12:3). "Roh Allah itu menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah... Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah" (1 Kor 2:10-11). Hanya Allah yang mengenal Allah secara menyeluruh. Kita percaya akan Roh Kudus karena Ia Allah.Gereja mengakui tanpa henti-hentinya imannya akan satu Allah, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
| << >>
|