KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1527. | Sakramen Urapan Orang Sakit memberi rahmat khusus kepada orang Kristen yang menderita sakit berat atau yang mengalami kesulitan karena usia lanjut.
| | 1528. | Waktu yang tepat untuk menerima urapan kudus ini ialah selambat-lambatnya kalau orang berada dalam bahaya maut karena penyakit atau karena kelemahan yang berkaitan dengan usia lanjut.
| | 1529. | Seorang Kristen dapat menerima urapan kudus ini setiap kali apabila ia sakit berat, atau setiap kali apabila penyakit itu menjadi lebih parah.
| | 1530. | Hanya imam (presbiter atau Uskup) dapat menerimakan Urapan Orang Sakit; untuk itu mereka memakai minyak yang telah diberkati oleh Uskup, atau dalam keadaan darurat oleh selebran sendiri.
| | 1531. | Upacara Urapan Orang Sakit pada hakikatnya terdiri atas urapan dahi dan tangan orang sakit (dalam ritus Roma) atau bagian tubuh yang lain (dalam ritus Gereja-gereja Timur). Urapan ini diiringi oleh doa liturgi dari selebran yang memohon rahmat khusus Sakramen ini.
| | 1532. | Buah-buah rahmat khusus dari Sakramen Urapan Orang Sakit adalah:
? persatuan orang sakit dengan sengsara Kristus demi keselamatannya sendiri dan keselamatan Gereja;
? penghiburan, perdamaian, dan keberanian untuk menderita secara Kristen sengsara yang ditimbulkan oleh penyakit atau oleh usia lanjut;
? pengampunan dosa, apabila orang sakit tidak dapat menerimanya melalui Sakramen Pengakuan;
? penyembuhan, kalau ini berguna bagi keselamatan jiwa;
? persiapan untuk peralihan ke hidup abadi.
| | 1533. | Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi adalah Sakramen-sakramen inisiasi Kristen. Mereka meletakkan dasar untuk panggilan bersama semua murid Kristus, yakni panggilan kepada kekudusan dan tugas untuk membawakan kabar gembira kepada dunia. Mereka memberi rahmat yang dibutuhkan, supaya hidup sesuai dengan Roh Kudus dalam hidup ini, dalam penziarahan menuju tanah air abadi. 1212
| << >>
|