KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1540. | Namun imamat ini yang diciptakan untuk mewartakan Sabda Allah Bdk. Mal 2:7-9. dan untuk membangun persekutuan dengan Allah melalui kurban dan doa, tidak mampu mendatangkan keselamatan. Kurban itu harus diulangi terus-menerus dan tidak dapat mengakibatkan pengudusan secara definitif Bdk. Ibr 5:3; 7:27; 10:1-4.. Baru kurban Kristus menghasilkan pengudusan ini.
| | 1541. | Tetapi liturgi Gereja melihat di dalam imamat Harun dan dalam pelayanan Lewi serta dalam pengangkatan tujuh puluh orang "tua-tua bangsa" pratanda imamat Perjanjian Baru yang tertahbis. Dengan demikian Gereja berdoa dalam ritus Latin waktu Tahbisan Uskup dalam prefasi tahbisan:
"Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus... dengan Sabda rahmat-Mu Engkau telah memberi kepada Gereja-Mu susunannya; sejak awal Engkau telah memilih umat kudus, yakni anak-anak Abraham yang benar; Engkau telah memilih pemuka dan imam dan tidak pernah membiarkan tempat kudus-Mu tanpa pelayan".
| | 1542. | Dalam Tahbisan Imam, Gereja Berdoa:
"Tuhan, Bapa yang kudus... dalam Perjanjian Lama Engkau telah mengembangkan tugsas dan pelayanan dalam tanda-tanda kudus: Musa dan Harun telah Engkau tetapkan untuk membimbing dan menguduskan umat-Mu. Engkau telah memilih orang-orang lain sesudah mereka dalam jabatan dan martabat yang sama guna membantu mereka dalam karyanya. Dalam perjalanan melintasi padang gurun Engkau telah membagi-bagikan kepada ketujuh puluh orang tua-tua roh Musa, sehingga dengan bantuannya mereka lebih mudah dapat mengantar umat-Mu. Kepada anak-anak Harun telah Engkau berikan bagian dalam tugas terhormat bapanya, supaya jumlah imam Perjanjian Lama cukup untuk kurban di dalam kemah kudus, yang hanya merupakan bayangan dan pratanda keselamatan yang akan datang".
| << >>
|