KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1574. | Seperti pada semua Sakramen, ritus tambahan pun menyertai upacara ini. Ritus-ritus itu sangat berbeda-beda dalam berbagai tradisi liturgi, tetapi mempunyai kesamaan yaitu menampakkan aneka ragam aspek rahmat sakramental. Umpamanya dalam ritus Latin, ritus pembukaan - yaitu pengusulan dan pilihan calon yang akan ditahbis, wejangan Uskup, tanya kesediaan calon yang akan ditahbis, litani semua orang kudus, - menyatakan bahwa pilihan calon sudah dilaksanakan sejalan dengan kebiasaan Gereja. Semua itu mempersiapkan ritus Tahbisan meriah. Sesudah itu ritus-ritus yang lain menyatakan secara simbolis misteri yang telah terlaksana dan menyelesaikannya: Uskup dan imam mendapat urapan dengan krisma kudus, tanda urapan khusus oleh Roh Kudus, yang membuat subur pelayanan mereka. Kepada Uskup diserahkan buku Injil, cincin, mitra, dan tongkat sebagai tanda perutusan apostoliknya untuk mewartakan Sabda Allah, kesetiaannya kepada Gereja, mempelai Kristus, dan tugasnya sebagai gembala kawanan Tuhan; kepada imam diberikan patena dan piala lambang "persembahan umat yang kudus", yang ia bawakan kepada Allah; kepada diaken yang telah menerima perutusan untuk mewartakan Injil Kristus, diserahkan buku Injil.
| | 1575. | Kristus telah memilih para Rasul dan memberi mereka bagian dalam perutusan dan kekuasaan-Nya. Ditinggikan di sebelah kanan Bapa, Ia tidak meninggalkan kawanan-Nya, tetapi selalu menjaganya dengan perantaraan para Rasul dan memimpinnya dengan perantaraan gembala-gembala yang sekarang melanjutkan karya-Nya Bdk. MR, Prefasi para Rasul.. Jadi, Kristuslah yang memberi kepada yang satu tugas rasul dan kepada yang lain tugas gembala Bdk. Ef 4:11.. Ia tetap bertindak dengan perantaraan para Uskup Bdk. LG 21.
| << >>
|