Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1669.Sakramentali termasuk wewenang imamat semua orang yang dibaptis: setiap orang yang dibaptis dipanggil untuk menjadi "berkat" Bdk. Kej 12:2. dan untuk memberkati. Bdk. Luk 6:28; Rm 12:14; 1Ptr 3:9. Karena itu, kaum awam dapat melayani pemberkatan-pemberkatan tertentu. Bdk. SC 79; CIC, can. 1168. Semakin satu pemberkatan menyangkut kehidupan Gereja dan sakramental, semakin pelaksanaannya dikhususkan untuk jabatan tertahbis (Uskup, imam, dan diaken). Bdk. Ben 16; 18.

1670.Sakramentali tidak memberi rahmat Roh Kudus seperti dibuat Sakramen, tetapi hanya mempersiapkan oleh doa Gereja, supaya menerima rahmat dan bekerja sama dengannya. "Dengan demikian berkat liturgi Sakramen-sakramen dan sakramentali bagi kaum beriman yang hatinya sungguh siap hampir setiap peristiwa hidup dikuduskan dengan rahmat ilahi yang mengalir dari Misteri Paska sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Dari misteri itulah semua Sakramen dan sakramentali menerima daya kekuatannya. Dan bila manusia menggunakan benda-benda dengan pantas, boleh dikatakan tidak ada satu pun yang tak dapat dimanfaatkan untuk menguduskan manusia dan memuliakan Allah" (SC 61).

1671.Yang termasuk sakramentali pada tempat pertama ialah pemberkatan (orang, benda, tempat, atau makanan). Tiap pemberkatan adalah pujian kepada Allah dan doa meminta anugerah-anugerah. Di dalam Kristus, orang-orang Kristen "telah dikaruniai dengan segala berkat rohani" (Ef 1:3). Karena itu Gereja, apabila ia memberi berkat, menyerukan nama Yesus dan sementara itu biasanya membuat tanda salib Kristus.

1672.Pemberkatan tertentu mempunyai arti tetap, yaitu, menahbiskan pribadi-pribadi untuk Allah dan mengkhususkan benda atau tempat untuk keperluan liturgi. Dalam pemberkatan yang diberikan kepada pribadi-pribadi - yang tidak boleh dicampur-adukkan dengan tahbisan sakramental - termasuk pemberkatan abbas pria atau wanita dari sebuah biara, pemberkatan para perawan, ritus kaul kebiaraan, dan pemberkatan pribadi-pribadi yang melaksanakan pelayanan khusus di dalam Gereja (seperti lektor, akolit, dan katekis). Contoh untuk pemberkatan yang menyangkut benda-benda adalah tahbisan atau pemberkatan gereja atau altar, pemberkatan minyak-minyak suci, bejana dan pakaian sakral, serta lonceng.

1673.Kalau Gereja secara resmi dan otoritatif berdoa atas nama Yesus Kristus, supaya seorang atau satu benda dilindungi terhadap kekuatan musuh yang jahat dan dibebaskan dari kekuasaannya, orang lalu berbicara tentang eksorsisme. Yesus telah melakukan doa-doa semacam itu Bdk. Mrk 1:25-26.; Gereja menerima dari Dia kekuasaan dan tugas untuk melaksanakan eksorsisme. Bdk. Mrk 3:15; 6:7.13; 16:17. Dalam bentuk sederhana eksorsisme dilakukan dalam upacara Pembaptisan. Eksorsisme resmi atau yang dinamakan eksorsisme besar hanya dapat dilakukan oleh seorang imam dan hanya dengan persetujuan Uskup. Orang harus melakukannya dengan bijaksana dan harus memegang teguh peraturan-peraturan yang disusun Gereja. Eksorsisme itu digunakan untuk mengusir setan atau untuk membebaskan dari pengaruh setan, berkat otoritas rohani yang Yesus percayakan kepada Gereja-Nya. Lain sekali dengan penyakit-penyakit, terutama yang bersifat psikis; untuk menangani hal semacam itu adalah bidang kesehatan. Maka penting bahwa sebelum seorang merayakan eksorsisme, ia harus mendapat kepastian bagi dirinya bahwa yang dipersoalkan di sini adalah sungguh kehadiran musuh yang jahat, dan bukan suatu penyakit. Bdk. CIC, can. 1172.

1674.Katekese tidak boleh hanya memperhatikan liturgi sakramental dan sakramentali, tetapi juga bentuk-bentuk kesalehan umat beriman dan religiositas rakyat. Semangat religius umat Kristen sejak dulu kala telah dinyatakan dalam pelbagai bentuk kesalehan, yang menyertai kehidupan Gereja seperti penghormatan relikwi, kunjungan tempat-tempat kudus, ziarah dan prosesi, jalan salib, tarian-tarian religius, rosario, dan medali Bdk. Konsili Nisea: DS 601; 603; Konsili Trente: DS 1882.

1675.Bentuk-bentuk pernyataan ini melanjutkan kehidupan liturgi Gereja, tetapi tidak menggantikannya. "Sambil mengindahkan masa-masa liturgi, ulah kesalehan itu perlu diaturur sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan liturgi suci; sedikit banyak harus bersumber pada liturgi, dan menghantar umat kepadanya; sebab menurut hakikatnya liturgi memang jauh lebih unggul dari semua ulah kesalehan itu" (SC 13).

1676.Diperlukan suatu kemampuan untuk menilai secara pastoral guna menunjang atau memajukan kesalehan rakyat, dan kalau perlu, menjernihkan dan meluruskan semangat religius yang menjadi dasar devosi-devosi semacam itu, sehingga devosi-devosi itu semakin mengembangkan pengetahuan mengenai misteri Kristus. Perayaannya berada di bawah pengawasan dan keputusan para Uskup dan kaidah-kaidah umum Gereja Bdk. CT 54.
"Religiositas populer pada intinya adalah satu himpunan nilai, yang dengan kebijaksan Kristen menjawab pertanyaan-pertanyaan besar mengenai eksistensi. Kebijaksanaan umat Katolik mempunyai kemampuan untuk membuat sintesis kehidupan; demikianlah ia menggabungkan atas cara penuh daya cipta, Yang Ilahi dan yang manusiawi, Kristus dan Maria, roh dan tubuh, persekutuan dan institusi, pribadi dan persekutuan, iman dan tanah air, akal budi dan perasaan. Kebijaksanaan ini adalah satu humanisme Kristen, yang pada dasarnya mengakui martabat setiap pribadi sebagai anak Allah, yang membuktikan dan mengajarkan satu persaudaraan yang sangat mendasar untuk menemui alam dan mengerti pekerjaan, dan memberi alasan-alasan untuk kegembiraan dan untuk humor, juga di tengah kehidupan yang sangat kejam. Kebijaksanaan itu juga bagi umat adalah satu prinsip dasar supaya mampu membeda-bedakan, satu naluri yang didukung oleh Injil, dan atas dasar itu ia mengerti secara spontan, bilamana di dalam Gereja lnjil dilayani dan bilamana ia dirongrong dan dimati-lemaskan oleh kepentingan-kepentingan lain" (Dokumen Puebla 448). Bdk. EN 48.

1677.Sakramentali adalah tanda-tanda khusus yang diadakan oleh Gereja, yang ditentukan untuk mempersiapkan manusia supaya menerima buah-buah Sakramen dan supaya menguduskan berbagai keadaan hidup.

1678.Di antara sakramentali, pemberkatan-pemberkatan memainkan peranan penting. Mereka serentak merupakan pujian kepada Allah untuk karya dan anugerah-Nya dan permohonan Gereja untuk manusia, supaya mereka dapat mempergunakan anugerah-anugerah Allah dalam semangat Injil.

1679.Hidup Kristen tidak hanya dipupuk oleh liturgi, tetapi juga oleh aneka ragam bentuk kesalehan populer yang berakar dalam berbagai kebudayaan. Gereja berusaha untuk menjelaskan kesalehan populer ini melalui terang iman; ia memajukan bentuk-bentuk itu, yang di dalamnya terlihat satu naluri dan satu kebijaksanaan manusia yang sesuai dengan Injil dan memperkaya kehidupan Kristen.

1680.Semua Sakramen, terutama Sakramen-sakramen inisiasi Kristen, bertujuan pada Paska terakhir, yang akan memasukkan Anak Allah ke dalam kehidupan Kerajaan surga melalui kematian. Dengan demikian terpenuhilah, apa yang ia akui dalam iman dan harapan: "kami menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di dunia yang akan datang" (Pengakuan iman Nisea Konstantinopel).

1681.Arti kematian secara Kristen nyata dalam terang misteri Paska, kematian dan kebangkitan Kristus, harapan kita satu-satunya. Seorang Kristen yang meninggal dalam Yesus Kristus, "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Kor 5:8).

1682.Dengan kematian, akhir kehidupan sakramental, mulailah untuk warga Kristen penyempurnaan kelahiran kembali yang telah dimulai waktu Pernbaptis., - "keserupaan secara definitif dengan citra Putera" berkat urapan oleh Roh Kti(It - dan keikutsertaan pada perjamuan pesta Kerajaan surga yang diantisipasi dahi Ekaristi. Dan itu pun berlakujuga, apabila ia masih memerlukan penyucian lanjw supaya dapat mengenakan pakaian perkawinan.

1683.Gereja, sebagai ibu yang secara sakramental melahirkan warga Kristen dalam penziarahannya di dunia ini, menyertai dia pada akhir perjalanannya, untuk "menyerahkan dia ke dalam tangan Bapa". Di dalam Kristus ia menyerahkan anak rahmat-Nya ini kepada Bapa dan dengan penuh harapan menaburkan di bumi benih tubuh, yang akan bangkit dalam kemuliaan. Bdk. 1 Kor 15:42-44. Persembahan ini dirayakan dengan cara yang paling sempurna dalam kurban Ekaristi; pemberkatan yang mendahului dan yang menyusul adalah sakramentali.

1684.Pemakaman Kristen tidak memberi Sakramen ataupun sakramentali kepada orang yang mati karena ia berada di luar tata rahmat sakramental. Namun demikian perayaan itu adalah upacara liturgi Gereja Bdk. SC 81-82. - 3Bdk. SC 81.. Pelayanan Gereja di satu pihak hendak menyatakan persekutuan yang aktif dengan orang yang mati; di lain pihak ia juga mengundang jemaat yang berhimpun untuk pemakaman itu supaya mengambil bagian dalam upacara ini dan mengumumkan kepadanya kehidupan abadi.

1685.Ritus pemakaman yang berbeda-beda menyatakan ciri Paska kematian Kristen sesuai dengan keadaan dan tradisi tiap wilayah, juga menyangkut warna liturgi. Bdk. SC 81.

1686.Ordo exsequiarum (OEx) liturgi Roma menyebut tiga bentuk upacara pemakaman yang sesuai dengan tiga tempat di mana itu dilakukan: rumah, gereja, dan tempat pemakaman. Ritus itu juga harus disesuaikan dengan bobot yang diberi kepadanya oleh keluarga, kebiasaan setempat, kebudayaan, dan kesalehan populer. Jalannya upacara untuk semua tradisi liturgi dan mencakup empat unsur pokok:

1687.Salam untuk jemaat. Salam imam membuka upacara. Sanak keluarga dari orang yang mati mendapat salam berupa perkataan "hiburan" [dalam arti Perjanjian Baru: kekuatan Roh Kudus dalam harapan]. Bdk. 1 Tes 4:18. Jemaat yang berkumpul dan berdoa juga mengharapkan "kata-kata hidup abadi". Kematian seorang anggota jemaat (atau hari ulang tahun kematian ataupun hari ketujuh dan keempat puluh sesudah kematian) merupakan kesempatan untuk mengarahkan pandangan melewati cakrawala dunia ini. Ia harus mengantarkan umat beriman kepada pengertian yang benar dalam iman akan Kristus yang telah bangkit.

1688.Ibadat Sabda. Perayaan upacara Sabda waktu pemakaman memerlukan satu persiapan yang saksama, karena mungkin ada juga umat beriman hadir, yang kadang sekali mengikuti liturgi, demikian juga sahabat yang bukan Katolik dari orang yang mati. Terutama homili harus menjauhkan "gaya sastra pidato perpisahan waktu pemakaman" (OEx 41) dan menjelaskan misteri kematian Kristen dalam terang Kristus yang telah bangkit.

1689.Kurban Ekaristi. Kalau perayaan itu dilakukan di gereja, maka Ekaristi adalah pusat kenyataan Paska kematian Kristen. Bdk. OEx 1. Di dalamnya Gereja menyatakan persekutuannya yang berdaya guna dengan orang yang mati: ia mempersembahkan kepada Bapa dalam Roh Kudus kurban kematian dan kebangkitan Kristus dan memohon kepada-Nya, supaya membersihkan anak-Nya dari dosa-dosanya dan dari akibat-akibatnya dan menerimanya di dalam kepenuhan Paska perjamuan perkawinan surgawi. Bdk. OEx 57. Melalui Ekaristi yang dirayakan atas cara ini, jemaat beriman, terutama keluarga dari orang yang mati, belajar hidup dalam persekutuan dengan dia yang "telah meninggal dalam Tuhan", dengan menerima Tubuh Kristus, dalamnya ia adalah anggota hidup, dan berdoa untuk dia dan bersama dia.

1690.Perpisahan dengan orang yang mati dalamnya Gereja "menyerahkannya kepada Allah". Perpisahan adalah "salam terakhir dari jemaat Kristen kepada seorang anggotanya, sebelum jenazahnya diusung ke makam" (OEx 10). Tradisi Bisantin menyatakan hal ini dalam kecup perpisahan kepada orang yang mati:
Dalam salam terakhir ini "orang menyanyi, karena ia telah berpisah dan berangkat dari kehidupan ini, tetapi juga, karena ada satu persekutuan dan satu penyatuan kembali. Oleh kematian kita sama sekali tidak dipisahkan satu dari yang lain, karena kita semua berjalan di jalan yang sama dan kita akan bertemu kembali di tempat yang sama. Kita tidak pernah akan dipisahkan satu dari yang lain, karena kita hidup untuk Kristus dan sekarang telah bersatu dengan Kristus; kita pergi kepada-Nya.... Kita semua akan bersatu lagi satu dengan yang lain di dalam Kristus" (Simeon dari Tesalonika, sep.).

1691."Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu! Engkau sudah ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi, jangan kembali kepada kemalanganmu yang lama, dan janganlah hidup di bawah martabatmu. Ingatlah akan Kepala dan Tubuh, yang engkau menjadi anggotanya. Ingatlah bahwa engkau sudah diluputkan dari kuasa kegelapan dan telah diterima dalam terang dan Kerajaan Allah" (Leo Agung, serm. 21, 2-3).

1692.Pengakuan iman mengatakan betapa besar anugerah-anugerah yang Allah karuniakan kepada manusia dalam karya penciptaan-Nya dan lebih lagi dalam karya penebusan dan pengudusan. Yang diakui iman, disampaikan Sakramen-sakramen. Oleh Sakramen kelahiran lembali, warga Kristen telah menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12; 1 Yoh 3:1) dan telah "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4). Sambil melihat dalan iman martabatnya yang baru, orang Kristen harus mulai hidup sedemikian rupa, sehingga "sesuai dengan injil Kristus" (Flp 1:27). Untuk itu mereka disanggupkan oleh rahmat Kristus dan anugerah-anugerah Roh-Nya yang mereka terima melalui Sakramen-sakramen dan melalui doa.

1693.Yesus Kristus lalu melakukan apa yang berkenan kepada Bapa Bdk. Yoh 8:29.. Ia hidup dalam persekutuan sempurna dengan Dia. Juga murid-murid-Nya dipanggil untuk hidup di depan hadirat Bapa, "yang juga melihat yang tersembunyi" (Mat 6:6), supaya mereka "menjadi sempurna, sebagaimana Bapa surgawi sempurna adalah sempurna adanya"Bdk. Mat 5:47.

1694.Warga Kristen "telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus" (Rm 6:11) karena mereka telah digabungkan di dalam Kristus melalui Pembaptisan Bdk. Rm 6:5.. Dengan demikian, mereka mengambil bagian dalam kehidupan dari Dia yang telah bangkit Bdk, Kol 2:12.. Dalam mengikuti Kristus dan bersatu dengan Dia Bdk. Yoh 15:5., warga Kristen mampu meneladani Allah "sebagai anak-anak-Nya yang kekasih" (Ef 5:1) dan mengikuti-Nya pada jalan cinta kasih. Mereka berusaha supaya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, "menaruh pikiran dan perasaan" yang "terdapat juga dalam Yesus Kristus" (Flp 25) dan berpedoman pada teladan-Nya bdk. Yoh 13:12-16.

1695."Dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah" (1 Kor 6:11), "dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang kudus" (1 Kor 1:2), orang Kristen telah menjadi "bait Roh Kudus " Bdk. 1 Kor 6:19.. "Roh Putera" mengajar mereka supaya berdoa kepada Bapa Bdk. Gal 4:6.. Dan karena la telah menjadi kehidupan mereka, la mendorong mereka supaya bertindakBdk. Gal 5:25. sehingga mereka dapat menghasilkan "buah-buah Roh" (Gal 5:22) melalui cinta kasih yang aktif. Roh Kudus menyembuhkan luka-luka dosa dan "membaharui roh dan pikiran" kita (Ef4:23). Ia menerangi dan meneguhkan kita supaya kita hidup dalam "kebaikan, keadilan, dan kebenaran" (Ef 5:9), dalam segala-galanya sebagai "anak-anak terang" (Ef 5:8).

1696.Jalan Kristus mengantar "menuju kehidupan", tetapi sebuah jalan yang berlawanan mengantar "menuju kebinasaan" (Mat 7:13-14)3. Perumpamaan Injil mengenai dua jalan mempunyai tempat tetap dalam katekese Gereja. la menunjukkan betapa pentingnya keputusan moral untuk keselamatan kita. "Ada dua jalan: yang satu menuju kehidupan, dan yang lain menuju kematian. Tetapi mereka berbeda jauh satu dari yang lain" (Didache, 1,1).

1697.Katekese harus menunjukkan dengan jelas betapa besar kegembiraan yang terdapat di jalan Kristus, dan apa tuntutannya Bdk. CT 29.. Katekese mengenai kehidupan "sebagai manusia baru" (Rm 6:4) di dalam Kristus haruslah merupakan:
? Katekese Roh Kudus. la adalah guru batin tentang kehidupan yang sesuai dengan Kristus, tamu yang mengasihi dan sahabat yang menjiwai kehidupan ini, membimbingnya, meluruskannya dan menguatkannya.
? Katekese rahmat, karena oleh rahmat kita diselamatkan dan hanya oleh rahmat perbuatan-perbuatan kita dapat menghasilkan buah untuk kehidupan abadi.
? Katekese sabda bahagia, karena jalan Kristus disimpulkan dalam sabda bahagia, jalan satu-satunya menuju kebahagiaan abadi yang dirindukan hati manusia.
? Katekese mengenai dosa dan pengampunan. Kalau manusia tidak melihat bahwa ia pendosa, ia tidak dapat mengetahui kebenaran mengenai diri sendiri; tetapi kebenaran ini adalah prasyarat untuk tingkah laku yang baik. Tanpa tawaran pengampunan, manusia tidak dapat menanggung kebenaran ini.
? Katakese keutamaan manusiawi, yang membuat kita mengerti betapa indah dan betapa patut diinginkan kemampuan dan kesediaan untuk melakukan yang baik.
? Katekese keutamaan Kristen, yakni iman, harapan, dan kasih - satu katekese yang dengan besar hati mengambil patokan pada contoh orang-orang kudus.
? Katekese perintah ganda mengenai cinta kasih, yang dikembangkan dalam dekalog.
? Katekese gerejani, karena di dalam aneka ragam pertukaran "hal-hal rohani" dalam "persekutuan para kudus", kehidupan Kristen dapat bertumbuh, berkembang, dan berkomunikasi.

1698.Yesus Kristus selalu merupakan titik acuan yang pertama dan terakhir dari katekese. Ia adalah "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Kalau kita memandang kepada Kristus dengan penuh iman, kita dapat mengharapkan bahwa Ia akan memenuhi janji-janji-Nya dalam diri kita. Dan kalau kita mengasihi Dia, seperti Dia telah mengasihi kita, kita akan bertingkah laku sesuai dengan martabat kita.
"Aku minta kepadamu, ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah Kepalamu dan bahwa engkau adalah salah satu anggota-Nya. Ia berfungsi untuk engkau, sebagaimana kepaIa untuk anggota-anggota. SegaIa sesuatu yang menjadi milik-Nya adalah milikmu: roh, hati, tubuh, jiwa, dan segaIa kemampuan. Engkau harus memanfaatkan semuanya, seakan-akan itu milikmu, untuk melayani, memuji, mengasihi, dan memuliakan Allah. Engkau ada untuk Kristus, sebagaimana satu anggota ada untuk kepala. Karena itu, Ia merindukan dengan sangat mempergunakan segaIa kemampuanmu, seakan-akan itu milik-Nya, untuk melayani Bapa dan memuliakan-Nya" (Yohanes Eudes, Cord. 1,5).
"Bagiku, hidup adalah Kristus" (Flp 1:21).

<<   >>