Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

169.Keselamatan datang hanya dari Allah, tetapi karena kita menerima kehidupan iman melalui Gereja, maka ia adalah ibunda kita: "Kita mengimani Gereja sebagai ibu kelahiran kembali kita, dan bukan kita percaya akan Gereja, seakan-akan dialah pangkal keselamatan kita" (Faustus d. Riez, Spir. 1,2). Sebagai ibunda kita, ia juga adalah pendidik kita dalam iman.

170.Kita tidak percaya kepada rumus-rumus, tetapi kepada kenyataan yang diungkapkannya dan yang dapat kita "raba" oleh karena iman. "Perbuatan orang beriman mempunyai tujuan bukan pada pengungkapan, melainkan pada kenyataan [yang diungkapkan] (Tomas Aqu., s.th. 2-2,1,2 ad 2). Tetapi kita mendekati kenyataan-kenyataan ini dengan bantuan rumus-rumus iman. Formula ini memungkinkan untuk menyatakan dan merumuskan iman, untuk merayakan bersama, untuk menjadikannya milik kita dan untuk semakin hidup darinya.

171.Sebagai "tiang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15), Gereja menyimpan dengan setia "iman yang sudah satu kali diberikan Allah untuk selama-lamanya kepada umatnya" (Yud 3). Ia menyimpan kata-kata Kristus dalam ingatannya; ia meneruskan pengakuan iman para Rasul dari generasi ke generasi. Sebagai seorang ibu yang mengajarkan anak-anaknya berbicara dan dengan demikian juga mengerti dan hidup bersama, Gereja, ibu kita, mengajarkan bahasa iman kepada kita supaya menghantar kita masuk ke dalam pengertian dan kehidupan iman.

172.Melalui wahyu-Nya, "Allah yang tidak kelihatan (lih. Kol 1:15; 1 Tim 1:17) dari kelimpahan cinta kasih-Nya menyapa manusia sebagai sahabat-sahabat-Nya (lih. Kel 33:11; Yoh 15:14-15), dan bergaul dengan mereka (lih. Bar 3:38), untuk mengundang mereka ke dalam persekutuan dengan diri-Nya dan menyambut mereka di dalamnya" (DV 2). Jawaban yang pantas untuk undangan itu ialah iman.Sejak berabad-abad Gereja mengakui di dalam sekian banyak bahasa, kebudayaan, bangsa, dan negara imannya yang satu-satunya, yang diterimanya dari Tuhan yang satu, yang diteruskannya oleh Pembaptisan yang satu, yang berakar dalam keyakinan bahwa semua manusia hanya mempunyai satu Allah dan Bapa Bdk. Ef 4:4-6.. Santo Ireneus dari Lyon, seorang saksi iman itu, menerangkan:

173."Gereja hadir di seluruh dunia sampai ke batas-batas bumi terjauh. Ia telah menerima iman dari para Rasul dan murid-murid mereka... dan menyimpan [pesan ini dan iman ini] sebagaimana yang diterimanya, seakan-akan ia tinggal dalam satu rumah saja; ia percaya demikian kepadanya, seakan-akan ia hanya mempunyai satu jiwa dan satu hati, dan memaklumkan dan meneruskan pengajarannya dengan suara bulat, seakan-akan ia hanya mempunyai satu mulut" (haer. 1,10,1-2).

174."Meskipun di atas bumi ini terdapat aneka ragam bahasa, namun wibawa tradisi hanyalah satu dan sama. Gereja-gereja yang didirikan di Germania percaya dan meneruskan iman yang sama seperti Gereja-gereja di Spanyol atau pada orang Kelt, sama seperti mereka di kawasan timur atau di Mesir. di Libya atau di tengah bumi ... " (ibid.) "Pesan Gereja itu benar dan dapat dipercaya karena padanya tampil di seluruh jagat jalan yang satu dan sama menuju keselamatan" (haer. 5,20, 1).

175."Kita memelihara dengan penuh perhatian, iman yang telah kita terima dari Gereja. Sebagai harta yang berharga, yang disimpan dalam satu bejana yang sangat baik, iman itu selalu diremajakan oleh karya Roh Kudus dan dengan demikian diremajakan pula bejana yang menyimpannya" (haer. 3,24, 1).

176.Iman adalah satu ikatan pribadi manusia seutuhnya kepada Allah yang mewahyukan Diri. Di dalamnya terdapat persetujuan akal budi dan kehendak terhadap wahyu Diri Allah melalui perbuatan dan perkataan-Nya.

177.Dengan demikian "percaya" mempunyai hubungan ganda: hubungan dengan pribadi dan hubungan dengan kebenaran; kegiatan iman berhubungan dengan kebenaran melalui kepercayaan kepada pribadi yang memberi kesaksian tentang kebenaran itu.

178.Kita tidak boleh percaya akan orang lain selain akan Allah, Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

179.Iman adalah anugerah adikodrati dari Allah. Supaya dapat percaya, manusia membutuhkan pertolongan batin dari Roh Kudus.

180."Beriman" adalah kegiatan manusia yang sadar dan bebas, yang sesuai dengan martabat pribadi manusiawi.

181."Beriman" adalah satu kegiatan gerejani. Iman Gereja mendahului iman kita, memberi kesaksian, menopangnya dan memupuknya. Gereja adalah ibu semua orang beriman. "Tidak seorang pun dapat mempunyai Allah sebagai Bapa, kalau ia tidak mempunyai Gereja sebagai ibu" (Siprianus, unit. eccl.).

182."Kita mengimani segala sesuatu, yang terdapat dalam Sabda Allah Yang tertulis atau yang diwariskan dan yang disampaikan oleh Gereja supaya diimani sebagai kebenaran yang diwahyukan Allah" (SPF 20).

183.Iman itu perlu untuk keselamatan. Tuhan sendiri berkata: " Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Mrk 16:16).

184."Iman adalah prarasa dari pengetahuan, yang akan membuat kita bahagia dalam kehidupan yang akan datang" (Tomas Aqu., comp. 1,2)
Pengakuan iman apostolikPengakuan iman Nicea - Konstantinopel
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang maha kuasa,
Pencipta langit dan bumi.
Kami percaya akan satu Allah,
Bapa yang maha kuasa,
pencipta langit dan bumi
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan.
Dan akan Yesus Kristus,
Putera-Nya yang tunggal,
Tuhan kita,
Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putera Allah yang tunggal.
la lahir dari Bapa sebelum segala abad.
Allah dari Allah,
terang dari terang,
Allah benar dari Allah benar.
la dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
la turun dari surga untuk kita manusia,
dan untuk keselamatan kita.
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian,
Dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria:
dan menjadi manusia.
la pun disalibkan untuk kita.
Waktu Pontius Pilatus
la wafat kesengsaraan dan dimakamkan.
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati;
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah
Bapa yang maha kuasa;
dari situ Ia akan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Pada hari ketiga Ia bangkit,
menurut Kitab Suci.
la naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
la akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
Kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya akan Roh Kudus, Kami percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putera.
Yang serta Bapa dan Putera
disembah dan dimuliakan;
la bersabda dengan perantaraan para nabi.
Gereja Katolik yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
Kami percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Kami mengakui satu Pembaptisan
akan penghapusan dosa.
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.
Amin.
Kami menantikan kebangkitan orang mati.
Dan hidup di akhirat.
Amin.


185.Yang berkata: "Aku percaya", berkata: "Saya setuju dengan apa, yang kita percaya". Persekutuan dalam iman membutuhkan bahasa iman yang sama, yang mengikat semua dan yang mempersatukan dalam pengakuan iman yang sama.

186.Sejak awal, Gereja apostolik sudah mengungkapkan dan meneruskan imannya dalam rumus-rumus yang singkat dan baku untuk semua Bdk. Rm 10:9; 1 Kor 15:3-5.. Tetapi dengan segera Gereja juga hendak memasukkan inti sari dari imannya dalam ringkasan yang organis dan tersusun, yang dimaksudkan terutama untuk calon Pembaptisan:
"Bukan kesewenang-wenangan manusiawi telah menyusun ringkasan iman ini, melainkan ajaran-ajaran terpenting dari seluruh Kitab Suci dihimpun di dalamnya, menjadi ajaran iman yang satu-satunya. Bagaikan biji sesawi membawa banyak cabang dalam sebuah biji kecil, demikianlah ringkasan iman ini mencakup dalam kata-kata yang sedikit semua pengetahuan dari Perjanjian Lama dan Baru" (Sirilus d. Yerusalem, catech. ill. 5,12).

187.Ringkasan-ringkasan iman ini dinamakan "pengakuan iman" karena mereka meringkaskan iman yang diakui umat Kristen. Orang menamakannya juga "Credo", karena dalam bahasa Latin mereka biasanya mulai dengan kata "Credo" [Aku percaya]. Nama lain ialah "Simbola iman".

188.Kata Yunani "sumbolon" menggambarkan separuh dari sebuah benda yang utuh yang dipecahkan menjadi dua (umpamanya segel), yang dipakai sebagai tanda pengenal. Kedua bagian itu dihubungkan untuk memeriksa identitas pemakai. Jadi, "simbolon iman" adalah tanda pengenal dan tanda persekutuan untuk orang beriman. "Simbolon" lalu berarti juga himpunan, ringkasan, ikhtisar. Dalam "simbolon iman" diringkaskan kebenaran-kebenaran iman yang pokok. Karena itu, ia dipakai sebagai pegangan pertama, sebagai teks pokok katekese.

189.Pengakuan iman untuk pertama kalinya diucapkan pada kesempatan Pembaptisan. Pada tempat pertama ia merupakan pengakuan Pembaptisan. Karena Pembaptisan dilaksanakan dalam "nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Mat 28:19), maka kebenaran-kebenaran iman yang diakui waktu Pembaptisan disusun sesuai dengan hubungannya dengan tiga Pribadi Tritunggal Maha Kudus.

190.Dengan demikian, simbolon mempunyai tiga bagian pokok: "Dalam bagian pertama dibicarakan tentang Pribadi pertama dalam Allah dan tentang karya penciptaan yang mengagumkan; dalam bagian kedua tentang Pribadi kedua dan tentang rahasia penebusan manusia; dalam bagian ketiga tentang Pribadi ketiga, pangkal dan sumber pengudusan kita" (Catech. R. 1,1,4). Itulah "ketiga bagian pokok dari meterai [Pembaptisan] kita" (Ireneus, dem. 100).

191.Tiga bagian ini berbeda satu dengan yang lain, tetapi saling berhubungan. "Kita menamakan mereka sesuai dengan perumpamaan yang sering dipakai oleh para bapa articuli [anggota]. Sebagaimana orang membedakan anggota-anggota sebuah badan menurut bagian-bagiannya, demikian juga kita menamakan dalam pengakuan iman kita ini setiap bagian khusus, yang disampaikan kepada kita untuk diimani, sebagai articulus" (Catech. R. 1,1,4). Sesuai dengan tradisi lama yang sudah disaksikan oleh santo Ambrosius Bdk. symb. 8., orang biasanya menghitung dua belas artikel Credo supaya jumlah para Rasul itu melambangkan seluruh iman apostolik.

192.Sesuai dengan kebutuhan aneka ragam zaman timbullah dalam peredaran zaman banyak pengakuan atau simbola iman. Simbola beberapa Gereja apostolik tua Bdk. DS 1-64., "Quicumque" Bdk. DS 75-76. yang disebut simbolon Atanasian, pengakuan iman dari konsili dan sinode tertentu Bdk. S. d. Toledo: DS 525-541; Konsili Lateran IV: DS 800- 802; Konsili Lyon II: DS 851-861; Konsili Trente: DS 1862-1870. atau Paus tertentu, umpamanya "Fides Damasi" Bdk. DS 71-72. dan "Credo Umat Allah" (SFP) dari Paus Paulus VI 1968.

193.Tidak satu pun pengakuan dari berbagai zaman dalam kehidupan Gereja dapat dipandang sebagai kedaluwarsa atau tidak bernilai. Semuanya mencakup iman segala zaman secara singkat dan membantu kita sekarang untuk menangkapnya dan mengertinya dengan lebih dalam.Dua pengakuan mendapat tempat yang sangat khusus dalam kehidupan Gereja:

194.Syahadat apostolik, yang dinamakan demikian karena dengan alasan kuat ia dipandang sebagai rangkuman setia dari iman para Rasul. Itulah pengakuan Pembaptisan lama dalam Gereja Roma. Karena itu ia mempunyai otoritas tinggi: "Itulah simbolum yang dijaga Gereja Roma, di mana Petrus, yang pertama di antara para Rasul, mempunyai takhtanya dan ke mana ia membawa ajaran iman para Rasul itu" (Ambrosius, symb. 7).

195.Juga apa yang dinamakan Syahadat Nicea-Konstantinopel mempunyai otoritas besar karena ia dihasilkan oleh kedua konsili ekumenis yang pertama (325 dan 381) dan sampai hari ini merupakan milik bersama semua Gereja besar di Timur dan di Barat.

196.Penjelasan kita mengenai iman akan mengikuti pengakuan iman apostolik, yang boleh dikatakan merupakan "Katekismus Romawi tertua". Namun penjelasan itu akan dilengkapi dengan selalu menunjuk kepada pengakuan iman Nisea-Konstantinopel yang sering lebih rinci dan lebih dalam.

197.Marilah menjadikan pengakuan iman yang menghidupkan itu, milik kita seperti pada hari Pembaptisan kita, ketika seluruh kehidupan kita dipercayakan kepada "pengajaran benar" (Rm 6:17). Mendoakan syahadat dengan iman berarti bertemu dengan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus; tetapi juga berarti dihubungkan dengan Gereja universal yang meneruskan iman kepada kita dan yang di dalam persekutuannya kita beriman.
"Simbolum ini adalah meterai rohani, renungan hati kita dan penjaga yang selalu hadir; dengan sesungguhnya ia adalah pusaka jiwa kita" (Ambrosius, sym. 1).

198.Pengakuan iman kita mulai dengan Allah, karena Allah adalah "Yang Pertama" dan "Yang Terakhir" (Yes 44:6), Awal dan Akhir segala sesuatu. Syahadat mulai dengan Allah Bapa, karena Bapa adalah Pribadi pertama Tritunggal Maha Kudus; ia mulai dengan penciptaan langit dan bumi karena penciptaan adalah awal dan dasar segala karya Allah.

<<   >>