KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1690. | Perpisahan dengan orang yang mati dalamnya Gereja "menyerahkannya kepada Allah". Perpisahan adalah "salam terakhir dari jemaat Kristen kepada seorang anggotanya, sebelum jenazahnya diusung ke makam" (OEx 10). Tradisi Bisantin menyatakan hal ini dalam kecup perpisahan kepada orang yang mati:
Dalam salam terakhir ini "orang menyanyi, karena ia telah berpisah dan berangkat dari kehidupan ini, tetapi juga, karena ada satu persekutuan dan satu penyatuan kembali. Oleh kematian kita sama sekali tidak dipisahkan satu dari yang lain, karena kita semua berjalan di jalan yang sama dan kita akan bertemu kembali di tempat yang sama. Kita tidak pernah akan dipisahkan satu dari yang lain, karena kita hidup untuk Kristus dan sekarang telah bersatu dengan Kristus; kita pergi kepada-Nya.... Kita semua akan bersatu lagi satu dengan yang lain di dalam Kristus" (Simeon dari Tesalonika, sep.).
| | 1691. | "Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu! Engkau sudah ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi, jangan kembali kepada kemalanganmu yang lama, dan janganlah hidup di bawah martabatmu. Ingatlah akan Kepala dan Tubuh, yang engkau menjadi anggotanya. Ingatlah bahwa engkau sudah diluputkan dari kuasa kegelapan dan telah diterima dalam terang dan Kerajaan Allah" (Leo Agung, serm. 21, 2-3).
| | 1692. | Pengakuan iman mengatakan betapa besar anugerah-anugerah yang Allah karuniakan kepada manusia dalam karya penciptaan-Nya dan lebih lagi dalam karya penebusan dan pengudusan. Yang diakui iman, disampaikan Sakramen-sakramen. Oleh Sakramen kelahiran lembali, warga Kristen telah menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12; 1 Yoh 3:1) dan telah "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4). Sambil melihat dalan iman martabatnya yang baru, orang Kristen harus mulai hidup sedemikian rupa, sehingga "sesuai dengan injil Kristus" (Flp 1:27). Untuk itu mereka disanggupkan oleh rahmat Kristus dan anugerah-anugerah Roh-Nya yang mereka terima melalui Sakramen-sakramen dan melalui doa.
| << >>
|