KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1706. | Oleh akal budinya, manusia mendengarkan suara Allah yang mengajaknya "untuk mencintai serta melakukan yang baik dan mengelakkan yang jahat" (GS 16). Setiap manusia diwajibkan untuk mematuhi hukum ini, yang menggema di dalam hati nurani dan dipenuhi dengan cinta kepada Allah dan kepada sesama. Dalam tindakan moral tampaklah martabat manusia.
| | 1707. | Manusia "dari awal sejarahnya, karena terpengaruh oleh yang jahat, telah menyalah gunakan kebebasannya" (GS 13,1). Ia jatuh dalam godaan dan telah melakukan yang jahat. Memang ia masih selalu merindukan yang baik, akan tetapi kodratnya telah dilukai oleh dosa asal. Ia condong kepada yang jahat dan dapat keliru.
"Oleh karena itu dalam batinnya manusia mengalami perpecahan. Itulah sebabnya mengapa seluruh hidup manusia, ditinjau sebagai perorangan maupun secara kolektif tampak sebagai perjuangan, itu pun perjuangan yang dramatis, antara kebaikan dan kejahatan, antara terang dan kegelapan" (GS 13,2).
| | 1708. | Oleh sengsara-Nya, Kristus telah membebaskan kita dari setan dan dari dosa. Ia telah memperoleh bagi kita kehidupan baru di dalam Roh Kudus. Rahmat-Nya memperbaiki lagi, apa yang telah dirusakkan dosa di dalam kita.
| | 1709. | Siapa yang percaya kepada Kristus menjadi anak Allah. Pengangkatan sebagai anak ini membaharui manusia dan membuatnya mengikuti contoh Kristus. Ia memungkinkannya untuk bertindak secara tepat dan melakukan yang baik. Dalam persatuan dengan Penebusnya, murid sampai kepada kesempurnaan cinta, kepada kekudusan. Kehidupan susiIa yang dimatangkan dalam rahmat, berkembang dalam kemuliaan surgawi menuju kehidupan abadi.
| | 1710. | Kristus "sepenuhnya menampilkan manusia bagi manusia, dan membeberkan kepadanya panggilannya yang amat luhur" (GS 22,1).
| | 1711. | Manusia itu sejak pembuahannya diarahkan kepada Allah dan ditentukan untuk kebahagiaan abadi, karena ia dilengkapi dengan jiwa rohani, akal budi, dan kehendak. Ia mengusahakan kesempurnaannya dalam "mencari dan mencintai yang benar dan yang baik" (GS 15,2).
| << >>
|