KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1796. | Hati nurani adalah keputusan akal budi, olehnya manusia mengerti apakah perbuatan tertentu itu baik atau buruk.
| | 1797. | Untuk manusia yang telah melakukan sesuatu yang buruk. Keputusan hati nuraninya merupakan jaminan pertobatan dan harapan.
| | 1798. | Hati nurani yang terbentuk baik adalah jujur dan benar. Ia memutuskan sesuai dengan akal budi, sesuai dengan kebaikan yang benar, dikehendaki oleh kebijaksanaan Pencipta. Tiap orang harus memakai sarana yang tersedia untuk membentuk hati nuraninya.
| | 1799. | Dihadapkan kepada satu keputusan moral, hati nurani dapat mengambil keputusan yang tepat, yang sesuai dengan akal budi dan dengan hukum ilahi, ataupun satu keputusan yang salah yang bertentangan dengan kedua-duanya.
| | 1800. | Manusia selalu harus mengikuti keputusan hati nuraninya yang pasti.
| | 1801. | Hati nurani dapat tinggal dalam ketidaktahuan atau dapat memutuskan secara salah. Ketidaktahuan dan keputusan salah semacam itu tidak selalu bebas dari kesalahan.
| << >>
|