KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1811. | Bagi manusia yang telah dilukai oleh dosa memang tidak mudah untuk mempertahankan keseimbangan moral. Keselamatan yang dikaruniakan oleh Kristus memberi kita rahmat yang dibutuhkan supaya tabah dalam mengejar kebajikan. Tiap orang harus selalu memohon rahmat terang dan kekuatan, harus mencari bantuan dalam Sakramen-sakramen, harus bekerja sama dengan Roh Kudus dan mengikuti ajakan-Nya untuk mencintai yang baik dan bersikap waspada terhadap yang jahat.
| | 1812. | Kebajikan manusiawi berakar dalam kebajikan ilahi, yang memungkinkan kemampuan manusiawi mengambil bagian dalam kodrat ilahi Bdk. 2 Ptr 1:4.. Karena kebajikan ilahi langsung berhubungan dengan Allah. Mereka memungkinkan orang Kristen, supaya hidup dalam hubungan dengan Tritunggal Mahakudus. Mereka memiliki Allah yang Esa dan Tritunggal sebagai asal, sebab, dan obyek.
| | 1813. | Kebajikan ilahi adalah dasar jiwa, dan tanda pengenal tindakan moral orang Kristen. Mereka membentuk dan menjiwai semua kebajikan moral. Mereka dicurahkan oleh Allah ke dalam jiwa umat beriman, untuk memungkinkan mereka bertindak sebagai anak-anak Allah dan memperoleh hidup abadi. Mereka adalah jaminan mengenai kehadiran dan kegiatan Roh Kudus dalam kemampuan manusia. Ada tiga kebajikan ilahi: iman, harapan, dan kasih Bdk. 1 Kor 13:13.;
| | 1814. | Iman adalah kebajikan ilahi, olehnya kita percaya akan Allah dan segala sesuatu yang telah Ia sampaikan dan wahyukan kepada kita dan apa yang Gereja kudus ajukan supaya dipercayai. Karena Allah adalah kebenaran itu sendiri. Dalam iman "manusia secara bebas menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah" (DV 5).Karena itu, manusia beriman berikhtiar untuk mengenal dan melaksanakan kehendak Allah. "Orang benar akan hidup oleh iman" (Rm 1:17); Iman yang hidup "bekerja oleh kasih" (Gal 5:6).
| << >>
|