Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

196.Penjelasan kita mengenai iman akan mengikuti pengakuan iman apostolik, yang boleh dikatakan merupakan "Katekismus Romawi tertua". Namun penjelasan itu akan dilengkapi dengan selalu menunjuk kepada pengakuan iman Nisea-Konstantinopel yang sering lebih rinci dan lebih dalam.

197.Marilah menjadikan pengakuan iman yang menghidupkan itu, milik kita seperti pada hari Pembaptisan kita, ketika seluruh kehidupan kita dipercayakan kepada "pengajaran benar" (Rm 6:17). Mendoakan syahadat dengan iman berarti bertemu dengan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus; tetapi juga berarti dihubungkan dengan Gereja universal yang meneruskan iman kepada kita dan yang di dalam persekutuannya kita beriman.
"Simbolum ini adalah meterai rohani, renungan hati kita dan penjaga yang selalu hadir; dengan sesungguhnya ia adalah pusaka jiwa kita" (Ambrosius, sym. 1).

198.Pengakuan iman kita mulai dengan Allah, karena Allah adalah "Yang Pertama" dan "Yang Terakhir" (Yes 44:6), Awal dan Akhir segala sesuatu. Syahadat mulai dengan Allah Bapa, karena Bapa adalah Pribadi pertama Tritunggal Maha Kudus; ia mulai dengan penciptaan langit dan bumi karena penciptaan adalah awal dan dasar segala karya Allah.

199."Aku percaya akan Allah", pernyataan pertama dari pengakuan iman ini juga yang paling mendasar. Seluruh pengakuan berbicara tentang Allah, dan kalaupun ia berbicara juga tentang manusia dan tentang dunia, maka itu dilakukan dalam hubungan dengan Allah. Artikel-artikel Kredo semuanya bergantung dari yang pertama, sama seperti perintah-perintah dekalog selanjutnya mengembangkan perintah yang pertama. Artikel-artikel berikutnya membuat kita mengenal Allah lebih baik, seperti Ia mewahyukan Diri kepada manusia, langkah demi langkah. "Sepantasnya umat beriman lebih dahulu mengakui bahwa mereka percaya akan Allah" (Catech. R. 1,2,6).

200.Kredo Nisea-Konstantinopel mulai dengan kata-kata ini. Pengakuan akan keesaan Allah, yang berakar dalam wahyu ilahi Perjanjian Lama, tidak dapat dipisahkan dari pengakuan tentang adanya Allah dan dengan demikian sangat mendasar. Allah adalah Esa; ada hanya satu Allah. "Kepercayaan Kristen memegang teguh dan mengakui... bahwa Allah adalah Esa menurut kodrat, substansi, dan hakikat" (Catech.R. 1,2,2).

201.Tuhan sebagai Yang Esa mewahyukan Diri kepada Israel, bangsa yang dipilih-Nya: "Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu" (Ul 6:4-5). Dengan perantaraan para nabi, Allah mengajak Israel dan semua bangsa supaya berpaling kepada-Nya, Allah yang satu-satunya: "Berpalinglah kepada-Ku, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain... semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan" (Yes 45:22-24) Bdk. Flp 2:10-11.

202.Yesus sendiri menegaskan bahwa Allah "adalah satu-satunya Tuhan" dan bahwa orang harus mencintai-Nya dengan sepenuh hatinya, dengan segenap jiwanya, dengan seluruh akalnya, dan dengan segala kekuatannya Bdk. Mrk 12:29-30.. Pada waktu yang sama Ia juga menyatakan bahwa Ia sendiri adalah "Tuhan" Bdk. Mrk 12:35-37.. Memang pengakuan bahwa "Yesus itu Tuhan" adalah kekhasan iman Kristen. Namun ia tidak bertentangan dengan iman akan Allah yang Esa. Juga iman akan Roh Kudus "Yang adalah Tuhan dan membuat hidup", tidak membawa perpecahan dalam Allah yang Esa:
"Kami percaya dengan teguh dan mengakui dengan jujur bahwa ada hanya satu Allah yang benar, kekal, tidak terbatas, dan tidak berubah, tidak dapat dimengerti, maha kuasa, dan tidak terkatakan yaitu Bapa, Putera, dan Roh Kudus: meskipun tiga Pribadi, tetap satu hakikat, substansi atau kodrat yang sama sekali tak tersusun [dari bagian-bagian]" (Konsiti Lateran IV: DS 800).

203.Allah mewahyukan Diri kepada bangsa-Nya Israel dengan memberitahukan nama-Nya. Nama mengungkapkan hakikat seseorang, identitas pribadi dan arti kehidupannya. Allah mempunyai nama. Ia bukanlah kekuatan tanpa nama. Menyatakan nama berarti memperkenalkan diri kepada orang lain; berarti seakan akan menyerahkan diri sendiri, membuka diri, supaya dapat dikenal lebih dalam dan dapat dipanggil secara pribadi.

204.Allah menyatakan Diri kepada bangsa-Nya langkah demi langkah dan dengan berbagai nama. Namun wahyu pokok untuk Perjanjian Lama dan Baru adalah wahyu nama Allah kepada Musa pada penampakan dalam semak duri bernyala sebelum keluar dari Mesir dan sebelum perjanjian Sinai.

205.Allah menyapa Musa dari tengah semak duri yang menyala tanpa terbakar. Ia berkata kepada Musa: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Kel 3:6). Allah adalah Allah para bapa, yang memanggil bapa-bapa bangsa dan membimbing mereka dalam perjalanan mereka. Ia adalah Allah yang setia dan turut merasakan, yang ingat akan para bapa dan akan perjanjian-Nya. Ia datang untuk membebaskan keturunannya dari perbudakan. Ia adalah Allah yang dapat dan mau melakukan ini tanpa bergantung pada waktu dan tempat. Ia melaksanakan rencana-Nya melalui kemaha-kuasaan-Nya."Aku Adalah AKU ADA"
"Musa berkata kepada Allah: 'Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang namanya? - apakah yang harus kujawab kepada mereka?' Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu'... itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun" (Kel 3:13- 15).

206.Dengan mewahyukan nama-Nya yang penuh rahasia, YHWH: "Aku adalah Dia yang ada" atau "Aku adalah AKU ADA", Allah menyatakan siapa Dia dan dengan nama apa orang harus menyapa-Nya. Nama Allah ini penuh rahasia, sebagaimana Allah sendiri juga penuh rahasia. Ia adalah nama yang diwahyukan dan pada waktu yang sama boleh dikatakan sebuah penolakan untak menyatakan suatu nama. Tetapi justru karena itu ia menegaskan dengan cara yang paling baik, Siapa sebenarnya, Allah: Yang mengatasi segala sesuatu, yang tidak dapat kita mengerti atau katakan, Yang Mulia tak terbatas. Ia adalah "Allah yang tersembunyi" (Yes 45:15), nama-Nya tidak terkatakan Bdk. Hak 13:18. dan bersama itu pula Ia adalah Allah yang menghadiahkan kehadiran-Nya kepada manusia.

<<   >>