KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1982. | Hukum lama adalah suatu persiapan untuk Injil.
| | 1983. | Hukum baru adalah rahmat Roh Kudus yang diterima melalui iman kepada Kristus dan yang bekerja di dalam kasih. la mendapat perwujudannya terutama dalam khotbah Tuhan di bukit dan membagi-bagikan rahmat kepada kita dengan bantuan Sakramen-sakramen.
| | 1984. | Hukum Injil memenuhi, melebihi, dan menyempurnakan hukum lama. Janji-janjinya dipenuhi oleh sabda bahagia Kerajaan surga, dan perintah-perintahnya melalui pembaharuan hati, asal segala tindakan.
| | 1985. | Hukum baru adalah hukum kasih, rahmat dan kebebasan.
| | 1986. | Di samping perintah-perintah, hukum baru mencakup nasihat-nasihat Injil. "Kesucian Gereja secara istimewa dipupuk pula dengan aneka macam nasihat, yang disampaikan oleh Tuhan dalam Injil kepada murid-murid-Nya untuk dilaksanakan" (LG 42).
| | 1987. | Rahmat Roh Kudus mempunyai kekuatan untuk membenarkan kita, artinya untuk membersihkan kita dari dosa dan untuk memberikan kepada kita "kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus" (Rm 3:22) dan karena Pembaptisan Bdk. Rm 6:3-4.:
"Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maul tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Rm 6:8-11).
| | 1988. | Dalam kuasa Roh Kudus kita mengambil bagian dalam sengsara dan kebangkitan Kristus dengan kita mati terhadap dosa, dan dilahirkan ke dalam hidup baru. Karena kita adalah anggota-anggota Tubuh-Nya, yaitu Gereja Bdk. 1 Kor 12., dan ranting - ranting yang tinggal pada pokok anggur, yaitu Ia sendiri Bdk. Yoh 15:1-4.
"Oleh Roh kita mengambil bagian dalam Allah. Oleh karena kita mengambil bagian dalam Roh, maka kita mengambil bagian dalam kodrat ilahi ... Karena itu mereka di dalam siapa Roh tinggal, telah diilahikan" (Atanasius, ep. Serap. 1,24).
| << >>
|