KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1995. | Roh Kudus adalah guru batin. Pembenaran membangkitkan "manusia batin" (Rm 7:22; Ef 3:16) dan membawa serta pengudusan seluruh hakikat manusia.
"Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian halnya kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan... Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal" (Rm 6:19.22).
| | 1996. | Kita memperoleh pembenaran berkat rahmat Allah. Rahmat adalah kemurahan hati, pertolongan sukarela. yang Allah berikan kepada kita,agar kita dapat menjawab panggilan-Nya. Sebab panggilan kita ialah menjadi anak-anak Allah Bdk. Yoh 1:12-18., anak-anak angkat-Nya Bdk. Rm 8:14-17., mengambil bagian dalam kodrat ilahi, Bdk. 2 Ptr 1:34. dan dalam kehidupan abadi Bdk. Yoh 17:3.
| | 1997. | Rahmat adalah keikutsertaan ada kehidupan Allah, ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam: melalui Pembaptisan warga Kristen mengambil bagian dalam rahmat Kristus, yang adalah Kepala Tubuh-Nya. Sebagai "anak angkat", orang Kristen dapat menamakan Allah "Bapanya" hanya dalam persatuan dengan Putera yang tunggal. Ia menerima kehidupan Roh, yang mencurahkan kasih kepadanya dan yang membangun Gereja.
| | 1998. | Panggilan menuju kehidupan abadi ini bersifat adikodrati. Ia diterima hanya karena kebaikan Allah yang secara sukarela mendahului kita karena hanya Ia yang dapat mewahyukan Diri dan memberikan Diri. Panggilan itu melampaui kekuatan pikiran dan kehendak manusia dan segala makhluk Bdk. 1 Kor 2:7-9.
| << >>
|