KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2002. | Tindakan bebas Allah menuntut jawaban bebas dari manusia. Karena Allah telah menciptakan manusia menurut citra-Nya dan telah memberi kepadanya bersama dengan kebebasan kemungkinan, supaya mengenai Dia dan mengasihi Dia. Jiwa hanya dapat masuk secara sukarela ke dalam persatuan kasih. Allah langsung menjamah dan menggerakkan hati manusia. Ia telah menempatkan di dalam manusia kerinduan akan yang benar dan yang balk, yang hanya Ia yang dapat memenuhinya. Janji-janji akan "kehidupan abadi" menjawab kerinduan batin ini melampaui segala harapan.
"Kalau pada akhir karya-Mu yang sangat baik Engkau beristirahat pada hariketujuh, maka itu sekedar mengatakan kepada kami lebih dahulu melalui suara buku-Mu, bahwa kami juga pada akhir karya kami, - yang sangat baik, sebab Engkau telah menganugerahkannya kepada kami, - dapat beristirahat dalam Engkau pada sabat kehidupan abadi" (Agustinus, conf. 13,36,51).
| | 2003. | Rahmat pada tempat pertama adalah anugerah Roh Kudus yang membenarkan dan menguduskan kita. Tetapi di dalam rahmat termasuk juga anugerah-anugerah yang Roh berikan kepada kita, untuk membuat kita mengambil bagian dalam karya-Nya serta menyanggupkan kita untuk berkarya demi keselamatan orang lain dan pertumbuhan Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Termasuk di dalamnya rahmat-rahmat sakramental, artinya anugerah-anugerah khusus dalam Sakramen yang berbeda-beda. Termasuk juga di dalamnya rahmat-rahmat khusus, yang dinamakan karisma, sesuai dengan ungkapan Yunani yang dipergunakan oleh santo Paulus, yang berarti kemurahan hati, anugerah bebas, dan perbuatan baik Bdk. LG 12.. Ada berbagai macam karisma, sering kali juga yang luar biasa seperti anugerah mukjizat atau anugerah bahasa. Semuanya itu diarahkan kepada rahmat pengudusan dan bertujuan pada kesejahteraan umum Gereja. Karisma itu harus mengabdi kasih, yang membangun Gereja Bdk. 1 Kor 12.
| << >>
|