Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2017.Rahmat Roh Kudus memberi kepada kita kebenaran Allah. Roh mempersatukan kita dengan sengsara dan kebangkitan Kristus melalui iman dan Pembaptisan dan membuat kita mengambil bagian dalam kehidupan-Nya.

2018.Pembenaran sebagaimana juga pertobatan mempuhyai dua sisi. Di bawah desakan rahmat, manusia berpaling kepada Allah dan berpaling dari dosa; dengan demikian ia mendapat pengampunan dan kebenaran dari atas.

2019.Pembenaran terdiri dari pengampunan dosa, pengudusan, dan pembaharuan manusia batin.

2020.Pembenaran diperoleh bagi kita oleh sengsara Kristus dan diberikan kepada kita melalui Pembaptisan. Ia menjadikan kita serupa dengan keadilan Allah, yang membuat kita benar Tujuannya ialah kehormatan Allah dan Kristus dan anugerah kehidupan abadi. Ia adalah karya kerahiman Allah yang paling unggul.

2021.Rahmat adalah bantuan yang Allah berikan kepada kita, supaya kita dapat menjawab panggilan kita menjadi anak angkat-Nya. Ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam.

2022.Di dalam karya rahmat, tindakan ilahi mendahului jawaban bebas dari manusia, mengantar kepadanya dan menyebabkannya. Rahmat menjawab harapan kebebasan manusia yang dalam; ia memanggilnya supaya bekerja sama dengannya dan menyempurnakannya.

2023.Rahmat pengudusan adalah anugerah sukarela, dengannya Allah menyerahkan kepada kita kehidupan-Nya. Ia dicurahkan oleh Roh Kudus ke dalam jiwa kita, untuk menyembuhkannya dari dosa dan menguduskannya.

2024.Rahmat pengudusan membuat kita "berkenan kepada Allah ". Karunia-karunia Roh Kudus yang khusus, karisma-karisma, diarahkan kepada rahmat pengudusan dan mempunyai kesejahteraan umum Gereja sebagai tujuan. Allah juga bertindak melalui aneka rahmat yang membantu, yang dibedakan dari rahmat habitual, yang selalu ada di dalam kita.

2025.Jasa untuk kita di depan Allah hanya ada karena keputusan bebas dari Allah yang mengundang manusia mengambil bagian dalam karya rahmat-Nya. Jasa itu pada tempat pertama dihasilkan rahmat Allah, pada tempat kedua oleh turut serta manusia. Dengan demikian jasa manusia itu sebnarnya jasa Allah.

2026.Oleh karena kita adalah anak angkat dan berkat keadilan Allah yang cuma-cuma, rahmat Roh Kudus dapat memungkinkan bagi kita jasa yang sebenarnya. Kasih dalam diri kita adalah sumber pokok dari jasa di hadirat Allah.

2027.Tidak seorang pun dapat memperoleh rahmat pertama, yang mengakibatkan pertobatan. Dengan dorongan Roh Kudus kita dapat memperoleh bagi kita dan juga bagi orang lain, rahmat yang membantu kita menuju kehidupan abadi, seperti juga barang-barang fana yang diperlukan.

2028."Karena itu jelaslah bagi semua orang, bahwa semua orang Kristen, dari status atau jajaran apa pun dipanggil kepada kepenuhan kehidupan Kristen dan kesempurnaan cinta kasih" (LG 40). "Kesempurnaan Kristen hanya mempunyai satu batas: ialah bahwa ia tidak mempunyai batas" (Gregorius dari Nisa, v. Mos).

2029."Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya; memikul salibnya dan mengikuti Aku" (Mat 16:24).

2030.Orang yang dibaptis menjalankan perutusannya di dalam Gereja, persekutuan semua orang yang dibaptis. Dari Gereja ia menerima Sabda Allah, yang mencakup petunjuk-petunjuk "hukum Kristus" (Gal 6:2). Dari Gereja ia menerima rahmat Sakramen-sakramen, yang menguatkannya di "jalan". Gereja memberi kepadanya contoh kekudusan. Di dalam Perawan Maria tersuci ia melihat bentuk dan sumber kekudusan ini; ia melihatnya dalam kesaksian murni dari mereka yang menghidupinya; ia menemukannya dalam tradisi rohani dan dalam sejarah panjang para kudus, yang mendahuluinya dan yang hari peringatannya sekarang dirayakan dalam liturgi.

2031.Kehidupan moral adalah ibadat rohani. Dalam Tubuh Kristus yang kita bentuk dan dalam persatuan dengan persembahan Ekaristi kita mempersembahkan diri kita sendiri sebagai "persembahan hidup dan kudus yang berkenan kepada Allah" (Rm 12:1). Di dalam liturgi dan upacara Sakramen-sakramen doa dan ajaran bergabung dengan rahmat Kristus untuk menerangi dan memupuk tingkah laku Kristen. Seperti seluruh kehidupan Kristen, kehidupan moral mendapat sumbernya dan puncaknya di dalam kurban Ekaristi.

2032.Gereja adalah "tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15). "Perintah resmi Kristus untuk mewartakan kebenaran yang menyelamatkan itu diterima oleh Gereja dan para Rasul" (LG 17). "Gereja berwenang untuk selalu dan di mana-mana memaklumkan asas-asas kesusilaan, pun yang menyangkal tata kemasyarakatan, dan untuk membawa suatu penilaian tentang segala hal-ikhwal insani, sejauh hak-hak asasi manusia atau keselamatan jiwa menuntutnya" (CIC can. 747 ?2).

2033.Wewenang Mengajar para gembala Gereja di bidang moral biasanya dilaksanakan di dalam katekese dan khotbah, dengan bantuan karya para pakar teologi dan penulis rohani. Di bawah bimbingan dan pengawasan para gembala, "warisan" moral Kristen ini dilanjutkan dari generasi ke generasi. Ini terdiri dari satu keseluruhan peraturan, perintah, dan kebajikan yang khas, yang timbul dari iman kepada Kristus dan dijiwai oleh kasih. Seturut tradisi lama, di samping syahadat dan doa Bapa Kami, katekese ini memakai dekalog sebagai dasar yang menyampaikan asas-asas kehidupan kesusilaan yang berlaku untuk semua manusia.

2034.Paus dan para Uskup merupakan "pengajar yang otentik, atau mengemban kewibawaan Kristus, artinya mewartakan kepada umat yang diserahkan kepada mereka, iman yang harus dipercaya dan diterapkan dalam perilaku manusia" (LG 25). Wewenang Mengajar biasa yang universal dari Paus dan dari para Uskup yang bersatu dengannya mengajar kepada umat beriman kebenaran yang harus dipercaya, kasih yang harus dihidupi, dan kebahagiaan yang patut diharapkan.

<<   >>