KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2024. | Rahmat pengudusan membuat kita "berkenan kepada Allah ". Karunia-karunia Roh Kudus yang khusus, karisma-karisma, diarahkan kepada rahmat pengudusan dan mempunyai kesejahteraan umum Gereja sebagai tujuan. Allah juga bertindak melalui aneka rahmat yang membantu, yang dibedakan dari rahmat habitual, yang selalu ada di dalam kita.
| | 2025. | Jasa untuk kita di depan Allah hanya ada karena keputusan bebas dari Allah yang mengundang manusia mengambil bagian dalam karya rahmat-Nya. Jasa itu pada tempat pertama dihasilkan rahmat Allah, pada tempat kedua oleh turut serta manusia. Dengan demikian jasa manusia itu sebnarnya jasa Allah.
| | 2026. | Oleh karena kita adalah anak angkat dan berkat keadilan Allah yang cuma-cuma, rahmat Roh Kudus dapat memungkinkan bagi kita jasa yang sebenarnya. Kasih dalam diri kita adalah sumber pokok dari jasa di hadirat Allah.
| | 2027. | Tidak seorang pun dapat memperoleh rahmat pertama, yang mengakibatkan pertobatan. Dengan dorongan Roh Kudus kita dapat memperoleh bagi kita dan juga bagi orang lain, rahmat yang membantu kita menuju kehidupan abadi, seperti juga barang-barang fana yang diperlukan.
| | 2028. | "Karena itu jelaslah bagi semua orang, bahwa semua orang Kristen, dari status atau jajaran apa pun dipanggil kepada kepenuhan kehidupan Kristen dan kesempurnaan cinta kasih" (LG 40). "Kesempurnaan Kristen hanya mempunyai satu batas: ialah bahwa ia tidak mempunyai batas" (Gregorius dari Nisa, v. Mos).
| | 2029. | "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya; memikul salibnya dan mengikuti Aku" (Mat 16:24).
| | 2030. | Orang yang dibaptis menjalankan perutusannya di dalam Gereja, persekutuan semua orang yang dibaptis. Dari Gereja ia menerima Sabda Allah, yang mencakup petunjuk-petunjuk "hukum Kristus" (Gal 6:2). Dari Gereja ia menerima rahmat Sakramen-sakramen, yang menguatkannya di "jalan". Gereja memberi kepadanya contoh kekudusan. Di dalam Perawan Maria tersuci ia melihat bentuk dan sumber kekudusan ini; ia melihatnya dalam kesaksian murni dari mereka yang menghidupinya; ia menemukannya dalam tradisi rohani dan dalam sejarah panjang para kudus, yang mendahuluinya dan yang hari peringatannya sekarang dirayakan dalam liturgi.
| << >>
|