KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2094. | Orang dapat berdosa melawan kasih Allah atas berbagai cara. Sikap acuh tak acuh menampik atau malah menolak untuk memperhatikan kasih Allah, ia tidak mengakui hakikatnya yang ramah dan mengingkari kekuatannya. Sifat tidak tahu terima kasih mengabaikan atau menolak mengakui kasih Allah dengan rasa syukur dan menjawabnya dengan kasih balasan. Kelesuan, menunda atau sama sekali tidak rela untuk menjawab kasih ilahi; di dalamnya dapat tercakup penolakan untuk menyerahkan diri kepada kasih ini. Kejenuhan hal-hal rohani (acedia) atau kelambanan rohani dapat membawa akibat bahwa orang menampik kegembiraan yang datang dari Allah dan membenci hal-hal ilahi. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan. Ia menantang kasih Allah, yang kebaikan-Nya ia mungkiri dan kutuki, karena Allah melarang dosa-dosa dan menjatuhkan hukuman atasnya.
| | 2095. | Kebajikan-kebajikan ilahi, iman, harapan, dan kasih, membentuk dan menjiwai kebajikan susila. Karena itu, kasih mendesak kita untuk memberi kepada Allah, apa yang sepantasnya harus kita berikan kepada-Nya. Kebajikan hormat kepada Allah [virtus religionis] membuat kita siap mengambil sikap ini.
| << >>
|