KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2121. | Simoni terdiri dari penjualan atau pembelian barang-barang rohani. Kepada Simon tukang sihir, yang hendak membeli kekuasaan rohani yang menurut penglihatannya bekerja di dalam para Rasul, santo Petrus berkata: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang" (Kis 8:20). Ia berpegang pada kata-kata Yesus: "Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Mat 10:8) Bdk. Yes 55:1.. Orang tidak dapat mencaplok barang-barang rohani dan berbuat seakan-akan ialah pemilik dan tuannya, karena mereka berasal dari Allah. Orang hanya dapat menerimanya sebagai hadiah dari Allah.
| | 2122. | "Pelayan Sakramen tidak boleh menuntut apa-apa bagi pelayanannya selain pemberian yang telah ditetapkan oleh kuasa yang berwenang, tetapi selalu harus dijaga agar orang yang miskin jangan sampai tidak mendapat bantuan Sakramen-sakramen karena kemiskinannya" (CIC, can. 848). Wewenang yang kompeten menentukan "iuran stola" berdasarkan pertimbangan bahwa umat Kristen harus menanggung biaya hidup pejabat-pejabat Gereja. "Sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya" (Mat 10:10) Bdk. Luk 10:7; 1 Kor 9:5-18; 1 Tim 5:17-18.
| | 2123. | "Banyak di antara orang-orang zaman sekarang sama sekali tidak menyadari hubungan kehidupan yang mesra dengan Allah itu atau tegas-tegas menolaknya, sehingga sekarang ini ateisme memang termasuk kenyataan yang paling gawat, dan perlu diselidiki dengan lebih cermat"(GS 19,1).
| | 2124. | Istilah "ateisme" dapat dipakai untuk pelbagai fenomena yang berbeda-beda. Satu bentuk yang sering ialah materialisme praktis yang membatasi kebutuhan dan keinginannya pada ruang dan waktu. Humanisme ateistis adalah pendapat yang salah, "bahwa manusia menjadi tujuan bagi dirinya sendiri; ialah satu-satunya perancang dan pelaksana riwayatnya sendiri" (GS 20, 1). Satu bentuk lain dari ateisme dewasa ini mengharapkan pembebasan manusia melalui pembebasan ekonomi dan sosial. "Bentuk ateisme itu mempertahankan, bahwa agama pada hakikatnya merintangi kebebasan itu, sejauh memberikan kepada manusia harapan akan kehidupan di masa mendatang yang semu saja, dan mengelakkannya dari pembangunan masyarakat di dunia" (GS 20,2).
| | 2125. | Karena ateisme menyangkal atau menolak keberadaan Allah, ia adalah dosa melawan keutamaan penyembahan kepada Allah Bdk.Rm 1:18.. Maksud dan situasi dapat membatasi dengan sangat tanggung jawab terhadap kesalahan ini. Dalam kelahiran dan penyebarluasan ateisme "umat beriman dapat juga tidak kecil peran sertanya, yakni: sejauh mereka - dengan melalaikan pembinaan iman, atau dengan cara memaparkan ajaran yang sesat, atau juga karena cacat-cela mereka dalam kehidupan keagamaan, moral, dan kemasyarakatan - harus dikatakan lebih menyelubungi daripada menyingkapkan wajah Allah yang sejati maupun wajah agama yang sesungguhnya" (GS 19,3).
| | 2126. | Sering kali ateisme berdasarkan atas pandangan yang salah mengenai otonomi manusia, yang melangkah sekian jauh, sehingga menyangkal setiap ketergantungan kepada Allah Bdk. GS 20,1.. Tetapi "pengakuan terhadap Allah sama sekali tidak berlawanan dengan martabat manusia, sebab martabat itu didasarkan pada Allah sendiri dan disempurnakan dalam-Nya" (GS 21,3). Gereja tabu, "bahwa amanatnya menanggapi dambaan-dambaan hati manusia yang paling rahasia" (GS 21,7).
| | 2127. | Agnostisisme mempunyai beberapa bentuk. Kadang-kadang seorang agnostik menolak untuk menyangkal Allah, dan malahan menuntut keberadaan satu wujud transenden; tetapi wujud ini tidak dapat mewahyukan diri dan tidak ada seorang pun dapat mengatakan sesuatu tentangnya. Dalam kasus lain orang agnostik tidak mengambil sikap terhadap keberadaan Allah, karena menurut mereka tidak mungkin untuk membuktikannya ataupun sekedar mengiakan atau menyangkal.
| | 2128. | Di dalam agnostisisme kadang-kadang bisa terdapat usaha tertentu mencari Allah; tetapi ia dapat juga berlandaskan atas sikap acuh tak acuh, atas pelarian dari pertanyaan eksistensial terdalam dan atas kemalasan hati nurani. Sering kali agnostisisme ini menyerupai ateisme praktis.
| | 2129. | Perintah Allah melarang tiap-tiap lukisan tentang Allah yang dibuat oleh tangan manusia. Buku Ulangan menjelaskan: "Kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari Tuhan berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun" (Ul 4:15-16). Allah yang transenden secara absolut telah menampakkan diri kepada Israel. "Dialah segala-galanya", tetapi serentak pula "Ia adalah lebih besar daripada segala perbuatan-Nya" (Sir 43:27-28). Ia adalah "bapa keindahan" (Keb 13:3).
| | 2130. | Tetapi di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menyuruh dan mengizinkan p,embuatan patung, yang sebagai lambang harus menunjuk kepada keselamatan dengan perantaraan Sabda yang menjadi manusia: sebagai contoh, ular tembaga Bdk. Bil 21:4-9; Keb 16:5-14; Yoh 3:14-15., tabut perjanjian, dan kerub Bdk. Kel 25:10-22; 1 Raj 6:23-28; 7:23-26.
| | 2131. | Berkenaan dengan misteri penjelmaan Sabda menjadi manusia, maka konsili ekumene ketujuh di Nisea tahun 787 membela penghormatan kepada ikon [gambar], yang menampilkan Kristus atau juga Bunda Allah, para malaikat dan para kudus, melawan kelompok ikonoklas. Dengan penjelmaan menjadi manusia, Putera Allah membuka satu "tata gambar" yang baru.
| << >>
|