Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2212.Perintah keempat juga menjelaskan hubungan-hubungan yang lain dalam masyarakat. Di dalam saudara-saudari kita, kita melihat anak-anak dari orang-tua kita; di dalam saudara-saudari sepupu turunan dari nenek moyang kita; di dalam sesama warga negara putera dan puteri tanah air kita; di dalam semua yang dibaptis anak-anak ibu kita, Gereja; di dalam tiap manusia seorang putera atau puteri dari Dia, yang mau dipanggil "Bapa kami". Melalui semuanya itu hubungan kita dengan sesama mempunyai sifat pribadi. Sesama kita bukan hanya "individu" di dalam massa, melainkan "seorang", yang berdasarkan asal-usulnya yang diketahui harus mendapat perhatian dan penghormatan khusus.

2213.Persekutuan-persekutuan manusia terdiri dari pribadi-pribadi. Untuk memerintah mereka dengan baik tidak cukup bahwa hak-haknya dijamin, kewajiban-kewajiban dipenuhi, dan perjanjian-perjanjian ditaati. Hubungan yang baik antara majikan dan karyawan, antara pemerintah dan rakyat mengandaikan perhatian kodrati, yang sesuai dengan martabat pribadi manusia, yang mengusahakan keadilan dan persaudaraan.

2214.Kebapaan Allah adalah sumber keorang-tuaan manusia Bdk. Ef 3:14.; darinya berasal kehormatan orang-tua. Rasa hormat dari anak-anak yang belum dewasa dan sudah dewasa terhadap ayah dan ibu Bdk. Ams 1:8; Tob 4:3-4. bertumbuh dari kecondongan kodrati yang mempersatukan mereka satu sama lain. Itu dituntut oleh perintah Allah Bdk. Kel 20:12.

2215.Penghormatan anak-anak untuk orang-tuanya [kasih sayang sebagai anak, pietas filialis] muncul dari rasa terima kasih kepada mereka, yang telah memberi kehidupan kepada mereka dan yang telah memungkinkan mereka melalui cinta kasih dan usaha, supaya bertumbuh dalam kebesaran, kebijaksanaan, dan rahmat. "Hormatilah ayahmu dengan segenap hati, dan sakit beranak ibumu jangan kau lupakan! Ingatlah bahwa engkau adalah anak mereka. Bagaimana gerangan engkau dapat membalas budi atas apa yang mereka lakukan untuk engkau?" (Sir 7:27-28).

2216.Kasih sayang kepada orang-tua nyata dalam kepatuhan dan ketaatan yang baik. "Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu!... jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya" (Ams 6:20-22). "Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan" (Ams 13:1).

2217.Selama anak tinggal bersama orang-tuanya, ia harus mematuhi tiap tuntutan orang-tua, yang melayani kesejahteraannya sendiri atau kesejahteraan keluarga. "Hai anak-anak, taatilah orang-tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan" (Kol 3:20) Bdk. Ef 6: 1.. Anak-anak juga harus mematuhi peraturan-peraturan yang bijaksana dari pendidiknya dan dari semua orang, kepada siapa mereka dipercayakan oleh orang-tua. Tetapi kalau seorang anak yakin dalam hati nuraninya bahwa adalah tidak sesuai dengan susila untuk menaati satu perintah tertentu, ia jangan mengikutinya.Juga apabila mereka sudah menjadi lebih besar, anak-anak selanjutnya harus menghormati orang tuanya, Mereka harus mendahului kerinduannya, harus meminta nasihatnya, dan menerima teguran yang masuk,akal. Kewajiban untuk mematuhi orang-tua berhenti setelah anak-anak dewasa, namun mereka harus selalu menghormati orang-tua. Ini berakar dalam rasa takut akan Allah, salah satu anugerah Roh Kudus.

2218.Perintah keempat mengingatkan anak-anak yang dewasa akan kewajibannya terhadap orang-tua. Dalam usia lanjut, dalam keadaan sakit, dalam kesepian atau kesulitan, mereka harus membantu orang-tuanya sebaik mungkin, baik secara material maupun secara moral. Yesus mengingatkan kewajiban terima kasih ini Bdk. Mrk 7:10-12.
"Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya. Barang siapa menghormati bapanya, memulihkan dosa, dan barang siapa memuliakan ibunya, serupa dengan orang yang mengumpulkan harta. Barang siapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang niscaya doanya dikabulkan. Barang siapa memuliakan bapanya, akan panjang umurnya dan orang yang taat kepada Tuhan, menenangkan ibunya" (Sir 3:2-6).
"Anakku, tolonglah ayahmu dalam masa tuanya, jangan menyakitkan hatinya di masa hidupnya. Lagi pula kalau akalnya sudah berkurang, hendaknya kau maafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya!... Serupa penghujah barang siapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan, orang yang menyakitkan hati ibunya" (Sir 3:12-13.16).

2219.Kasih sayang kepada orang-tua mendukung keserasian kehidupan seluruh keluarga; ia juga mempengaruhi hubungan antara saudara sekandung. Penghormatan kepada orang-tua menyinari iklim di dalam keluarga. "Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu, dan kehormatan anak-anak adalah nenek moyang mereka" (Ams 17:6). "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling membantu" (Ef 4:2).

2220.Orang Kristen harus berterima kasih kepada mereka, darinya mereka beroleh anugerah iman, rahmat Pembaptisan dan kehidupan di dalam Gereja. Hal itu dapat menyangkut orang-tua, anggota-anggota keluarga yang lain, nenek dan kakek, pemimpin rohani, katekis, guru, atau teman. "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu" (2 Tim 1:5).

2221.Kesuburan cinta kasih suami isteri tidak hanya terbatas pada kelahiran anak-anak; ia juga harus mencakup pendidikan kesusilaan dan pembentukan rohaninya. Pendidikan oleh orang-tua "begitu penting, sehingga bila tidak ditunaikan, sulit dapat diganti" (GE 3). Hak maupun kewajiban orang-tua untuk mendidik bersifat hakiki Bdk. FC 36.

2222.Orang-tua harus memandang anak-anaknya sebagai anak-anak Allah, dan menghormati mereka sebagai pribadi-pribadi manusia. Mereka mendidik anak-anaknya agar mereka mematuhi hukum Allah, apabila mereka sendiri patuh kepada kehendak Bapa di surga.

2223.Orang-tua adalah orang-orang pertama yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Pada tempat pertama mereka memenuhi tanggung jawab ini, kalau mereka menciptakan satu rumah keluarga, di mana terdapat kemesraan, pengampunan, penghormatan timbal balik, kesetiaan, dan pengabdian tanpa pamrih. Pendidikan kebajikan mulai di rumah. Di sini anak-anak harus belajar kesiagaan untuk berkurban, mengambil keputusan yang sehat, dan mengendalikan diri, yang merupakan prasyarat bagi kebebasan sejati. Orang-tua harus mengajar anak-anak, "membawahkan aspek-aspek jasmani dan alamiah kepada segi-segi batiniah dan rohani" (CA 36). Orang-tua mempunyai tanggung jawab yang besar, supaya memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya. Kalau mereka dapat mengakui kesalahannya kepada mereka, mereka lalu lebih mudah dapat membimbingnya dan menegurnya.
"Barang siapa cinta kepada anaknya menyediakan cambuk baginya, supaya akhirnya ia mendapatkan sukacita karenanya. Barang siapa mendidik anaknya dengan tertib, akan beruntung karenanya" (Sir 30:1-2). "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" (Ef 6:4).

2224.Rumah keluarga adalah lingkungan alami, tempat anak-anak harus dilatih, untuk solidaritas dan tanggung jawab bersama. Orang-tua harus mendidik anak-anaknya, supaya melindungi mereka dari kelonggaran-kelonggaran palsu dan dari kehilangan martabat yang membahayakan tiap masyarakat manusia.

2225.Oleh rahmat Sakramen Perkawinan, orang-tua mendapat kewajiban dan kehormatan untuk menyampaikan Injil kepada anak-anaknya. Mereka sebagai "pewarta iman pertama" (LG 11) harus secepat mungkin mengantar anak-anaknya masuk ke dalam misteri iman, dan sudah membiasakan mereka sejak usia anak-anak kepada kehidupan Gereja. Cara hidup di dalam keluarga, dapat membentuk sikap mental, yang selama hidupnya di kemudian hari menjadi prasyarat dan penopang bagi iman yang hidup.

2226.Pendidikan iman oleh orang-tua sudah harus mulai sejak usia anak-anak. Ia mulai dengan kebiasaan, bahwa anggota-anggota keluarga saling membantu, supaya dapat tumbuh di dalam iman melalui kesaksian hidup yang sesuai dengan Injil. Katekese keluarga mendahului semua bentuk pelajaran iman yang lain, menyertainya dan memperkayanya. Orang-tua menerima perutusan untuk mengajar anak-anaknya berdoa dan mengajak mereka menemukan panggilan mereka sebagai anak-anak Allah Bdk. LG 11.. Bagi keluarga-keluarga Kristen, paroki adalah persekutuan Ekaristi dan hati kehidupan liturgi. Ia adalah tempat yang sangat cocok untuk katekese anak-anak dan orang-tua.

2227.Anak-anak dapat menyumbangkan dari pihak mereka, supaya orang-tuanya bertumbuh dalam kekudusan Bdk.GS 48,4. . Kalau terjadi penghinaan, percecokan, ketidakadilan, dan kekurangan perhatian, maka semua mereka harus saling mengampuni dengan jiwa besar dan tanpa mengenal lelah, seperti yang dianjurkan oleh cinta kasih timbal balik dan dikehendaki oleh cinta kasih Kristus Bdk. Mat 18:21-22; Luk 17:4.

2228.Penghormatan dan cinta kasih orang-tua terhadap anak-anaknya selama tahun-tahun pertama, nyata di dalam pemeliharaan dan perhatian, yang dengannya mereka mendidik anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani mereka. Kalau anak-anak makin berkembang, orang-tua atas dasar penghormatan dan pengabdian yang sama harus membimbing anak-anaknya, supaya mempergunakan akal budi dan kebebasannya dengan wajar.

2229.Sebagai orang-orang pertama yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak, orang-tua mempunyai hak untuk memilih sekolah bagi mereka yang sesuai dengan keyakinan mereka. Itulah suatu hak asasi. Orang-tua mempunyai kewajiban, supaya memilih sedapat mungkin sekolah-sekolah yang paling baik membantu mereka dalam tugasnya sebagai pendidik Kristen Bdk. GE 6.. Instansi pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjamin hak orang-tua ini dan untuk mengusahakan agar hak itu pun sungguh dapat dilaksanakan.

2230.Kalau anak-anak sudah menjadi dewasa, mereka mempunyai kewajiban dan hak untuk memilih pekerjaan dan status kehidupan. Mereka harus menjalankan tanggung jawab yang baru itu dalam hubungan penuh kepercayaan dengan orang-tua dan menanyakan pandangan serta nasihat mereka dan menerimanya. Orang-tua harus memperhatikan, supaya tidak memaksa anak-anak mereka, baik dalam memilih pekerjaan maupun dalam memilih teman hidup. Tetapi dengan ini mereka tidak dilarang untuk mendampingi anak-anaknya dengan nasihat yang bijaksana, terutama sekali, kalau mereka mempunyai maksud untuk membangun keluarga.

2231.Ada orang yang tidak kawin, supaya merawat orang-tua dan kakak adiknya, supaya mengabdikan diri lebih intensif kepada pekerjaannya atau karena sebab-sebab lain yang patut dihormati. Mereka dapat memberi sumbangan yang besar demi kesejahteraan umat manusia.

2232.Ikatan keluarga memang penting, namun tidak absolut. Setelah anak tumbuh menjadi pribadi yang matang di bidang manusiawi dan rohani, makin nyata dan makin kuat panggilannya yang khusus, yang datang dari Allah. Orang-tua harus menghormati panggilan ini, dan memberi semangat kepada anak-anaknya supaya mengikutinya. Orang harus merasa yakin, bahwa panggilan pertama seorang Kristen ialah mengikuti Kristus Bdk. Mat 16:25.: Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barang siapa mengasihi anaknya laki-laki dan perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku" (Mat 10:37).

2233.Menjadi murid Yesus berarti menerima undangan menjadi anggota keluarga Allah dan hidup seperti Dia: "Barang siapa melakukan kehendak BapaKu di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku dan ibu-Ku" (Mat 12:49). Orang-tua hendaknya menerima dan menghormati dengan gembira dan terima kasih, kalau Tuhan memanggil seorang anaknya untuk mengikuti-Nya dalam keperawanan demi Kerajaan surga, dalam hidup bakti atau dalam pelayanan sebagai imam.

2234.Perintah keempat juga menyuruh kita, supaya menghormati semua mereka yang telah menerima dari Allah satu tugas resmi dalam masyarakat demi kesejahteraan kita. Ia menyatakan kewajiban para pejabat, demikian pula kewajiban dari orang-orang yang dilayani para pejabat.

2235.Mereka yang mempunyai jabatan harus melaksanakan tugas ini sebagai suatu pelayanan. "Barang siapa ingin menjadi terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Mat 20:26). Pelaksanaan tugasnya diukur secara moral menurut asal-usul ilahinya, kesesuaian dengan akal budi dan obyeknya yang khusus. Seorang pun tidak diperbolehkan memerintahkan atau membiasakan sesuatu yang bertentangan dengan martabat manusia dan dengan hukum moral kodrati.

<<   >>