Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

222.Beriman akan Allah yang Esa dan mencintai-Nya dengan seluruh kepribadian kita, mempunyai akibat-akibat yang tidak dapat diduga untuk seluruh kehidupan kita:

223.Kita mengetahui keagungan dan kemuliaan Allah. "Sesungguhnya, Allah itu agung, tidak tercapai oleh pengetahuan kita" (Ayb 36:26). Karena itu, "kita harus menempatkan Allah pada tempat yang pertama sekali" (Jeanne d'Arc).

224.Kita hidup dengan ucapan terima kasih: Kalau Allah itu Esa, maka segala sesuatu yang ada pada kita dan yang kita miliki, berasal dari Dia: "Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Kor 4:7). "Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?" (Mzm 116:12).

225.Kita mengetahui kesatuan dan martabat yang benar semua manusia: Mereka semua diciptakan menurut citra Allah, sesuai dengan-Nya Bdk. Kej 1:26.

226.Kita mempergunakan benda tercipta secara wajar: Iman akan Allah yang Esa mengajar kita mempergunakan segala sesuatu yang bukan Allah, sejauh hal itu mendekatkan kita kepada Allah, dan melepaskannya, sejauh ia menjauhkan kita dari Dia Bdk. Mat 5:29-30; 16:24-26.

"Tuhanku dan Allahku, ambillah dari diriku segala sesuatu yang menghalang-halangi aku untuk datang kepada-Mu.
Tuhanku dan Allahku, berilah aku segala sesuatu yang mendekatkan aku kepada-Mu. Tuhanku dan Allahku, ambillah aku dari diriku dan jadikanlah aku sepenuhnya milikmu".
(Nikolaus dari Flue, Doa).

227.Kita percaya kepada Allah dalam setiap keadaan, juga dalam hal-hal yang mengganggu.
Doa santa Teresia dari Yesus mengungkapkan ini dengan sangat mengesankan:
Semoga tidak ada hal yang membingungkan engkau,
Semoga tidak ada hal yang menakutkan engkau.
Segala sesuatu akan berlalu,
Allah tidak berubah.
Kesabaran memperoleh segala sesuatu.
Siapa yang memiliki Allah tidak kekurangan sesuatu pun.
Allah sendiri mencukupi.
(poes. 30)

228."Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa " (Ul 6:4, menurut Mrk 2:29). "Apa yang mau dipandang sebagai yang terbesar harus esa sifatnya dan tidak boleh mempunyai tandingannya... Sebab kalau Allah tidak esa, maka Ia bukan Allah " (Tertulianus, Marc, 1, 3).

229.Iman akan Allah mendorong kita, supaya berpaling hanya kepada Dia sebagai awal mula kita yang pertama dan sebagai tujuan akhir kita dan tidak boleh ada sesuatu pun yang mendahului-Nya atau mengganti-Nya.

230.Walaupun Allah mewahyukan Diri, namun Ia tetap tinggal rahasia yang tidak terucapkan: "Kalau engkau memahami-Nya, Ia bukan lagi Allah " (Agustinus, serm. 52,6,16).

231.Allah yang kita imani telah mewahyukan Diri sebagai YANG ADA: Ia menyatakan Diri sebagai "yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan " (Kel 34:6) Kebenaran dan cinta adalah kodrat-Nya.

232.Orang Kristen dibaptis atas "nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus" (Mat 28:19). Sebelumnya mereka menjawab pertanyaan tiga ganda, apakah mereka percaya akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dengan: "Aku percaya". "Inti iman semua orang Kristen adalah Allah Tritunggal" (Sesarius dari Arles, symb.).

233.Orang Kristen dibaptis atas "nama" (tunggal) dan bukan atas "nama-nama" (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus Bdk. Pengakuan iman Paus Vigilius pada tahun 552, DS 415., karena ada hanya satu Allah, Bapa yang maha kuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Maha Kudus.

234.Misteri Tritunggal Maha Kudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Itulah misteri kehidupan batin ilahi, dasar pokok segala misteri iman yang lain dan cahaya yang meneranginya. Itulah yang paling mendasar dan hakiki dalam "hierarki kebenaran iman". (DCG 43). "Seluruh sejarah keselamatan tidak lain dari sejarah jalan dan upaya, yang dengan perantaraannya Allah yang satu dan benar - Bapa, Putera, dan Roh Kudus - mewahyukan Diri, memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yang berbalik dari dosa, dan mempersatukan mereka dengan diri-Nya" (DCG 47).

235.Dalam bagian ini dijelaskan secara singkat, bagaimana misteri Tritunggal Maha Kudus diwahyukan (II), bagaimana Gereja merumuskan ajaran iman tentang misteri ini (III) dan bagaimana Bapa melalui perutusan ilahi Putera-Nya dan Roh Kudus melaksanakan "keputusan-Nya yang berbelaskasihan" mengenai penciptaan, penebusan, dan pengudusan (IV).

<<   >>