KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2224. | Rumah keluarga adalah lingkungan alami, tempat anak-anak harus dilatih, untuk solidaritas dan tanggung jawab bersama. Orang-tua harus mendidik anak-anaknya, supaya melindungi mereka dari kelonggaran-kelonggaran palsu dan dari kehilangan martabat yang membahayakan tiap masyarakat manusia.
| | 2225. | Oleh rahmat Sakramen Perkawinan, orang-tua mendapat kewajiban dan kehormatan untuk menyampaikan Injil kepada anak-anaknya. Mereka sebagai "pewarta iman pertama" (LG 11) harus secepat mungkin mengantar anak-anaknya masuk ke dalam misteri iman, dan sudah membiasakan mereka sejak usia anak-anak kepada kehidupan Gereja. Cara hidup di dalam keluarga, dapat membentuk sikap mental, yang selama hidupnya di kemudian hari menjadi prasyarat dan penopang bagi iman yang hidup.
| | 2226. | Pendidikan iman oleh orang-tua sudah harus mulai sejak usia anak-anak. Ia mulai dengan kebiasaan, bahwa anggota-anggota keluarga saling membantu, supaya dapat tumbuh di dalam iman melalui kesaksian hidup yang sesuai dengan Injil. Katekese keluarga mendahului semua bentuk pelajaran iman yang lain, menyertainya dan memperkayanya. Orang-tua menerima perutusan untuk mengajar anak-anaknya berdoa dan mengajak mereka menemukan panggilan mereka sebagai anak-anak Allah Bdk. LG 11.. Bagi keluarga-keluarga Kristen, paroki adalah persekutuan Ekaristi dan hati kehidupan liturgi. Ia adalah tempat yang sangat cocok untuk katekese anak-anak dan orang-tua.
| | 2227. | Anak-anak dapat menyumbangkan dari pihak mereka, supaya orang-tuanya bertumbuh dalam kekudusan Bdk.GS 48,4. . Kalau terjadi penghinaan, percecokan, ketidakadilan, dan kekurangan perhatian, maka semua mereka harus saling mengampuni dengan jiwa besar dan tanpa mengenal lelah, seperti yang dianjurkan oleh cinta kasih timbal balik dan dikehendaki oleh cinta kasih Kristus Bdk. Mat 18:21-22; Luk 17:4.
| | 2228. | Penghormatan dan cinta kasih orang-tua terhadap anak-anaknya selama tahun-tahun pertama, nyata di dalam pemeliharaan dan perhatian, yang dengannya mereka mendidik anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani mereka. Kalau anak-anak makin berkembang, orang-tua atas dasar penghormatan dan pengabdian yang sama harus membimbing anak-anaknya, supaya mempergunakan akal budi dan kebebasannya dengan wajar.
| | 2229. | Sebagai orang-orang pertama yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak, orang-tua mempunyai hak untuk memilih sekolah bagi mereka yang sesuai dengan keyakinan mereka. Itulah suatu hak asasi. Orang-tua mempunyai kewajiban, supaya memilih sedapat mungkin sekolah-sekolah yang paling baik membantu mereka dalam tugasnya sebagai pendidik Kristen Bdk. GE 6.. Instansi pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjamin hak orang-tua ini dan untuk mengusahakan agar hak itu pun sungguh dapat dilaksanakan.
| | 2230. | Kalau anak-anak sudah menjadi dewasa, mereka mempunyai kewajiban dan hak untuk memilih pekerjaan dan status kehidupan. Mereka harus menjalankan tanggung jawab yang baru itu dalam hubungan penuh kepercayaan dengan orang-tua dan menanyakan pandangan serta nasihat mereka dan menerimanya. Orang-tua harus memperhatikan, supaya tidak memaksa anak-anak mereka, baik dalam memilih pekerjaan maupun dalam memilih teman hidup. Tetapi dengan ini mereka tidak dilarang untuk mendampingi anak-anaknya dengan nasihat yang bijaksana, terutama sekali, kalau mereka mempunyai maksud untuk membangun keluarga.
| | 2231. | Ada orang yang tidak kawin, supaya merawat orang-tua dan kakak adiknya, supaya mengabdikan diri lebih intensif kepada pekerjaannya atau karena sebab-sebab lain yang patut dihormati. Mereka dapat memberi sumbangan yang besar demi kesejahteraan umat manusia.
| | 2232. | Ikatan keluarga memang penting, namun tidak absolut. Setelah anak tumbuh menjadi pribadi yang matang di bidang manusiawi dan rohani, makin nyata dan makin kuat panggilannya yang khusus, yang datang dari Allah. Orang-tua harus menghormati panggilan ini, dan memberi semangat kepada anak-anaknya supaya mengikutinya. Orang harus merasa yakin, bahwa panggilan pertama seorang Kristen ialah mengikuti Kristus Bdk. Mat 16:25.: Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barang siapa mengasihi anaknya laki-laki dan perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku" (Mat 10:37).
| | 2233. | Menjadi murid Yesus berarti menerima undangan menjadi anggota keluarga Allah dan hidup seperti Dia: "Barang siapa melakukan kehendak BapaKu di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku dan ibu-Ku" (Mat 12:49). Orang-tua hendaknya menerima dan menghormati dengan gembira dan terima kasih, kalau Tuhan memanggil seorang anaknya untuk mengikuti-Nya dalam keperawanan demi Kerajaan surga, dalam hidup bakti atau dalam pelayanan sebagai imam.
| | 2234. | Perintah keempat juga menyuruh kita, supaya menghormati semua mereka yang telah menerima dari Allah satu tugas resmi dalam masyarakat demi kesejahteraan kita. Ia menyatakan kewajiban para pejabat, demikian pula kewajiban dari orang-orang yang dilayani para pejabat.
| | 2235. | Mereka yang mempunyai jabatan harus melaksanakan tugas ini sebagai suatu pelayanan. "Barang siapa ingin menjadi terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Mat 20:26). Pelaksanaan tugasnya diukur secara moral menurut asal-usul ilahinya, kesesuaian dengan akal budi dan obyeknya yang khusus. Seorang pun tidak diperbolehkan memerintahkan atau membiasakan sesuatu yang bertentangan dengan martabat manusia dan dengan hukum moral kodrati.
| | 2236. | Pelaksanaan wewenang bermaksud menampilkan tata nilai yang wajar, dengan tujuan membantu semua orang mempergunakan kebebasan dan tanggung jawabnya. Para pemimpin harus menjalankan dengan bijaksana keadilan distributif, sementara memperhitungkan kebutuhan dan juga sumbangan dari setiap orang dan mengikhtiarkan keserasian dan perdamaian. Mereka harus memperhatikan, supaya tindakan dan perintah mereka tidak membawa orang ke dalam percobaan untuk mempertentangkan kepentingan pribadi dan kesejahteraan umum Bdk. CA 25.
| | 2237. | Para penguasa politik berkewajiban menghormati hak asasi manusia. Mereka harus melaksanakan keadilan secara manusiawi, sementara itu menghormati hak tiap orang, terutama hak keluarga dan hak orang-orang yang berkekurangan.Hak-hak sebagai warga negara dapat dan harus dijamin sesuai dengan tuntutan kesejahteraan umum. Penguasa-penguasa resmi tidak boleh membatalkannya tanpa alasan yang benar dan memadai. Pelaksanaan hak-hak politik harus memajukan kesejahteraan umum bangsa dan masyarakat manusia.
| << >>
|