KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2455. | Hukum kesusilaan melarang memperhamba manusia dengan cara apa pun, karena ketamakan atau dengan tujuan totaliter, lalu membeli, menjual, atau menukar mereka bagaikan barang.
| | 2456. | Pencipta telah memberikan kepada manusia hak untuk menggunakan bahan-bahan mentah, flora, dan fauna dunia ini. Tetapi sementara itu manusia harus memperhatikan kewajiban-kewajiban susila, juga terhadap generasi yang akan datang.
| | 2457. | Binatang berada di bawah kuasa manusia, yang harus menunjukkan kemurahan hati terhadap mereka. Mereka dapat melayani kebutuhan yang wajar dari manusia.
| | 2458. | Gereja memberi penilaian dalam bidang ekonomi dan sosial, apabila hak asasi manusia atau kebahagiaan jiwa-jiwa menuntutnya. Ia memperhatikan kesejahteraan umum manusia di bidang duniawi, sejauh hal ini terarah kepada kebaikan tertinggi, tujuan terakhir kita.
| | 2459. | Manusia itu sendiri adalah pencetus, inti, dan tujuan seluruh kehidupan ekonomi dan kemasyarakatan. Sangat menentukan bagi masalah sosial bahwa benda-benda yang diciptakan Allah bagi semua orang, benar-benar sampai. kepada semua orang sesuai dengan keadilan dan melalui cinta kasih.
| | 2460. | Nilai pekerjaan yang utama datang dari manusia itu sendiri yang melakukannya dan untuk siapa itu ditentukan. Dengan pekerjaannya manusia mengambil bagian dalam karya penciptaan. Bekerja dalam persatuan dengan Kristus, dapat menyelamatkan.
| | 2461. | Pembangunan yang benar menyangkut seluruh manusia. Karena itu yang penting adalah memajukan kemampuan setiap manusia untuk menjawab panggilannya, sebab itu panggilan AllahBdk. CA 29.
| | 2462. | Memberi amal kepada orang miskin adalah bukti cinta kasih persaudaraan dan pekerjaan keadilan yang berkenan kepada Allah.
| | 2463. | Siapa tidak mengenal dalam sejumlah besar manusia tanpa makanan, atap, dan tempat bernaung, Lasarus, pengemis yang kelaparan dalam perumpamaan Yesus Bdk. Luk 16:19-31. ? Bagaimana orang tidak dapat mendengar suara Yesus: "Kamu tidak melakukannya juga untuk Aku " (Mat 25:45)
"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu" (Kel 20:16)."Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan" (Mat 5:33).
| | 2464. | Perintah kedelapan melarang memutarbaIikkan kebenaran dalam hubungan dengan orang lain. Peraturan moral ini dibuktikan juga dari panggilan bangsa kudus, untuk menjadi saksi Tuhannya, yang adalah kebenaran dan yang menghendaki kebenaran. Melanggar kebenaran dalam kata dan perbuatan berarti satu penolakan untuk mewajibkan diri pada kejujuran moral; itu adalah satu ketidaksetiaan yang mendalam terhadap Tuhan dan dengan demikian membahayakan dasar-dasar perjanjian.
| | 2465. | Perjanjian Lama memberikan kesaksian: Allah adalah sumber segala kebenaran. Perkataan-Nya adalah kebenaranBdk. Ams 8:7; 2 Sam 7:28.. Hukum-Nya adalah kebenaranBdk. Mzm 119:142.. "Kesetiaan-Mu bertahan sepanjang zaman" (Mzm 119:90)Bdk. Luk 1:50.. Karena Allah selalu benar (Rm 3:4), maka anggota-anggota bangsanya harus hidup dalam kebenaranBdk. Mzm 119:30.
| | 2466. | Di dalam Yesus Kristus, kebenaran Allah menampilkan diri secara penuh dan sempurna. Karena "penuh rahmat dan kebenaran" (Yoh 1:14), Ia adalah "terang dunia" (Yoh 8:12), Kebenaran itu sendiri Bdk. Yoh 14:6., "supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yoh 12:46). Siapa yang tinggal di dalam Sabda Yesus adalah murid Yesus yang sebenarnya; ia akan "mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan" (Yoh 8:32) dan menguduskan dia Bdk. Yoh 17:17.. Mengikuti Yesus berarti hidup dari "roh kebenaran" (Yoh 14:17), yang diutus Bapa dalam narna-Nya Bdk. Yoh 14:26. dan yang akan menghantar masuk ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya cinta kepada kebenaran tanpa syarat: "Jika ya hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat" (Mat 5:37).
| | 2467. | Dari kodratnya manusia itu mencari kebenaran. Ia berkewajiban untuk menghormatinya dan memberikan kesaksian: "Menurut martabat mereka, semua orang - justru sebagai pribadi, artinya berakal budi dan berkehendak bebas, oleh karena itu mengemban tanggung jawab pribadi - berdasarkan kodrat mereka sendiri terdorong, dan karena kewajiban moral terikat untuk mencari kebenaran, terutama yang menyangkut agama. Mereka wajib juga berpegang pada kebenaran yang mereka kenal, dan mengatur seluruh hidup mereka menurut tuntutan kebenaran" (DH 2).
| | 2468. | Kebenaran dalam arti bertindak dan berbicara secara jujur berarti kejujuran, ketulusan hati atau sikap berterus terang. Kebajikan ketulusan hati atau kejujuran menuntut bahwa orang nyata sebagai benar dalam perbuatannya, mengatakan kebenaran dalam kata-katanya dan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, penipuan, dan kemunafikan.
| << >>
|