Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2524.Bentuk ungkapan sikap sopan ini berbeda dari kultur ke kultur. Tetapi di mana-mana terkandung gagasan mengenai martabat rohani yang khas untuk manusia. Ia tumbuh melalui tumbuhnya kesadaran pribadi. Mendidik anak-anak dan kaum remaja dalam sikap sopan ini berarti membangkitkan hormat terhadap pribadi manusia.

2525.Kemurnian Kristen menuntut satu pemurnian lingkungan sosial. Ia menuntut dari media komunikasi cara ungkapan, yang menghargai kepentingan orang lain dan tahu batas. Kemurnian hati membebaskan dari tersebarnya erotisme dan menjauhkan tontonan yang menyuburkan voyeurisme dan khayalan.

2526.Yang dinamakan permisivitas moral adalah pandangan yang berdasar atas anggapan keliru mengenai kebebasan manusia. Perkembangan kebebasan membutuhkan pendidikan melalui hukum kesusilaan. Dari para pendidik, dituntut bahwa mereka menyampaikan kepada kaum muda satu pelajaran yang menghormati kebenaran, sifat-sifat hati, dan martabat manusia yang bersifat susila dan rohani.

2527."Kabar baik tentang Kristus tiada hentinya memperbaharui kehidupan dan kebudayaan manusia yang jatuh berdosa, memerangi dan menyingkirkan kesesatan dan kejahatan, yang berasal dari godaan dosa yang selalu mengancam. Ia tak henti-hentinya memurnikan dan mengangkat adat-istiadat para bangsa. Warta itu bagaikan dari dalam. menyuburkan harta semarak jiwa serta bakat pembawaan setiap bangsa dan setiap masa dengan kekayaan adikodrati, meneguhkannya, melengkapinya, dan membaharuinya dalam Kristus" (GS 58,4).

2528."Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya" (Mat 5:28).

2529.Perintah kesembilan mewaspadakan keinginan daging dan hawa nafsu.

2530.Perjuangan melawan keinginan daging terjadi melalui pembersihan hati dan latihan menjaga batas dalam segala hal.

2531.Kemurnian hati akan memperlihatkan Tuhan kepada kita. Sejak sekarang ini ia sudah melihat segala-galanya dalam terang Tuhan.

2532.Untuk pembersihan hati dibutuhkan doa, kemurnian, kejujuran maksud, dan pandangan.

2533.Kemurnian hati menuntut sikap yang sopan, yang terdiri dari kesabaran, kerendahan hati, dan perasaan halus. Sikap yang sopan melindungi keintiman seseorang.

2534.Perintah kesepuluh menggandakan dan melengkapkan perintah kesembilan tentang keinginan daging. Ia melarang menginginkan barang orang lain, karena dari keinginan itu lahir pencurian, perampokan, dan penipuan, yang dilarang oleh perintah ketujuh. "Keinginan mata" Bdk. 1 Yoh 2:16. menghantar menuju kekerasan dan ketidakadilan yang dilarang oleh perintah kelima Bdk. Mi 2:2.. Sebagaimana ketidakmurnian, keinginan berakar dalam penyembahan berhala yang dilarang oleh ketiga perintah yang pertama Bdk. Keb 14:12.. Perintah kesepuluh menyangkut maksud hati; bersama dengan perintah kesembilan ia merangkum semua peraturan hukum.

2535.Keinginan inderawi membuat kita merindukan hal-hal yang tidak kita miliki. Dengan demikian kita - umpamanya - merindukan makanan apabila kita lapar; atau udara panas apabila kita kedinginan. Keinginan-keinginan ini dalam dirinya baik; namun sering kali mereka melampaui ukuran yang arif dan menggoda kita merindukan sesuatu secara tidak adil, apa yang bukan milik kita, melainkan milik orang lain atau menjadi hak orang lain.

2536.Perintah kesepuluh melarang keserakahan dan keinginan tanpa batas akan barang-barang duniawi; melarang kelobaan yang tidak terkendalikan, yang muncul dari kerinduan yang tidak tahu batas dan penuh nafsu akan kekayaan dan kekuasaan berkaitan dengan itu. Ia juga melarang kerinduan melakukan satu ketidakadilan, yang akan merugikan harta milik duniawi dari orang lain:
"Kalau dilarang dalam hukum: Engkau tidak boleh menginginkan maka kata-kata ini mempunyai arti bahwa kita menjauhkan keinginan kita dari milik orang lain; karena kehausan keinginan akan barang orang lain itu sangat besar dan tanpa batas dan tidak akan dipuaskan sebagaimana dikatakan Kitab Suci: seorang tamak tidak pernah memiliki uang yang cukup (Pkh 5:9) (Catech. R. 3,10,13).

2537.Keinginan akan barang-barang milik sesama tidak melanggar perintah ini, sejauh orang hendak mendapatkannya dengan cara-cara yang benar. Katekese tradisional menyebutkan dengan jelas, manusia-manusia macam apa saja yang harus berjuang melawan kebiasaan jahat ini dan karena itu mereka harus dinasihati dengan lebih cermat lagi supaya mengikuti peraturan ini:
"Para pedagang yang menginginkan kelaparan dan kenaikan harga, dan tidak senang melihat bahwa ada orang lain di samping mereka yang membeli atau menjual, karena tanpa saingan mereka dapat menjual dengan lebih mahal dan membeli dengan lebih murah. Dalam hal ini mereka-mereka itu pun berdosa yang menginginkan agar orang lain menderita, supaya mereka sendiri dapat mengambil keuntungan waktu membeli atau menjual ... juga para dokter yang menginginkan penyakit; para hakim yang menghendaki banyak kejadian yang berat dan perkelahian" (Catech. R. 3,10,23).

2538.Perintah kesepuluh menuntut agar menyingkirkan rasa iri dari hati manusia. Ketika nabi Natan hendak berusaha menobatkan raja Daud, ia menceriterakan kepadanya sejarah seorang miskin yang hanya memiliki seekor domba, yang ia perlakukan seperti anaknya sendiri, dan seorang kaya, yang walaupun memiliki kawanan domba yang banyak, merasa iri terhadap orang miskin itu dan akhimya mengambil dombanya Bdk. 2 Sam 12:1-4.. Rasa iri hati dapat menghantar Bdk. Kej 4:3-7; 1 Raj 21:1-29. sampai kepada perbuatan-perbuatan yang terjahat. Oleh iri hati setan datanglah kematian ke dunia Bdk. Keb 2:24.
"Kita saling berperang dan iri hati mempersenjatai kita satu terhadap yang lain... Kalau semua orang dengan gigih merobek Tubuh Kristus, kita lalu akan sampai di mana ? Kita sudah mulai menghancurkan Tubuh Kristus... Kita mengatakan bahwa kita adalah anggota dari Tubuh yang satu dan sama, dan di samping itu kita saling menelan bagaikan binatang buas" (Yohanes Krisostomus hom. in Cor. 27,3-4).

2539.Iri hati adalah satu dosa pokok. Ia berarti bahwa orang kecewa karena yang lain mendapat untung, dan menghendaki secara tidak terbatas, untuk memiliki sendiri hartanya atas cara yang tidak adil. Siapa yang menginginkan yang jahat bagi sesamanya, melakukan dosa berat.
Santo Agustinus melihat di dalam iri hati "dosa setani" (catech. 4:8). "Dari iri hati muncullah kedengkiah, fitnah, hujah, kegirangan akan kesengsaraan sesama, dan menyesalkan keberuntungannya" (Gregorius Agung., mor. 31,45).

2540.Iri hati merupakan satu dari bentuk gundah gulana dan dengan demikian satu penolakan cinta kasih. Yang dibaptis harus berjuang melawannya dengan kebaikan hati. Iri hati sering muncul dari kesombongan; yang dibaptis berusaha, supaya hidup dengan rendah hati.
"Apakah kamu ingin melihat Tuhan dihormati melalui kamu? Baik, kalau begitu kamu harus bergembira dengan kemajuan saudaramu, dan dengan demikian Tuhan sudah dimuliakan. Terpujilah Allah, demikian orang akan mengatakan, karena pelayannya tahu memerangi iri hati, dengan bergembira atas jasa-jasa orang lain" (Yohanes Krisostomus, hom. in Rom 7,5).

2541.Tata hukum dan rahmat memalingkan hati manusia dari kelobaan dan iri hati; membimbingnya supaya merindukan kebaikan tertinggi; mengajarnya mengenai kehendak Roh Kudus, yang memuaskan hati manusia.Tuhan segala perjanjian selalu mengawasi manusia sejak awal terhadap godaan, oleh apa yang tampak di firdaus sebagai baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagi pula menarik hati Bdk. Kej 3:6.

2542.Hukum yang telah dipercayakan kepada umat Israel tidak pernah dapat membenarkan manusia yang takluk kepadanya; ia malahan telah menjadi sarana "nafisu" Bdk. Rm 7:7.. Kesenjangan antara keinginan dan perbuatan Bdk. Rm 7:10. menunjukkan konflik antara hukum Tuhan, yaitu "hukum akal budi" dan satu hukum lain, sehingga "aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku" (Rm 7:23).

2543."Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-Kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya" (Rm 3:21-22). Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Kristus "telah menyalibkan daging dengan segala hawa-nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24); mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus dan mengikuti maksudnya Bdk. Rm 8:27.

2544.Yesus mewajibkan murid-muridNya agar mengutamakan-Nya di atas segala-galanya dan di atas semua orang, dan mengusulkan kepada mereka, agar demi diri-Nya dan demi Injil Bdk. Mrk 8:35. mengurbankan "seluruh harta miliknya" (Luk 14:33). Sebelum sengsara-Nya Ia memberi bagi mereka janda miskin dari Yerusalem sebagai contoh, yang walaupun dirinya sangat berkekurangan, namun memberikan segala-galanya, yang ia miliki untuk hidup Bdk. Luk 21:4.. Memenuhi perintah pelepasan dari harta milik sangat perlu, supaya dapat masuk ke dalam Kerajaan surga.

2545.Semua umat beriman Kristen hendaknya "mengarahkan keinginan hati dengan tepat, supaya mereka dalam mengejar cinta kasih yang sempurna jangan dirintangi karena menggunakan hal-hal duniawi dan melekat pada kekayaan melawan semangat kemiskinan menurut Injil" (LG 42).

2546."Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah" (Mat 5:3). Sabda bahagia mengungkapkan satu tata kegembiraan dan rahmat, keindahan perdamaian. Yesus memuji kegembiraan kaum miskin, karena mereka sudah memiliki Kerajaan Allah Bdk. Luk 6:20.
"Sabda [artinya Kristus] melukiskan kerendahan hati yang sadar dan pengurbanan roh manusia sebagai kemiskinan di hadapan Allah, dan Rasul sendiri menempatkan bagi kita kemiskinan Allah sebagai contoh, ketika ia berkata: "Ia membuat diri-Nya menjadi miskin demi kepentingan kita" (2 Kor 8:9)" (Gregorius dari Nisa, beat. 1).

2547.Tuhan mengeluhkan orang-orang kaya, karena mereka -menemukan hiburannya dalam kelimpahan barang-barang duniawi Bdk. Luk 6:24.. "Yang angkuh mengejar kekuasaan duniawi, sedangkan yang miskin mencari jalan menuju Kerajaan surga dalam roh" (Agustinus, serm. Dom. 1,1,3). Siapa yang percaya kepada penyelenggaraan Bapa surgawi, dibebaskan dari keresahan yang menggelisahkan untuk masa depannya Bdk. Mat 6:25-34.. Kepercayaan kepada Allah adalah satu persiapan untuk kebahagiaan para miskin. Mereka akan memandang Allah.

<<   >>