Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2574.Ketika janji-janji mulai terpenuhi - dalam Paskah, dalam keberangkatan dari Mesir, dalam pemberian hukum dan dalam pengikatan perjanjian, - doa Musa menjadi contoh yang mengharukan dari doa syafaat, yang akan terpenuhi di dalam satu-satunya "pengantara antara Allah dan manusia ... Kristus Yesus" (1 Tim 2:5).

2575.Juga di sini Allah mendahului manusia. Ia memanggil Musa dari dalam semak bernyalaBdk. Kel 3:1-10.. Kejadian ini dipandang sebagai salah satu contoh utama bagi setiap doa, di dalam tradisi rohani Yahudi dan Kristen. Sebab, kalau "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" memanggil abdi-Nya Musa, maka itu disebabkan, karena Ia adalah Allah yang hidup, yang menghendaki kehidupan manusia. Ia menyatakan Diri untuk membebaskan mereka; tetapi Ia tidak mau membebaskan manusia melawan keinginannya atau tanpa bantuan manusia. Karena itu Ia memanggil Musa, supaya mengutus dia dan mengikutsertakan dia dalam kasih sayang-Nya dan dalam karya keselamatan-Nya. Pengutusan ini seakan-akan merupakan satu permohonan Allah, dan baru sesudah satu dialog yang agak lama, Musa menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak Allah, Pembebas. Dalam percakapan ini, di mana Allah mempercayakan Diri kepada Musa, Musa belajar berdoa: ia mencari dalih, membuat keberatan, tetapi terutama menyampaikan pertanyaan. Tuhan menjawab dengan mempercayakan kepada Musa nama-Nya yang tak terungkapkan, yang akan menyata di dalam karya-karya-Nya yang agung.

2576."Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka, seperti seorang berbicara kepada temannya" (Kel 33:11). Doa Musa adalah contoh doa kontemplatif, yang dengan bantuannya abdi Allah tetap setia kepada perutusannya. Musa "berbicara" dengan Tuhan sering kali dan lama. Ia mendaki gunung untuk mendengarkan Allah dan untuk memohon kepada-Nya lalu turun lagi kepada bangsanya untuk mengulangi kata-kata Allahnya dan untuk memimpinnya. "Hamba-Ku Musa adalah seorang yang setia dalam rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus-terang, bukan dengan teka-teki" (Bil 12:7-8), karena "Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi" (Bil 12:3).

2577.Dari pergaulan yang mesra dengan Allah yang setia, sabar, dan penuh cintaBdk. Kel 34:6., Musa menimba kekuatan untuk doa syafaat yang tabah. Ia tidak berdoa untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsanya, yang telah Allah pilih bagi diri-Nya. Sudah sejak peperangan melawan orang AmalekhBdk. Kel 17:8-13. dan minta penyembuhan MiryamBdk. Bil 12-.13-14., Musa menyampaikan doa syafaat. Tetapi terutama sesudah bangsa itu jatuh, Musa menjadi penengah, "ia mengetengahi di hadapan-Nya" (Mzm 106:23) untuk menyelamatkan bangsa IsraelBdk. Kel 32:1-34:9.. Oleh karena itu, jelaslah bahwa doa syafaat juga satu pergulatan penuh rahasia. Argumen-argumen yang Musa sampaikan dalam doa; mengilhami keberanian hati pendoa besar bangsa Yahudi serta Gereja. Karena Allah itu cinta kasih dan dengan demikian adil dan setia. Ia tidak dapat bertentangan dengan Diri sendiri. Ia harus mengingat akan karya-karya-Nya yang agung. Kehormatan-Nya menjadi taruhan: Ia tidak boleh meninggalkan bangsa yang memakai nama-Nya.

2578.Doa Umat Allah berkembang di sekeliling tempat kediaman Allah; pada mulanya tempat ini adalah Tabut Perjanjian dan kemudian kenisah. Pada mulanya para imam dan para nabi sebagai pemimpin mengajar bangsa itu berdoa. Untuk anak Samuel sikap ibunya Hanna di hadirat Allah merupakan "satu sekolah doa"Bdk. 1 Sam 1:9-18.. Ia belajar pada imam Eli, bagaimana orang harus mendengarkan perkataan Allah: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (1 Sam 3:9-10). Kemudian baru ia mengetahui nilai dan beban doa syafaat: "Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa pada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus" (1 Sam 12:23).

2579.Daud adalah sesungguhnya raja "menurut hati Allah", gembala yang berdoa bagi bangsanya dan atas namanya. Kepatuhannya kepada kehendak Allah, pujiannya kepada Allah dan penyesalannya menjadi contoh doa bagi bangsanya. Doanya, doa orang yang diurapi Allah, adalah memegang dengan setia kepada janji ilahiBdk. 2 Sam 7:18-29., kepercayaan penuh cinta dan gembira kepada satu-satunya Raja dan Tuhan. Diilhami oleh Roh Kudus, Daud membuktikan diri di dalam Mazmur sebagai nabi pertama dari doa Yahudi dan Kristen. Doa Kristus, Mesias dan Putera Daud yang benar, menyatakan dan memenuhi arti doa ini.

2580.Kenisah Yerusalem, rumah doa, yang hendak Daud dirikan, didirikan oleh puteranya Salomo. Doa waktu pemberkatan kenisahBdk. 1 Raj 8:10-61. berdasarkan pada janji Allah dan pada perjanjian dengan Dia, pada kehadiran nama-Nya yang bekerja dalam bangsa-Nya dan pada peringatan akan karya-karya agung waktu keluar dari Mesir. Raja mengangkat tangan ke surga dan memohon kepada Tuhan untuk diri sendiri, untuk seluruh bangsa, dan untuk generasi mendatang, minta pengampunan dosa dan apa yang mereka butuhkan setiap hari. Karena semua bangsa hendaknya tahu bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya dan bahwa hati bangsa-Nya menjadi milik-Nya seutuhnya.

2581.Kenisah harus menjadi tempat latihan doa untuk Umat Allah. Ziarah, pesta--pesta dan kurban-kurban, kurban malam, kemenyan, dan "roti sajian" adalah tanda--tanda kekudusan dan kemuliaan Allah yang agung namun yang sangat dekat. Semuanya itu merupakan ajakan untuk doa dan jalan-jalan doa. Tetapi pelaksanaan lahiriah dari kegiatan religius sering kali menggoda umat untuk suatu ibadah yang hanya bersifat lahiriah. Ia membutuhkan pendidikan dalam iman dan pertobatan hati. Inilah tugas para nabi sebelum dan sesudah pembuangan.

2582.Elia adalah bapa para nabi, "orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub" (Mzm 24:6). Nama "Elia" - "Tuhan adalah Allahku" - menyatakan seruan bangsa yang bergaung sebagai jawaban atas doa sang nabi di gunung KarmelBdk. 1 Raj 18:39.. Santo Yakobus menunjuk seruan ini, untuk menggerakkan kita supaya berdoa: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak 5:16b).

2583.Setelah Elia mengalami kerahiman di tempat perlindungannya di sungai Kerit, ia lalu mengajar janda dari Sarepta, supaya percaya kepada Sabda Allah. Ia memperkuat iman ini dengan doanya yang tekun dan Allah mengembalikan kehidupan kepada anak janda itu Bdk. 1 Raj 17:7-24.. Kurban di gunung Karmel adalah satu ujian yang menentukan iman Umat Allah. Dalam kurban ini, api Tuhan menghanguskan kurban bakar atas permintaan Elia, "pada waktu... di mana biasanya dipersembahkan kurban pertama". Liturgi Gereja-gereja Timur mengambil alih seruan Elia "Dengarlah aku, Tuhan, dengarlah aku" dalam epiklese Ekaristi Bdk. 1 Raj 18:20-39.. Ketika Elia akhirnya pergi lagi ke padang gurun, ke tempat di mana Allah yang hidup dan benar menyatakan Diri kepada umat-Nya, ia duduk berjongkok, seperti Musa dulu, "di sebuah gua", sampai kehadiran Allah yang penuh rahasia itu "berjalan lewat" Bdk. 1 Raj 19:1-14; Kel 33:19-23.. Tetapi baru di gunung kemuliaan Bdk. Luk 9:30- 35., Allah yang wajah-Nya dicari manusia, akan menyatakan Diri. Pada wajah Kristus yang tersalib dan bangkit, mereka melihat kemuliaan Allah Bdk. 2 Kor 4:6.

2584.Dalam kesendirian dengan Allah, para nabi menerima terang dan kekuatan untuk perutusan mereka. Doa mereka bukanlah suatu pelarian dari dunia yang tidak berkepercayaan, melainkan suatu usaha mendengarkan Sabda Allah. Doa ini sering kali membuka hati atau mengeluh, tetapi selalu merupakan satu doa syafaat, yang mengharapkan dan mempersiapkanBdk. Am 7:2.5; Yes 6:5.8.11; Yer 1:6; 15:15-18; 20:7-18. campur tangan Allah yang membebaskan, Tuhan sejarah.

2585.Dari zaman antara Daud dan kedatangan Mesias terdapat teks-teks doa dalam buku-buku suci yang memberi kesaksian bahwa doa untuk diri sendiri dan untuk orang lain sudah mendalamBdk. Ezr 9:6-15; Neh 1:4-11. Yun 2:3-10; Tob 3:11-16; Ydt 9:2-14.. Mazmur-mazmur [madah pujian] tahap demi tahap disusun dalam sebuah himpunan dengan lima bagian. Buku Mazmur adalah satu bukti menonjol mengenai doa dalam Perjanjian Lama.

2586.Mazmur adalah makanan bagi dan ungkapan dari doa Umat Allah, yang pada hari raya besar berkumpul di Yerusalem dan setiap Sabat di sinagoga. Doa ini serentak pribadi dan umum: ia menyangkut mereka yang berdoa itu sendiri dan semua manusia. Ia dilambungkan dari tanah suci dan dari antara umat diaspora, namun merangkul seluruh ciptaan. Mazmur-mazmur mengingatkan kejadian-kejadian keselamatan di masa lampau dan mengarah kepada penyelesaian sejarah. Dalam doa mazmur umat mengenangkan janji-janji yang telah terpenuhi dan menantikan Mesias yang akan menyelesaikan itu secara definitif. Didoakan dan terpenuhi dalam Kristus, mazmur-mazmur mempunyai arti mendasar untuk doa Gereja Bdk. IGLH 100-109.

2587.Kitab Mazmur adalah buku, di mana Sabda Allah menjadi doa manusia. Di dalam buku-buku lain dari Perjanjian Lama kata-kata mewartakan karya Allah untak manusia dan "menerangkan rahasia yang tercantum di dalamnya" (DV 2). Dalam buku mazmur-mazmur kata-kata pemazmur menyatakan karya keselamatan Allah sebagai madah demi penghormatan kepada-Nya. Roh Kudus yang sama mengilhami baik karya Allah maupun jawaban manusia. Kristus mempersatukan kedua-duanya. Di dalam Dia mazmur-mazmur tak henti-hentinya mengajarkan kita berdoa.

<<   >>