KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2575. | Juga di sini Allah mendahului manusia. Ia memanggil Musa dari dalam semak bernyalaBdk. Kel 3:1-10.. Kejadian ini dipandang sebagai salah satu contoh utama bagi setiap doa, di dalam tradisi rohani Yahudi dan Kristen. Sebab, kalau "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" memanggil abdi-Nya Musa, maka itu disebabkan, karena Ia adalah Allah yang hidup, yang menghendaki kehidupan manusia. Ia menyatakan Diri untuk membebaskan mereka; tetapi Ia tidak mau membebaskan manusia melawan keinginannya atau tanpa bantuan manusia. Karena itu Ia memanggil Musa, supaya mengutus dia dan mengikutsertakan dia dalam kasih sayang-Nya dan dalam karya keselamatan-Nya. Pengutusan ini seakan-akan merupakan satu permohonan Allah, dan baru sesudah satu dialog yang agak lama, Musa menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak Allah, Pembebas. Dalam percakapan ini, di mana Allah mempercayakan Diri kepada Musa, Musa belajar berdoa: ia mencari dalih, membuat keberatan, tetapi terutama menyampaikan pertanyaan. Tuhan menjawab dengan mempercayakan kepada Musa nama-Nya yang tak terungkapkan, yang akan menyata di dalam karya-karya-Nya yang agung.
| | 2576. | "Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka, seperti seorang berbicara kepada temannya" (Kel 33:11). Doa Musa adalah contoh doa kontemplatif, yang dengan bantuannya abdi Allah tetap setia kepada perutusannya. Musa "berbicara" dengan Tuhan sering kali dan lama. Ia mendaki gunung untuk mendengarkan Allah dan untuk memohon kepada-Nya lalu turun lagi kepada bangsanya untuk mengulangi kata-kata Allahnya dan untuk memimpinnya. "Hamba-Ku Musa adalah seorang yang setia dalam rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus-terang, bukan dengan teka-teki" (Bil 12:7-8), karena "Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi" (Bil 12:3).
| | 2577. | Dari pergaulan yang mesra dengan Allah yang setia, sabar, dan penuh cintaBdk. Kel 34:6., Musa menimba kekuatan untuk doa syafaat yang tabah. Ia tidak berdoa untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsanya, yang telah Allah pilih bagi diri-Nya. Sudah sejak peperangan melawan orang AmalekhBdk. Kel 17:8-13. dan minta penyembuhan MiryamBdk. Bil 12-.13-14., Musa menyampaikan doa syafaat. Tetapi terutama sesudah bangsa itu jatuh, Musa menjadi penengah, "ia mengetengahi di hadapan-Nya" (Mzm 106:23) untuk menyelamatkan bangsa IsraelBdk. Kel 32:1-34:9.. Oleh karena itu, jelaslah bahwa doa syafaat juga satu pergulatan penuh rahasia. Argumen-argumen yang Musa sampaikan dalam doa; mengilhami keberanian hati pendoa besar bangsa Yahudi serta Gereja. Karena Allah itu cinta kasih dan dengan demikian adil dan setia. Ia tidak dapat bertentangan dengan Diri sendiri. Ia harus mengingat akan karya-karya-Nya yang agung. Kehormatan-Nya menjadi taruhan: Ia tidak boleh meninggalkan bangsa yang memakai nama-Nya.
| << >>
|