KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2612. | Di dalam Yesus, Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus meminta supaya bertobat dan percaya, tetapi juga supaya berjaga-jaga. Dalam doa, murid menantikan dengan penuh perhatian Dia yang ada dan yang datang, sambil mengingat kedatangan pertama dalam kerendahan daging dan berharap akan kedatangan-Nya yang kedua dalam kemuliaan Bdk. Mrk 13; Luk 21:34-36.. Doa murid-murid adalah satu perjuangan, yang dimenangkan dalam persekutuan dengan Guru: siapa yang berkanjang dalam doa, tidak masuk ke dalam percobaan Bdk. Luk 22:40-46.
| | 2613. | Santo Lukas menyampaikan kepada kita tiga perumpamaan penting mengenai doa: Yang pertama berbicara mengenai sahabat yang tidak tahu malu Bdk. Luk 11:5-13. dan meminta supaya berdoa dengan mendesak: "Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu". Bapa di surga akan memberikan kepada orang yang berdoa demikian, apa yang ia butuhkan, terutama Roh Kudus, rangkuman semua anugerah yang baik. Yang kedua bercerita tentang janda yang selalu mendesak Bdk. Luk 18:1-8.; perumpaman ini mengarah kepada sifat doa yang lain: berdoa tanpa henti-hentinya dalam kesabaran beriman. "Tetapi apakah Anak Manusia masih menemukan iman di bumi ini kalau Ia datang?" Perumpamaan ketiga tentang orang Farisi dan pemungut cukai Bdk. Luk 18:9-14. menuntut kerendahan hati waktu berdoa. "Allah, kasihanilah aku orang berdosa". Gereja selalu menggunakan doa ini: "Kyrie eleison !"
| | 2614. | Ketika Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya rahasia doa kepada Bapa, Ia menyingkapkan kepada mereka, bagaimana seharusnya doa mereka - dan dengan demikian juga doa kita - setelah Ia kembali lagi kepada Bapa-Nya dalam kodrat manusia-Nya yang dimuliakan: yang baru ialah permohonan atas nama-Nya Bdk. Yoh 14:13-14.. Iman kepada Kristus mengantar para murid masuk ke dalam perkenalan Bapa, karena Yesus adalah "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Iman membuahkan cinta kasih: kita berpedoman kepada kata-kata dan perintah Yesus; kita tinggal di dalam Bapa yang mengasihi kita di dalam Kristus sedemikian, sehingga Ia tinggal di dalam kita. Di dalam Perjanjian Baru, ada kepastian bahwa doa-doa kita akan dikabulkan berdasarkan doa Kristus Bdk. Yoh 14:13-14.
| | 2615. | Lebih lagi: Kalau doa kita bersatu dengan doa Yesus, Ia memenuhi janji-Nya: "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya yaitu Roh Kebenaran" (Yoh 14:16-17). Dimensi doa yang baru ini menyata dalam wejangan perpisahan Bdk. Yoh 14:23-26; 15:7.16; 16:13-15; 16:23-27.. Dalam Roh Kudus, doa Kristen adalah persatuan dalam cinta kasih dengan Bapa, bukan hanya melalui Kristus, melainkan juga di dalam Dia: "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu" (Yoh 16:24).
| | 2616. | Doa yang diarahkan kepada Yesus sudah dikabulkan-Nya sewaktu karya-Nya melalui tanda-tanda, yang mengantisipasi daya kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus mengabulkan doa yang beriman, yang diungkapkan lewat kata-kata (permohonan penderita kusta Bdk.Mrk 1:40-41., Yairus Bdk. Mrk 5:36., wanita Kanaan Bdk. Mrk 7:29., dan penyamun yang baik Bdk. Luk 23:39-43.), tetapi juga permohonan yang tidak diungkapkan (pengusung orang lumpuh Bdk. Mrk 2:5.; wanita yang menderita pendarahan, yang menjamah jubah-Nya Bdk. Mrk 5:28.; air mata dan minyak wangi dari wanita pendosaBdk. Luk 7:37-38.). Permohonan mendesak dari orang-orang buta: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud!" (Mat 9:27); "Anak Daud, kasihanilah aku!" (Mat 10:48) diambil dalam tradisi doa Yesus: "Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah, kasihanilah aku orang berdosa!" Yesus selalu mengabulkan doa yang disampaikan kepada-Nya dengan penuh iman, demi penyembuhan penyakit-penyakit atau demi pengampunan dosa: "Pergilah dalam damai; imanmu telah menyelamatkan engkau". Santo Agustinus menyimpulkan ketiga dimensi doa Yesus dengan sangat cemerlang: "Ia berdoa bagi kita sebagai Imam kita; Ia berdoa di dalam kita sebagai Kepala kita; kita berdoa kepada?Nya sebagai Allah kita. Jadi, hendaknya kita mendengarkan suara kita di dalam-Nya dan suara-Nya di dalam kita" (Psal. 85,1)Bdk. IGLH 7.
| | 2617. | Doa Maria dinyatakan kepada kita pada awal kepenuhan waktu. Sebelum penjelmaan Putera Allah menjadi manusia dan sebelum pencurahan Roh Kudus, doanya secara istimewa turut serta dalam rencana Bapa yang penuh rahmat: untuk mengandung Kristus pada saat pewartaan Bdk. Luk 1:38., dan untuk pendirian Gereja, Tubuh Kristus, pada hari Pentekosta Bdk. Kis 1:14.. Dalam iman hamba-Nya yang rendah hati, anugerah Allah diterima atas cara yang ia nantikan sejak awal segala waktu. "Dipenuhi dengan rahmat" oleh Yang Mahakuasa, Maria menjawab melalui penyerahan seluruh dirinya: "Lihatlah, aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu". Fiat! - itulah doa Kristen: sepenuhnya menjadi milik-Nya, karena Ia sepenuhnya menjadi milik kita.
| | 2618. | Injil menyatakan kepada kita, bagaimana Maria berdoa dan menjadi perantara dalam iman: di Kana Bdk. Yoh 2:1-12. ibu Yesus meminta apa yang dibutuhkan untuk perjamuan perkawinan. Perjamuan ini adalah tanda bagi satu perjamuan lain: yakni perjamuan perkawinan Anak Domba, di mana Kristus, atas permohonan Gereja sebagai mempelai-Nya, menyerahkan tubuh dan darah-Nya. Pada saat Perjanjian Baru, Maria didengarkan pada kaki salib . Karena ia adalah wanita, Hawa baru, "ibu semua orang hidup", yang benar.
| | 2619. | Karena itu, madah pujian Maria Bdk. Luk 1:46-55. (dalam bahasa Latin "Magnificat", dalam bahasa latin "Megalinarion") sekaligus merupakan - madah pujian Bunda Allah.dan Gereja, madah pujian Puteri Sion dan Umat Allah yang baru. Ia adalah madah syukur atas kepenuhan rahmat yang diberikan dalam tata keselamatan, satu kidung "orang miskin", yang harapannya dipenuhi berlimpah ruah, karena janji-janji, yang diberikan "kepada Abraham. dan keturunannya untuk selama-lamanya", dipenuhi.
| | 2620. | Dalam Perjanjian Baru, doa Yesus, Putera Allah, adalah contoh sempurna bagi setiap doa. Doa Yesus - sering kali dalam kesunyian dan tersembunyi - merupakan persetujuan penuh cinta kepada kehendak Bapa sampai di salib dan dalam kepercayaan absolut bahwa Ia akan didengarkan.
| | 2621. | Di dalam ajaran-Nya, Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa dengan hati yang bersih, dengan iman yang hidup dan tabah, serta dengan keberanian seorang anak. Ia meminta dengan sangat, supaya berwaspada dan mengundang mereka untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah dalam nama-Nya. Yesus Kristus sendiri mengabulkan permohonan-permohonan yang disampaikan kepada-Nya.
| | 2622. | Doa Perawan Maria dalam "Fiat "nya dan dalam "Magnificat " ditandai dengan penyerahan seluruh diri dalam iman.
| | 2623. | Pada hari Pentekosta dicurahkanlah atas para murid, Roh yang dijanjikan. Mereka "semua berkumpul di satu tempat" (Kis 2:1), "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kis 1:14) dan menantikan Roh Kudus. Roh yang mengajarkan Gereja dan yang mengingatkan dia akan segala sesuatu yang telah dikatakan Yesus Bdk. Yoh 14:26., serta mendidiknya menuju suatu kehidupan doa.
| | 2624. | Orang beriman dari umat perdana di Yerusalem "bertekun dalam pengajaran Rasul-Rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis 2:42). Urutan ini sangat berarti: doa Gereja berdasarkan atas iman para Rasul, disahkan oleh cinta kasih, dan dipelihara dalam Ekaristi.
| | 2625. | Umat beriman pada mulanya mempertahankan doa-doa yang mereka dengar dan baca dalam Kitab Suci. Tetapi mereka menghubungkannya dengan waktu sekarang. Ini berlaku terutama untuk mazmur-mazmur yang sudah dipenuhi di dalam Kristus Bdk. Luk 24:27.44.. Roh Kudus yang memperingatkan Gereja-Nya yang berdoa kepada Kristus, mengantar dia juga ke dalam seluruh kebenaran. Ia mengajak, agar mengungkapkan secara baru misteri Kristus yang tidak terduga, yang sedang bekerja dalam kehidupan, dalam Sakramen-sakramen dan dalam perutusan Gereja. Cara ungkapan yang baru ini berkembang dalam tradisi-tradisi liturgis dan rohani yang besar. Bentuk-bentuk doa yang ditradisikan dalam buku-buku kanonis para Rasul menjadi patokan bagi doa Kristen.
| | 2626. | Berkat merupakan tindakan dasariah doa Kristen: pertemuan antara Allah dan manusia. Di dalam berkat itu, anugerah Allah dan penerimaannya oleh manusia bersatu dalam sapaan timbal balik. Doa yang memberkati adalah jawaban manusia atas anugerah-anugerah Allah. Karena Allah memberkati, maka hati manusia dapat memuja Dia yang adalah sumber segala berkat Perkataan Latin "benedicere" mempunyai arti ganda "memberkati" dan "memuji" (catatan penerjemah).
| | 2627. | Pertemuan ini pada hakikatnya mempunyai dua arah: pada satu pihak ia naik - dibawa oleh Roh Kudus - melalui Kristus kepada Bapa: kita memuja Dia, karena Ia memberkati kita Bdk. Ef 1:3-14; 2 Kor 1:3-7; 1 Ptr 1:3-9.. Di lain pihak, kita memohon rahmat Roh Kudus yang turun dari Bapa melalui Kristus: Allah memberkati kita Bdk. 2 Kor 13:13; Rm 15:5-6.13; Ef 6:23-24.
| | 2628. | Penyembahan adalah sikap pertama manusia, yang mengakui diri sebagai makhluk di depan Pencipta-Nya. Ia memuliakan kebesaran Tuhan yang menciptakan kita Bdk. Mzm 95:1-6., dan kemahakuasaan Penyelamat yang membebaskan kita dari yang jahat. Dalam penyembahan, roh menundukkan diri di depan "Raja kemuliaan" (Mzm 24:9-10). Penyembahan Allah yang kudus dan yang harus dicintai di atas segala-galanya, memenuhi kita dengan kerendahan hati dan memberi kepercayaan teguh kepada permohonan kita.
| | 2629. | Dalam Perjanjian Baru kita temukan pelbagai kata untuk permohonan: memohon, meminta, meminta dengan sangat, menyeru, menjerit, berteriak, malahan juga "bergumul dalam doa"Bdk. Rm 15:30; Ko14:12.. Tetapi ungkapan yang paling biasa dan paling cocok adalah "memohon". Dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah. Kita adalah makhluk, dan karena itu, bukan asal-usul kita sendiri, bukan tuan atas keberadaan kita, dan juga bukan tujuan kita yang terakhir. Sebagai orang berdosa, kita orang Kristen pun tahu bahwa kita selalu saja memalingkan diri dari Bapa kita. Permohonan itu sendiri sudah merupakan langkah berbalik kepada Allah.
| | 2630. | Perjanjian Baru hampir tidak mengenal doa keluhan, seperti yang sering ditemukan dalam Perjanjian Lama. Dalam Kristus yang bangkit, doa Gereja diwarnai oleh harapan, meskipun kita masih menanti dan masih harus menobatkan diri hari demi hari. Doa Kristen muncul dari kedalaman yang lebih besar. Santo Paulus menamakan asal doa ini "mengeluh"; yang ia maksudkan, ciptaan yang "mengeluh dan merasa sakit bersalin" (Rm 8:22). Ia juga maksudkan kita, karena kita "mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam harapan" (Rm 8:23-24). Akhirnya santo Paulus juga maksudkan Roh Kudus, yang, menggantikan kita "dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm 8:26).
| | 2631. | Mohon pengampunan adalah bentuk pertama dari doa permohonan. Itu ditemukan misalnya dalam doa pemungut cukai: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (Luk 18:13). Doa itu merupakan prasyarat untuk doa yang baik dan jujur. Kerendahan hati yang penuh kepercayaan, menempatkan kembali kita dalam terang persekutuan dengan Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus, dan dengan demikian dalam persekutuan antara kita manusiaBdk. 1 Yoh 1:7-2:2.. Lalu, "apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari-Nya" (1 Yoh 3:22). Doa mohon pengampunan harus mendahului perayaan Ekaristi dan doa pribadi.
| | 2632. | Menurut ajaran Yesus, dalam pusat doa Kristen terdapat kerinduan akan dan pencarian Kerajaan Allah Bdk. Mat 6:10.33; Luk 11:2.13.. Untuk itu terdapat satu hierarki permohonan: pertama-tama kita memohon Kerajaan dan sesudah itu segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menerimanya dan untuk turut bekerja demi kedatangannya. Turut serta dalam perutusan Kristus dan Roh Kudus, yang kini meqiadi perutusan Gereja, adalah pokok doa umat apostolikBdk. Kis 6:6; 13.3.. Doa santo Paulus menunjukkan kepada kita, bagaimana keprihatinan ilahi untuk semua Gereja harus menjiwai doa Kristen Bdk Rm 10:1; Ef 1:16-23; Flp 1:9-11; Kol 1:3-6; 4:3-4.12.. Melalui doa, setiap orang yang dibaptis ikut bekerja demi kedatangan Kerajaan Allah.
| | 2633. | Setiap orang yang atas cara demikian mengambil bagian dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, mengerti bahwa setiap kebutuhan dapat menjadi pokok doa. Kristus yang telah menerima segala sesuatu, menebus segala sesuatu, dimuliakan oleh permohonan yang kita ajukan kepada Bapa dalam nama-NyaBdk. Yoh 14:13.. Untuk itu santo Yakobus Bdk. Yak 1:5-8. dan santo Paulus Bdk. Ef 5:20; Flp 4:6-7; Ko13:16-17; 1 Tes 5:17-18. mengajak kita, agar berdoa setiap waktu.
| | 2634. | Doa syafaat adalah doa permohonan yang membuat doa kita serupa dengan doa Yesus. Ia adalah Perantara satu-satunya pada Bapa untuk semua manusia, terutama untuk orang berdosa Bdk. Rm 8:34; 1 Yoh 2:1; 1 Tim 2:5-8.. Ia sanggup "menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab, Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka" (Ibr 7:25). "Roh [Kudus sendiri] membantu kita dalam kelemahan kita; ... sesuai dengan kehendak Allah, Ia berdoa untuk orang-orang kudus" (Rm 8:26-27).
| | 2635. | Setiap hati yang sesuai dengan kerahiman Allah, sejak Abraham, dapat membantu orang-orang lain dan memohon bagi mereka. Pada masa Gereja, doa syafaat orang Kristen mengambil bagian dalam doa syafaat Kristus; ialah ungkapan persekutuan orang-orang kudus. Dalam doa syafaat setiap pendoa "tidak memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Flp 2:4) - ya, ia malahan berdoa bagi mereka yang berbuat jahat terhadapnya Bdk. St. Stefanus yang sama seperti Yesus mendoakan mereka yang menyiksanya: Kis 7:60; Luk 23:28.34.
| | 2636. | Umat Kristen pertama tetap saling mendoakan dengan tekun Bdk. Kis 12:5; 20:36; 21:5; 2 Kor 9:14.. Dengan cara ini Rasul santo Paulus mengikutsertakan mereka dalam pelayanan Injil Bdk. Ef 6:18-20; Kol 4:3-4; 1 Tes 5:25., tetapi ia juga senantiasa berdoa untuk mereka Bdk. 2 Tes 1:11; Kol 1:3; Flp 1:3-4.. Doa syafaat warga Kristen tidak mengenal tapal batas: ia berlaku "untuk semua orang, untuk raja-raja, dan untuk semua pembesar" (1 Tim 2:1-2). Warga Kristen berdoa pula untuk para penghambat Bdk. Rm 12:14. dan untuk keselamatan mereka yang menolak Injil Bdk. Rm 10: 1.
| | 2637. | Ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja, yang dalam perayaan Ekaristi [= ucapan syukur] menyatakan hakikatnya dan terbentuk menurut apa yang dinyatakan itu. Sesungguhnya melalui karya penyelamatan-Nya, Kristus membebaskan ciptaan dari dosa dan kematian, menahbiskannya secara baru dan mengembalikannya kepada Bapa, demi kemuliaan-Nya. Ucapan terima kasih anggota-anggota tubuh mengambil bagian dalam ucapan terima kasih Kepalanya.
| | 2638. | Tiap kejadian dan kebutuhan dapat menjadi kurban syukur, sama seperti mereka dapat menjadi pokok doa permohonan. Surat-surat santo Paulus sering kali mulai dan berakhir dengan ucapan terima kasih, yang selalu menunjuk kepada Yesus. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tes 5:18). "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur" (Kol 4:2).
| | 2639. | Pujian adalah bentuk doa yang mengakui Allah secara paling langsung. Pujian mengagungkan Allah demi diri-Nya sendiri. Ia memberikan hormat kepada-Nya, bukan hanya karena perbuatan-perbuatan-Nya, melainkan karena Ia ada. Siapa memuji Allah, mengambil bagian dalam kebahagiaan mereka yang murni hatinya: ia mencintai Allah dalam iman, sebelum ia memandang-Nya dalam kemuliaan. Melalui doa pujian, Roh Kudus mempersatukan diri dengan roh kita, untuk menyaksikan bahwa kita adalah anak-anak Allah Bdk. Rm 8:16.. Ia memberi kesaksian untuk Putera yang tunggal; di dalam Dia kita menjadi anak angkat dan oleh-Nya kita memuliakan Bapa. Pujian mencakup bentuk-bentuk doa yang lain dan membawanya menuju sumber dan tujuannya: "satu Allah yaitu Bapa. Dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan untuk Dialah kita hidup" (1 Kor 8:6).
| << >>
|