KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2624. | Orang beriman dari umat perdana di Yerusalem "bertekun dalam pengajaran Rasul-Rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis 2:42). Urutan ini sangat berarti: doa Gereja berdasarkan atas iman para Rasul, disahkan oleh cinta kasih, dan dipelihara dalam Ekaristi.
| | 2625. | Umat beriman pada mulanya mempertahankan doa-doa yang mereka dengar dan baca dalam Kitab Suci. Tetapi mereka menghubungkannya dengan waktu sekarang. Ini berlaku terutama untuk mazmur-mazmur yang sudah dipenuhi di dalam Kristus Bdk. Luk 24:27.44.. Roh Kudus yang memperingatkan Gereja-Nya yang berdoa kepada Kristus, mengantar dia juga ke dalam seluruh kebenaran. Ia mengajak, agar mengungkapkan secara baru misteri Kristus yang tidak terduga, yang sedang bekerja dalam kehidupan, dalam Sakramen-sakramen dan dalam perutusan Gereja. Cara ungkapan yang baru ini berkembang dalam tradisi-tradisi liturgis dan rohani yang besar. Bentuk-bentuk doa yang ditradisikan dalam buku-buku kanonis para Rasul menjadi patokan bagi doa Kristen.
| | 2626. | Berkat merupakan tindakan dasariah doa Kristen: pertemuan antara Allah dan manusia. Di dalam berkat itu, anugerah Allah dan penerimaannya oleh manusia bersatu dalam sapaan timbal balik. Doa yang memberkati adalah jawaban manusia atas anugerah-anugerah Allah. Karena Allah memberkati, maka hati manusia dapat memuja Dia yang adalah sumber segala berkat Perkataan Latin "benedicere" mempunyai arti ganda "memberkati" dan "memuji" (catatan penerjemah).
| | 2627. | Pertemuan ini pada hakikatnya mempunyai dua arah: pada satu pihak ia naik - dibawa oleh Roh Kudus - melalui Kristus kepada Bapa: kita memuja Dia, karena Ia memberkati kita Bdk. Ef 1:3-14; 2 Kor 1:3-7; 1 Ptr 1:3-9.. Di lain pihak, kita memohon rahmat Roh Kudus yang turun dari Bapa melalui Kristus: Allah memberkati kita Bdk. 2 Kor 13:13; Rm 15:5-6.13; Ef 6:23-24.
| | 2628. | Penyembahan adalah sikap pertama manusia, yang mengakui diri sebagai makhluk di depan Pencipta-Nya. Ia memuliakan kebesaran Tuhan yang menciptakan kita Bdk. Mzm 95:1-6., dan kemahakuasaan Penyelamat yang membebaskan kita dari yang jahat. Dalam penyembahan, roh menundukkan diri di depan "Raja kemuliaan" (Mzm 24:9-10). Penyembahan Allah yang kudus dan yang harus dicintai di atas segala-galanya, memenuhi kita dengan kerendahan hati dan memberi kepercayaan teguh kepada permohonan kita.
| | 2629. | Dalam Perjanjian Baru kita temukan pelbagai kata untuk permohonan: memohon, meminta, meminta dengan sangat, menyeru, menjerit, berteriak, malahan juga "bergumul dalam doa"Bdk. Rm 15:30; Ko14:12.. Tetapi ungkapan yang paling biasa dan paling cocok adalah "memohon". Dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah. Kita adalah makhluk, dan karena itu, bukan asal-usul kita sendiri, bukan tuan atas keberadaan kita, dan juga bukan tujuan kita yang terakhir. Sebagai orang berdosa, kita orang Kristen pun tahu bahwa kita selalu saja memalingkan diri dari Bapa kita. Permohonan itu sendiri sudah merupakan langkah berbalik kepada Allah.
| << >>
|