KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2638. | Tiap kejadian dan kebutuhan dapat menjadi kurban syukur, sama seperti mereka dapat menjadi pokok doa permohonan. Surat-surat santo Paulus sering kali mulai dan berakhir dengan ucapan terima kasih, yang selalu menunjuk kepada Yesus. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tes 5:18). "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur" (Kol 4:2).
| | 2639. | Pujian adalah bentuk doa yang mengakui Allah secara paling langsung. Pujian mengagungkan Allah demi diri-Nya sendiri. Ia memberikan hormat kepada-Nya, bukan hanya karena perbuatan-perbuatan-Nya, melainkan karena Ia ada. Siapa memuji Allah, mengambil bagian dalam kebahagiaan mereka yang murni hatinya: ia mencintai Allah dalam iman, sebelum ia memandang-Nya dalam kemuliaan. Melalui doa pujian, Roh Kudus mempersatukan diri dengan roh kita, untuk menyaksikan bahwa kita adalah anak-anak Allah Bdk. Rm 8:16.. Ia memberi kesaksian untuk Putera yang tunggal; di dalam Dia kita menjadi anak angkat dan oleh-Nya kita memuliakan Bapa. Pujian mencakup bentuk-bentuk doa yang lain dan membawanya menuju sumber dan tujuannya: "satu Allah yaitu Bapa. Dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan untuk Dialah kita hidup" (1 Kor 8:6).
| | 2640. | Santo Lukas sering menyinggung dalam Injilnya, keheranan dan pujian, yang disebabkan oleh mukjizat-mukjizat Kristus. Keheranan dan pujian itu disebabkan juga oleh perbuatan-perbuatan para Rasul, yang pada dasarnya merupakan perbuatan Roh Kudus: misalnya pembentukan umat di Yerusalem Bdk. Kis 2:47. dan penyembuhan orang lumpuh oleh Petrus dan Yohanes Bdk. Kis 3:9.. Kerumunan orang banyak memuliakan Allah karena penyembuhan ini Bdk. Kis 4:21.. Ketika diwartakan kabar gembira kepada orang-orang kafir di Pisidia, "bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan" (Kis 13:48).
| << >>
|