KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2654. | Bapa-bapa kehidupan rohani menyimpulkan dalam tafsirannya mengenai Matius 7:7 sikap-sikap hati, yang dalam doa dipelihara oleh Sabda Allah: "Kalau membaca, carilah dan kamu akan menemukan dalam renungan; kalau berdoa, ketuklah dan bagimu akan dibukakan melalui meditasi" Bdk. Guigo Karthai, scala.
| | 2655. | Perutusan Kristus dan Roh Kudus, yang mewartakan, menghadirkan dan menyampaikan misteri keselamatan di dalam liturgi sakramental Gereja, dilanjutkan dalam hati yang berdoa. Kadang-kadang bapa-bapa rohani membanding-bandingkan hati dengan sebuah altar. Doa menampung liturgi selama dan sesudah perayaan dalam dirinya dan menjadikannya miliknya sendiri. Juga apabila doa itu dilakukan "di tempat tersembunyi" (Mat 6:6), ia tetap doa Gereja dan persekutuan bersama Tritunggal Mahakudus Bdk. IGLH 9.
| | 2656. | Kita masuk ke dalam doa seperti ke dalam liturgi: melalui pintu iman yang sempit. Dalam tanda-tanda kehadiran Tuhan kita mencari dan merindukan wajah-Nya. Di dalam tanda-tanda itu kita hendak mendengarkan Sabda-Nya dan menyimpannya.
| | 2657. | Roh Kudus mengajar kita, supaya merayakan liturgi dalam penantian akan kedatangan Kristus kembali; dengan demikian ia mendidik kita berdoa dalam harapan. Doa Gereja dan doa pribadi memperkuat harapan di dalam kita. Terutama mazmur-mazmur dengan bahasanya yang konkret dan kaya-raya mengajar kepada kita, supaya menaruh harapan kita kepada Allah: "Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong" (Mzm 40:2). "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Rm 15:13).
| | 2658. | "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Rm 5:5). Doa, yang dibentuk oleh kehidupan liturgi, menimba segala-galanya dari cinta kasih, dengannya kita dicintai dalam Kristus. Ia membuat kita menjawab dengan mencinta, sebagaimana Ia mencintai kita. Cinta kasih adalah sumber utama bagi doa; siapa menimba darinya, mencapai puncak doa tertinggi:
"Aku mencintai Engkau, ya Allahku, dan kerinduanku satu-satunya ialah mencintai Engkau sampai hembusan napas terakhir hidupku. Aku mencintai Engkau, ya Allahku, yang patut dicintai tanpa batas, dan aku lebih suka mati dalam cinta kepada-Mu, daripada hidup tanpa cinta kepada-Mu. Aku mencintai Engkau, ya Tuhan, dan rahmat satu-satunya, yang aku mohon dari-Mu ialah rahmat supaya mencintai Engkau sampai kekal... Allahku, kalau lidahku tidak dapat mengatakan setiap saat bahwa aku mencintai Engkau, maka aku mau bahwa hatiku mengulanginya untuk-Mu sekian banyak kali, sebanyak aku bernapas" (Jean Marie Vianney, Doa).
| | 2659. | Kalau kita mendengar Sabda Tuhan dan mengambil bagian dalam misteri Paska, kita belajar berdoa pada waktu-waktu tertentu. Tetapi Roh-Nya dikaruniakan kepada kita setiap saat, dalam peristiwa-peristiwa setiap hari, sebagai sumber doa. Ajaran Yesus mengenai doa kepada Bapa kita dan mengenai penyelenggaraan Bdk. Mat 6:11.34. mengikuti garis pemikiran yang sama: Waktu terletak dalam tangan Bapa; kita menjumpai Dia hari ini, bukan kemarin atau esok, melainkan: "Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu" (Mzm 95:7- 8).
| << >>
|