KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2668. | Menyerukan nama Yesus adalah jalan yang paling gampang untuk berdoa secara tetap. Kalau sering diulangi dengan rendah hati dan penuh perhatian, doa ini tidak tenggelam dalam "banyak kata-kata" (Mat 6:7), tetapi menyimpan Sabda itu dan dalam ketekunan menghasilkan buah Bdk. Luk 8:15.. Doa ini mungkin "setiap waktu", karena berdoa bukanlah satu kegiatan di samping yang lain, melainkan suatu kegiatan yang unik untuk mencintai Allah yang menjiwai dan menyinari segala perbuatan dalam Kristus Yesus.
| | 2669. | Doa Gereja menghormati dan memuja Hati Yesus, sama seperti ia menyerukan nama-Nya yang kudus. Gereja menyembah Sabda yang sudah menjadi manusia dan hati-Nya, yang karena cinta kasih-Nya kepada manusia, membiarkan diri ditembus oleh dosa-dosa kita. Doa Kristen mengikuti Penebus dengan rela dalam jalan salib. Perhentian-perhentian, mulai dari balai pengadilan sampai ke Golgota dan sampai ke makam, melukiskan jalan Yesus yang telah menebus dunia dengan salib-Nya yang kudus.
| | 2670. | "Tidak ada seorang pun dapat mengakui Yesus adalah Tuhan selain oleh Roh Kudus" (1 Kor 12:3). Setiap kali kita mulai berdoa kepada Yesus, Roh Kudus menarik kita ke jalan doa, dengan perantaraan rahmat-Nya yang mendahului kita. Ia mengajar kita berdoa dengan mengingatkan kita akan Yesus; bagaimana mungkin kita tidak berdoa juga kepada-Nya sendiri? Karena itu Gereja mengundang kita berdoa setiap hari memohon Roh Kudus, terutama pada awal dan pada akhir setiap perbuatan yang penting:
"Kalau Roh tidak boleh disembah, bagaimana Ia dapat mengilahikan saya melalui Pembaptisan? Dan kalau Ia harus disembah, bukankah Ia harus merupakan tujuan penghormatan khusus?" (Gregorius dari Nasiansa, or. theol. 5,28).
| | 2671. | Bentuk permohonan biasa untuk mendapatkan Roh Kudus ialah seruan kepada Bapa melalui Kristus, Tuhan kita, supaya memberikan kita Roh Penghibur Bdk. Luk 11:13.. Ketika Yesus menjanjikan Roh kebenaran Bdk. Yoh 14:17; 15:26; 16:13., Ia menekankan perlunya kita memohon Roh Kudus dalam nama-Nya. Yang biasa juga ialah doa yang paling gampang dan langsung: "Datanglah, Roh Kudus!" Tiap tradisi liturgi mengembangkannya dalam antifon dan himnenya:
"Datanglah, Roh Kudus, penuhilah hati umat beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka!" Bdk. Bait Pengantar Injil Pentekosta.
"Raja surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, harta segala kebaikan dan sumber kehidupan, datanglah, tinggallah di dalam kami, bersihkanlah dan selamatkaniah kami, Engkau yang baik" (Liturgi Bisantin, Troparion Vesper Pentekosta).
| | 2672. | Roh Kudus, yang urapan-Nya memenuhi seluruh diri kita, adalah guru doa Kristen di dalam batin kita. Ialah sumber tradisi doa yang hidup. Banyaknya cara berdoa dapat ditemukan sebanyak manusia yang berdoa, namun Roh yang sama bekerja di dalam semua mereka dan dengan semua mereka. Di dalam persekutuan Ron Kudus, doa Kristen adalah doa di dalam Gereja.
| | 2673. | Di dalam doa, Roh Kudus mempersatukan kita dengan pribadi Putera yang tunggal dalam kodrat manusia-Nya yang dimuliakan. Melalui Dia dan di dalam Dia doa kita, sebagai putera-puteri Allah di dalam Gereja, disatukan dengan Bunda Yesus .
| | 2674. | Sejak persetujuan yang ia berikan dengan penuh iman pada saat pewartaan dan yang ia pegang teguh di bawah salib, keibuan Maria menyangkut juga saudara dan saudari Puteranya, "yang kini masih mengembara di bumi dan masih diliputi oleh bahaya dan kesukaran" (LG 62). Yesus, Perantara satu-satunya, adalah jalan doa kita; Maria, ibu-Nya dan ibu kita, tidak menghalang-halangi kita. Sebaliknya sesuai dengan lukisan yang biasa di Timur dan Barat, ia adalah "penunjuk jalan" [Hodegetria] dan "rambu" Kristus.
| | 2675. | Bertitik tolak dari turut serta Maria yang unik dalam karya Roh Kudus, Gereja-gereja telah mengembangkan doa kepada Bunda Allah yang kudus. Mereka mengarahkan doa ini seluruhnya kepada Kristus, sebagaimana Ia menyatakan diri dalam misteri-misteri-Nya. Dalam himne dan antifon yang tidak terhitung jumlahnya, yang menyatakan doa ini, biasanya dua gerakan berganti-ganti: yang satu memuja Tuhan untuk "hal-hal besar" yang Ia lakukan kepada abdi-Nya yang rendah hati, dan melalui dia untuk semua manusia Bdk. Luk 1:46-55.; yang lain mempercayakan kepada Bunda Yesus, segala permohonan dan pujian anak-anak Allah, karena ia mengetahui kodrat manusia, yang dengannya Putera Allah telah bersatu di dalam dia.
| | 2676. | Gerakan ganda dari doa kepada Maria, terungkap secara bagus di dalam "Salam Maria": Salam Maria. Secara harfiah: "Bergembiralah, Maria". Salam malaikat Gabriel membuka doa Ave. Allah sendiri memberi salam kepada Maria melalui malaikat-Nya. Doa kita berani mengambil alih salam kepada Maria, dengan memandang hamba yang hina, seakan-akan dengan mata Allah Bdk. Luk 1:48. dan mengambil bagian dalam kegembiraan, yang Allah alami karena Maria Bdk. Zef 3:17b.. Penuh rahmat, Tuhan sertamu. Kedua bagian dari salam malaikat saling menjelaskan. Maria penuh rahmat, karena Tuhan ada sertanya. Rahmat yang memenuhi dia seluruhnya adalah kehadiran Dia yang merupakan sumber segala rahmat. "Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!... Tuhan Allahmu ada di antaramu" (Zef 3:14.17a). Maria, yang didalamnya Tuhan sendiri tinggal, adalah puteri Sion secara pribadi, Tabut Perjanjian dan tempat di mana kemuliaan Tuhan bertakhta. Ia adalah "kemah Allah di tengah-tengah manusia" (Why 21:3). "Penuh rahmat", Maria menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia yang mengambil tempat tinggal di dalamnya dan hendak ia berikan kepada dunia. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Sesudah salam malaikat kita menggunakan sapaan Elisabet. "Dipenuhi oleh Roh Kudus" (Luk 1:41) Elisabet adalah orang pertama dari sederetan panjang angkatan-angkatan yang menyebut Maria bahagia Bdk. Luk 1:48.: "Berbahagialah ia yang telah percaya" (Luk 1:45). Maria "diberkati di antara semua perempuan" (1:42), karena ia telah percaya bahwa Sabda Allah akan dipenuhi. Atas dasar iman, "semua bangsa [telah) mendapat berkat" melalui Abraham (Kej 12:2-3). Atas dasar iman, Maria telah menjadi Bunda kaum beriman. Karena jasa Maria, semua bangsa di dunia dapat menerima Dia, yang adalah berkat Allah sendiri: "Yesus, buah tubuhmu yang terpuji".
| | 2677. | Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami... Bersama Elisabet kita merasa heran, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Luk 1:43). Karena Maria hendak memberi kita Puteranya Yesus, maka ia yang adalah Bunda Allah, juga menjadi Bunda kita. Kita dapat menyampaikan kepadanya segala kesusahan dan permohonan kita. Ia berdoa bagi kita, sebagaimana ia berdoa untuk dirinya sendiri: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1:38). Kalau kita mempercayakan diri kepada doanya, kita menyerahkan diri bersama dia kepada kehendak Allah: "Jadilah kehendak-Mu". Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Kalau kita memohon kepada Maria supaya mendoakan kita, kita mengakui diri sebagai orang berdosa dan berpaling kepada "Bunda kerahiman", yang kudus seutuhnya. Kita mempercayakan diri kepadanya "sekarang", dalam kehidupan kita hari ini. Dan kepercayaan kita itu meluas lagi, sehingga kita sekarang ini sudah mempercayakan "waktu kematian kita" kepadanya. Semoga ia sungguh hadir, seperti pada waktu kematian Puteranya di salib, dan semoga ia menerima kita pada waktu kematian kita sebagai ibu Bdk. Yoh 19:27., agar mengiringi kita menuju Puteranya Yesus, masuk ke dalam Firdaus.
| | 2678. | Dalam kesalehan Barat selama Abad Pertengahan muncullah Doa Rosario sebagai pengganti populer untuk ibadat harian. Di dunia Timur, Litani Akathistos dan Paraklisis lebih mirip dengan ibadat harian dalam Gereja-gereja Bisantin, sementara tradisi Armenia, Koptik, dan Siria lebih mengutamakan himne dan lagu-lagu rakyat, untuk menghormati Bunda Allah. Tetapi tradisi doa pads hakikatnya tetap sama dalam Salam Maria, dalam theotokia, dalam himne santo Efraim, dan santo Gregorius dari Narek. 971, 1674 2679 Maria adalah pendoa sempurna dan citra Gereja. Kalau kita berdoa kepadanya, kita menyetujui bersama dia keputusan Bapa, yang mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan semua manusia. Sebagaimana murid yang dicintai Yesus, kita juga menerima Bunda Yesus yang telah menjadi Bunda semua orang hidup, ke dalam rumah kita Bdk. Yoh 19:27.. Kita dapat berdoa dan memohon bersama dia. Doa Gereja seakan-akan didukung oleh doa Maria; ia disatukan dengan Maria dalam harapan Bdk. LG 68-69.
| | 2680. | Doa terutama ditujukan kepada Bapa dan juga kepada Yesus, teristimewa dengan menyerukan nama-Nya yang kudus: "Yesus, Kristus, Putera Allah, Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa ".
| | 2681. | "Tidak ada seorang pun dapat berkata: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus " (1 Kor 12:3). Gereja mengundang kita untuk berseru kepada Roh Kudus, sebagai guru doa Kristen dalam batin kita.
| | 2682. | Berdasarkan turut serta yang unik dari Perawan Maria dalam karya Roh Kudus, Gereja suka berdoa dalam persatuan dengannya, supaya bersama dia memuji hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah baginya, dan untuk mempercayakan kepada Maria permohonan dan pujian.
| | 2683. | Saksi-saksi yang sudah mendahului kita masuk Kerajaan Allah Bdk. Ibr 12:2., terutama para "kudus" yang sudah diakui Gereja, turut serta dalam tradisi doa yang hidup dengan perantaraan contoh hidupnya, dengan menyumbangkan tulisan-tulisannya dan dengan doanya sekarang ini. Mereka memandang Allah, memuja Dia dan tanpa henti-hentinya memperhatikan mereka yang ditinggalkannya di dunia ini. Pada waktu masuk "ke dalam kegembiraan Tuhannya" kepada mereka "diberikan... tanggung jawab dalam perkara yang besar" Bdk. Mat 25:21. . Doa syafaatnya adalah pelayanan yang tertinggi bagi rencana Allah. Kita dapat dan harus memohon mereka, supaya membela kita dan seluruh dunia.
| | 2684. | Dalam persekutuan para kudus telah pula berkembang pelbagai spiritualitas [sikap hidup rohani] dalam peredaran sejarah Gereja-gereja. Karisma pribadi dari seorang saksi cinta kasih Allah kepada manusia dapat dialihkan, seperti "roh" Elia kepada Elisa3 dan kepada Yohanes Pembaptis Bdk. Luk 1:17., supaya murid-murid dapat mengambil bagian dalam roh ini Bdk. PC 2.. Satu spiritualitas bertumbuh dari berbagai aliran liturgi dan teologi. Ia memberi kesaksian mengenai berakarnya iman di dalam suatu konteks manusia dan sejarah tertentu. Berbagai spiritualitas Kristen mengambil bagian dalam tradisi doa yang hidup. Mereka adalah pembimbing-pembimbing yang mutlak perlu untuk kaum beriman. Keragaman kekayaan sikap hidup rohani memancarkan terang Roh Kudus yang jemih dan satu-satunya.
"Roh adalah benar-benar tempat para kudus, dan seorang kudus adalah tempat yang cocok untuk Roh, karena ia membiarkan Allah tinggal dalam dirinya dan ia disebut kenisah Roh Kudus" (Basilius, Spir. 26,62).
| | 2685. | Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama. Atas dasar Sakramen Perkawinan, keluarga adalah "Gereja rumah tangga", di mana anak-anak Allah berdoa "sebagai Gereja" dan belajar bertekun dalam doa. Teristimewa untuk anak-anak kecil, doa sehari-hari dalam keluarga adalah kesaksian pertama untuk ingatan Gereja yang hidup, yang dibangkitkan dengan penuh kesabaran oleh Roh Kudus.
| | 2686. | Juga pejabat-pejabat yang tertahbis bertanggung jawab atas pembinaan bagi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Sebagai pelayan Gembala yang baik, mereka ditahbiskan untuk membawa Umat Allah kepada sumber-sumber doa yang hidup: kepada Sabda Allah, liturgi, kehidupan ilahi, dan kepada pengertian akan kehadiran Allah dalam kenyataan-kenyataan kehidupan Bdk. PO 4-6.
| | 2687. | Banyak orang biara menahbiskan seluruh hidupnya kepada doa. Sejak zaman bapa-bapa rahib di padang gurun Mesir; orang-orang pertapa, biarawan dan biarawati mempersembahkan kehidupannya untuk pujaan kepada Allah dan syafaat bagi umat-Nya. Tanpa doa, kehidupan yang dibaktikan kepada Allah itu tidak akan bertahan dan tidak akan tersebar; doa adalah salah satu sumber yang hidup bagi renungan dan kehidupan rohani di dalam Gereja.
| | 2688. | Katekese untuk anak-anak, orang muda, dan dewasa bertujuan agar Sabda Allah direnungkan dalam doa pribadi, dihadirkan dalam doa liturgi dan diterima di dalam hati, supaya dapat menghasilkan buah dalam suatu kehidupan yang baru. Katekese juga dapat dipergunakan untuk menilai dan memajukan kesalehan rakyat Bdk. CT 54.. Menghafalkan doa-doa utama memberikan satu sokongan yang mutlak perlu kepada kehidupan doa; tetapi yang penting ialah belajar mengalami arti doa-doa ini Bdk. CT 55.
| | 2689. | Kelompok doa, ya "sekolah doa" dewasa ini adalah suatu tanda dan salah satu kekuatan demi pembaharuan doa di dalam Gereja, sejauh menimba dari sumber-sumber doa Kristen yang benar. Mengusahakan persekutuan adalah satu tanda untuk doa yang sungguh gerejani.
| | 2690. | Roh Kudus memberikan kepada warga beriman tertentu anugerah-anugerah kebijaksanaan, iman, dan pembedaan roh-roh demi bimbingan rohani, artinya satu kegiatan demi doa sebagai milik bersama. Pria dan wanita yang memiliki anugerah-anugerah yang demikian itu, memberikan sumbangan berharga bagi tradisi doa yang hidup.
Karena itu, jiwa yang merindukan kesempurnaan harus menurut nasihat santo Yohanes dari Salib "memperhatikan dengan baik kepada siapa ia mempercayakan diri; karena sebagaimana guru, demikianlah murid, dan sebagaimana bapa, demikianlah anak". Pembimbing rohani "harus arif dan bijaksana, tetapi harus juga memiliki pengalaman dalam kehidupan rohani... Jika pembimbing rohani tidak mempunyai pengalaman akan kehidupan rohani, ia tidak dapat menangani bimbingan rohani bagi satu jiwa yang menerima dari Allah rahmat-rahmat khusus, dan ia tidak mempunyai pengertian untuk itu" (llama, Bait 3).
| | 2691. | Gereja, rumah Allah, adalah tempat doa liturgi yang sebenarnya untuk umat paroki. Ia juga merupakan tempat utama untuk menyembah Kristus yang hadir secara real di dalam Sakramen mahakudus. Memilih suatu tempat yang cocok, dapat mempengaruhi ketulusan doa.
Untuk doa pribadi, tempatnya bisa saja satu "sudut doa" dengan Kitab Suci dan ikon, supaya di sana, dalam "tempat yang tersembunyi" Bdk. Mat 6:6., berada di hadirat Bapa kita. Di dalam satu keluarga Kristen, tempat doa yang demikian itu memudahkan doa bersama.
Persekutuan biara terpanggil untuk memajukan keikutsertaan orang beriman pada ibadat harian dan untuk menyediakan kesunyian yang perlu untuk doa pribadi yang lebih mendalam Bdk. PC 7.
Ziarah-ziarah mengingatkan bahwa kita di dunia ini sedang berada dalam perjalanan menuju surga. Sejak dahulu kala ziarah itu sangat tepat untuk pembaharuan doa. Tempat-tempat kudus bagi para penziarah adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari sumber-sumber hidup, untuk menghidupkan bentuk-bentuk doa Kristen "sebagai Gereja".
| << >>
|