Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2681."Tidak ada seorang pun dapat berkata: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus " (1 Kor 12:3). Gereja mengundang kita untuk berseru kepada Roh Kudus, sebagai guru doa Kristen dalam batin kita.

2682.Berdasarkan turut serta yang unik dari Perawan Maria dalam karya Roh Kudus, Gereja suka berdoa dalam persatuan dengannya, supaya bersama dia memuji hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah baginya, dan untuk mempercayakan kepada Maria permohonan dan pujian.

2683.Saksi-saksi yang sudah mendahului kita masuk Kerajaan Allah Bdk. Ibr 12:2., terutama para "kudus" yang sudah diakui Gereja, turut serta dalam tradisi doa yang hidup dengan perantaraan contoh hidupnya, dengan menyumbangkan tulisan-tulisannya dan dengan doanya sekarang ini. Mereka memandang Allah, memuja Dia dan tanpa henti-hentinya memperhatikan mereka yang ditinggalkannya di dunia ini. Pada waktu masuk "ke dalam kegembiraan Tuhannya" kepada mereka "diberikan... tanggung jawab dalam perkara yang besar" Bdk. Mat 25:21. . Doa syafaatnya adalah pelayanan yang tertinggi bagi rencana Allah. Kita dapat dan harus memohon mereka, supaya membela kita dan seluruh dunia.

2684.Dalam persekutuan para kudus telah pula berkembang pelbagai spiritualitas [sikap hidup rohani] dalam peredaran sejarah Gereja-gereja. Karisma pribadi dari seorang saksi cinta kasih Allah kepada manusia dapat dialihkan, seperti "roh" Elia kepada Elisa3 dan kepada Yohanes Pembaptis Bdk. Luk 1:17., supaya murid-murid dapat mengambil bagian dalam roh ini Bdk. PC 2.. Satu spiritualitas bertumbuh dari berbagai aliran liturgi dan teologi. Ia memberi kesaksian mengenai berakarnya iman di dalam suatu konteks manusia dan sejarah tertentu. Berbagai spiritualitas Kristen mengambil bagian dalam tradisi doa yang hidup. Mereka adalah pembimbing-pembimbing yang mutlak perlu untuk kaum beriman. Keragaman kekayaan sikap hidup rohani memancarkan terang Roh Kudus yang jemih dan satu-satunya.
"Roh adalah benar-benar tempat para kudus, dan seorang kudus adalah tempat yang cocok untuk Roh, karena ia membiarkan Allah tinggal dalam dirinya dan ia disebut kenisah Roh Kudus" (Basilius, Spir. 26,62).

2685.Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama. Atas dasar Sakramen Perkawinan, keluarga adalah "Gereja rumah tangga", di mana anak-anak Allah berdoa "sebagai Gereja" dan belajar bertekun dalam doa. Teristimewa untuk anak-anak kecil, doa sehari-hari dalam keluarga adalah kesaksian pertama untuk ingatan Gereja yang hidup, yang dibangkitkan dengan penuh kesabaran oleh Roh Kudus.

2686.Juga pejabat-pejabat yang tertahbis bertanggung jawab atas pembinaan bagi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Sebagai pelayan Gembala yang baik, mereka ditahbiskan untuk membawa Umat Allah kepada sumber-sumber doa yang hidup: kepada Sabda Allah, liturgi, kehidupan ilahi, dan kepada pengertian akan kehadiran Allah dalam kenyataan-kenyataan kehidupan Bdk. PO 4-6.

2687.Banyak orang biara menahbiskan seluruh hidupnya kepada doa. Sejak zaman bapa-bapa rahib di padang gurun Mesir; orang-orang pertapa, biarawan dan biarawati mempersembahkan kehidupannya untuk pujaan kepada Allah dan syafaat bagi umat-Nya. Tanpa doa, kehidupan yang dibaktikan kepada Allah itu tidak akan bertahan dan tidak akan tersebar; doa adalah salah satu sumber yang hidup bagi renungan dan kehidupan rohani di dalam Gereja.

2688.Katekese untuk anak-anak, orang muda, dan dewasa bertujuan agar Sabda Allah direnungkan dalam doa pribadi, dihadirkan dalam doa liturgi dan diterima di dalam hati, supaya dapat menghasilkan buah dalam suatu kehidupan yang baru. Katekese juga dapat dipergunakan untuk menilai dan memajukan kesalehan rakyat Bdk. CT 54.. Menghafalkan doa-doa utama memberikan satu sokongan yang mutlak perlu kepada kehidupan doa; tetapi yang penting ialah belajar mengalami arti doa-doa ini Bdk. CT 55.

2689.Kelompok doa, ya "sekolah doa" dewasa ini adalah suatu tanda dan salah satu kekuatan demi pembaharuan doa di dalam Gereja, sejauh menimba dari sumber-sumber doa Kristen yang benar. Mengusahakan persekutuan adalah satu tanda untuk doa yang sungguh gerejani.

2690.Roh Kudus memberikan kepada warga beriman tertentu anugerah-anugerah kebijaksanaan, iman, dan pembedaan roh-roh demi bimbingan rohani, artinya satu kegiatan demi doa sebagai milik bersama. Pria dan wanita yang memiliki anugerah-anugerah yang demikian itu, memberikan sumbangan berharga bagi tradisi doa yang hidup.
Karena itu, jiwa yang merindukan kesempurnaan harus menurut nasihat santo Yohanes dari Salib "memperhatikan dengan baik kepada siapa ia mempercayakan diri; karena sebagaimana guru, demikianlah murid, dan sebagaimana bapa, demikianlah anak". Pembimbing rohani "harus arif dan bijaksana, tetapi harus juga memiliki pengalaman dalam kehidupan rohani... Jika pembimbing rohani tidak mempunyai pengalaman akan kehidupan rohani, ia tidak dapat menangani bimbingan rohani bagi satu jiwa yang menerima dari Allah rahmat-rahmat khusus, dan ia tidak mempunyai pengertian untuk itu" (llama, Bait 3).

2691.Gereja, rumah Allah, adalah tempat doa liturgi yang sebenarnya untuk umat paroki. Ia juga merupakan tempat utama untuk menyembah Kristus yang hadir secara real di dalam Sakramen mahakudus. Memilih suatu tempat yang cocok, dapat mempengaruhi ketulusan doa.
Untuk doa pribadi, tempatnya bisa saja satu "sudut doa" dengan Kitab Suci dan ikon, supaya di sana, dalam "tempat yang tersembunyi" Bdk. Mat 6:6., berada di hadirat Bapa kita. Di dalam satu keluarga Kristen, tempat doa yang demikian itu memudahkan doa bersama.
Persekutuan biara terpanggil untuk memajukan keikutsertaan orang beriman pada ibadat harian dan untuk menyediakan kesunyian yang perlu untuk doa pribadi yang lebih mendalam Bdk. PC 7.
Ziarah-ziarah mengingatkan bahwa kita di dunia ini sedang berada dalam perjalanan menuju surga. Sejak dahulu kala ziarah itu sangat tepat untuk pembaharuan doa. Tempat-tempat kudus bagi para penziarah adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari sumber-sumber hidup, untuk menghidupkan bentuk-bentuk doa Kristen "sebagai Gereja".

2692.Gereja penziarah bersatu dalam doanya dengan doa para kudus, yang doa syafaatnya Gereja minta.

2693.Berbagai spiritualitas Kristen adalah bagian dari tradisi Gereja yang hidup dan merupakan pembimbing kehidupan rohani.

2694.Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama.

2695.Pejabat-pejabat yang ditahbiskan, hidup bakti kepada Allah, katekese, kelompok doa, dan "bimbingan rohani "di dalam Gereja memberi bantuan untuk mereka yang berdoa.

2696.Tempat-tempat doa yang sangat baik adalah tempat-tempat doa untuk perorangan atau keluarga, biara, dan tempat ziarah, tetapi untuk umat paroki, gereja adalah tempat utama doa liturgi yang sebenarnya dan tempat yang cocok untuk penyembahan Ekaristi.

2697.Doa adalah kehidupan hati yang baru. Ia harus tetap menjiwai kita. Tetapi kita cenderung melupakan Dia, yang adalah kehidupan dan keseluruhan kita. Karena itu bapa-bapa rohani - dalam kaitan dengan buku Ulangan dan para nabi - menuntut doa sebagai "satu peringatan akan Allah", satu pembangkitan kembali "ingatan hati". "Kita harus lebih sering mengenangkan Allah, daripada bernapas" (Gregorius dari Nasianse, or. theol. 1,4). Tetapi kita tidak dapat berdoa "setiap saat", kalau kita tidak berdoa dengan sadar pada waktu tertentu. Saat-saat ini merupakan puncak doa Kristen, karena kedalamannya dan lamanya.

2698.Tradisi Gereja menawarkan kepada umat beriman doa yang berulang secara berkala untuk menumbuhkan doa yang tetap. Beberapa darinya adalah doa-doa harian, seperti doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, dan ibadat harian. Hari Minggu yang berpusat pada Ekaristi secara khusus dikuduskan oleh doa. Tahun Gereja dengan pesta-pestanya yang besar adalah patokan waktu dalam kehidupan doa orang-orang Kristen.

2699.Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap warga beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama ialah ketenangan hati. Kewaspadaan yang memelihara Sabda Allah dan membuat kita hidup di hadirat Allah, menjadikan ketiga bentuk ungkapan itu puncak-puncak kehidupan doa.

2700.Allah berbicara kepada manusia melalui Sabda-Nya. Doa kita berbentuk kata-kata, baik yang dipikirkan maupun yang diucapkan. Tetapi yang terpenting ialah bahwa hati selalu hadir di depan Dia, kepada Siapa kita berbicara dalam doa. "Apakah doa kita dikabulkan, tidak bergantung pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kesungguhan jiwa kita" (Yohanes Krisostomus, ecl. 2).

2701.Doa lisan merupakan unsur hakiki dalam kehidupan Kristen. Kristus mengajar murid-murid-Nya yang merasa tertarik pada doa batin dari Gurunya, satu doa lisan: Bapa Kami. Yesus tidak hanya mendoakan doa-doa liturgi dalam sinagoga, tetapi - seperti yang ditunjukkan Injil kepada kita - Ia sendiri mengangkat suara, mengucapkan doa pribadi-Nya. Doa-doa-Nya terbentang dari memuji Bapa dengan penuh gembira Bdk. Mat 11:25-26. sampai kepada permohonan dalam sakratul maut di taman Getsemani Bdk. Mrk 14:36.

2702.Kebutuhan untuk mengikutsertakan pancaindera lahiriah dalam doa batin sejalan dengan tuntutan kodrat manusiawi kita. Kita adalah tubuh dan roh, dan merasakan kebutuhan untuk menyatakan perasaan kita. Kita harus berdoa dengan seluruh diri kita, supaya sebanyak mungkin memberikan kekuatan kepada permohonan kita.

2703.Kebutuhan ini sesuai dengan tuntutan ilahi. Allah mencari penyembah dalam roh dan dalam kebenaran, yakni doa hidup yang keluar dari kedalaman jiwa. Tetapi Allah juga menghendaki ungkapan lahiriah yang menyatukan badan dengan doa batin, karena doa ini memberi kepada Allah, penghormatan sempurna yang merupakan hak-Nya.

2704.Karena doa lisan diarahkan ke luar, dan karenanya sangat manusiawi, maka pada tempat pertama, doa ini adalah doa rakyat. Tetapi juga doa batin tidak boleh mengabaikan doa lisan. Doa ini menjadi batin, sejauh kita menjadi sadar, "dengan Siapa kita berbicara" (Teresia dari Yesus, cam. 26). Dengan demikian doa lisan menjadi cara pertama dari doa batin.

2705.Doa renung, meditasi, pada dasamya adalah satu pencarian. Roh mencari agar mengerti alasan dan cara kehidupan Kristen, agar dapat menyetujui dan menjawab apa yang dikehendaki Tuhan. Untuk itu, ia membutuhkan perhatian yang sangat sulit dipertahankan. Biasanya kita mencari bantuan pada sebuah buku. Tradisi Kristen memberi satu pilihan yang sangat luas: Kitab Suci, terutama Injil, ikon, teks-teks liturgis untuk hari bersangkutan, tulisan-tulisan dari bapa-bapa rohani, kepustakaan rohani, buku besar yakni ciptaan dan sejarah, terutama halaman yang dibuka pada "hari ini".

2706.Merenungkan apa yang sudah kita baca, berarti kita bertemu dengannya dan menjadikannya milik kita. Dengan cara demikian buku kehidupan kita dibuka: inilah peralihan dari pikiran kepada kenyataan. Sesuai dengan kerendahan hati dan iman, kita menemukan dan menilai di dalam meditasi gerakan-gerakan hati. Kita harus melakukan kebenaran, supaya datang kepada terang. "Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki? Apakah yang harus aku lakukan?"

2707.Metode-metode meditasi sangat beragam seperti halnya guru-guru rohani. Seorang Kristen harus bermeditasi secara teratur. Kalau tidak, ia akan menyerupai jalan atau tanah yang berbatu-batu atau yang penuh dengan duri-duri, sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan penabur . Tetapi satu metode hanyalah merupakan satu penuntun; yang terpenting ialah maju bersama Roh Kudus menuju Yesus Kristus, jalan doa satu-satunya.

2708.Meditasi memakai pikiran, daya khayal, gerak perasaan dan kerinduan. Usaha ini penting untuk memperdalam kebenaran iman, untuk menggerakkan pertobatan hati dan memperkuat kehendak guna mengikuti Kristus. Doa Kristen terutama berusaha untuk bermeditasi tentang "misteri Kristus", sebagaimana terjadi waktu pembacaan Kitab Suci, "lectio divina", dan pada doa rosario. Bentuk renungan doa ini mempunyai nilai yang besar; tetapi doa Kristen harus mengejar lebih lagi: perkenalan Yesus Kristus penuh cinta dan persatuan dengan Dia.

2709.Apakah doa batin? Santa Teresia dari Yesus menjawab: "Menurut saya, doa batin itu tidak lain dari satu pergaulan yang sangat ramah, di mana kita sering kali berbicara seorang diri dengan Dia, tentang Siapa, kita tahu bahwa Ia mencintai kita" (vida 8,5). Doa batin mencari Dia, "yang jiwaku cintai" (Kid 1:7) Bdk. Kid 3:1-4.: Yesus, dan di dalam Dia, Bapa. Kita mencari Dia, karena kerinduan kepada-Nya adalah awal cinta kasih kepada-Nya. Kita mencari Dia dalam iman yang murni, dalam iman yang membuat kita dilahirkan dari Dia dan hidup di dalam Dia. Kita juga masih dapat bermeditasi dalam doa batin, tetapi pandangan sudah diarahkan kepada Tuhan.

2710.Waktu dan lamanya doa batin bergantung pada kehendak yang tegas, dalamnya terungkap rahasia-rahasia hati. Bukan kita berdoa kalau kita mempunyai waktu, melainkan kita meluangkan waktu, supaya hadir di hadirat Tuhan. Kita melakukannya dengan tekad bulat pantang menyerah, juga apabila kita menghadapi cobaan-cobaan dan kekeringan. Kita tidak selalu dapat bermeditasi. Namun selalu ada kemungkinan untuk masuk ke dalam doa batin, terlepas dari keadaan kesehatan, situasi kerja, dan keadaan perasaan. Hati adalah tempat pencarian dan pertemuan dalam kemiskinan dan iman.

<<   >>