Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2686.Juga pejabat-pejabat yang tertahbis bertanggung jawab atas pembinaan bagi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Sebagai pelayan Gembala yang baik, mereka ditahbiskan untuk membawa Umat Allah kepada sumber-sumber doa yang hidup: kepada Sabda Allah, liturgi, kehidupan ilahi, dan kepada pengertian akan kehadiran Allah dalam kenyataan-kenyataan kehidupan Bdk. PO 4-6.

2687.Banyak orang biara menahbiskan seluruh hidupnya kepada doa. Sejak zaman bapa-bapa rahib di padang gurun Mesir; orang-orang pertapa, biarawan dan biarawati mempersembahkan kehidupannya untuk pujaan kepada Allah dan syafaat bagi umat-Nya. Tanpa doa, kehidupan yang dibaktikan kepada Allah itu tidak akan bertahan dan tidak akan tersebar; doa adalah salah satu sumber yang hidup bagi renungan dan kehidupan rohani di dalam Gereja.

2688.Katekese untuk anak-anak, orang muda, dan dewasa bertujuan agar Sabda Allah direnungkan dalam doa pribadi, dihadirkan dalam doa liturgi dan diterima di dalam hati, supaya dapat menghasilkan buah dalam suatu kehidupan yang baru. Katekese juga dapat dipergunakan untuk menilai dan memajukan kesalehan rakyat Bdk. CT 54.. Menghafalkan doa-doa utama memberikan satu sokongan yang mutlak perlu kepada kehidupan doa; tetapi yang penting ialah belajar mengalami arti doa-doa ini Bdk. CT 55.

2689.Kelompok doa, ya "sekolah doa" dewasa ini adalah suatu tanda dan salah satu kekuatan demi pembaharuan doa di dalam Gereja, sejauh menimba dari sumber-sumber doa Kristen yang benar. Mengusahakan persekutuan adalah satu tanda untuk doa yang sungguh gerejani.

2690.Roh Kudus memberikan kepada warga beriman tertentu anugerah-anugerah kebijaksanaan, iman, dan pembedaan roh-roh demi bimbingan rohani, artinya satu kegiatan demi doa sebagai milik bersama. Pria dan wanita yang memiliki anugerah-anugerah yang demikian itu, memberikan sumbangan berharga bagi tradisi doa yang hidup.
Karena itu, jiwa yang merindukan kesempurnaan harus menurut nasihat santo Yohanes dari Salib "memperhatikan dengan baik kepada siapa ia mempercayakan diri; karena sebagaimana guru, demikianlah murid, dan sebagaimana bapa, demikianlah anak". Pembimbing rohani "harus arif dan bijaksana, tetapi harus juga memiliki pengalaman dalam kehidupan rohani... Jika pembimbing rohani tidak mempunyai pengalaman akan kehidupan rohani, ia tidak dapat menangani bimbingan rohani bagi satu jiwa yang menerima dari Allah rahmat-rahmat khusus, dan ia tidak mempunyai pengertian untuk itu" (llama, Bait 3).

2691.Gereja, rumah Allah, adalah tempat doa liturgi yang sebenarnya untuk umat paroki. Ia juga merupakan tempat utama untuk menyembah Kristus yang hadir secara real di dalam Sakramen mahakudus. Memilih suatu tempat yang cocok, dapat mempengaruhi ketulusan doa.
Untuk doa pribadi, tempatnya bisa saja satu "sudut doa" dengan Kitab Suci dan ikon, supaya di sana, dalam "tempat yang tersembunyi" Bdk. Mat 6:6., berada di hadirat Bapa kita. Di dalam satu keluarga Kristen, tempat doa yang demikian itu memudahkan doa bersama.
Persekutuan biara terpanggil untuk memajukan keikutsertaan orang beriman pada ibadat harian dan untuk menyediakan kesunyian yang perlu untuk doa pribadi yang lebih mendalam Bdk. PC 7.
Ziarah-ziarah mengingatkan bahwa kita di dunia ini sedang berada dalam perjalanan menuju surga. Sejak dahulu kala ziarah itu sangat tepat untuk pembaharuan doa. Tempat-tempat kudus bagi para penziarah adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari sumber-sumber hidup, untuk menghidupkan bentuk-bentuk doa Kristen "sebagai Gereja".

2692.Gereja penziarah bersatu dalam doanya dengan doa para kudus, yang doa syafaatnya Gereja minta.

2693.Berbagai spiritualitas Kristen adalah bagian dari tradisi Gereja yang hidup dan merupakan pembimbing kehidupan rohani.

2694.Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama.

2695.Pejabat-pejabat yang ditahbiskan, hidup bakti kepada Allah, katekese, kelompok doa, dan "bimbingan rohani "di dalam Gereja memberi bantuan untuk mereka yang berdoa.

2696.Tempat-tempat doa yang sangat baik adalah tempat-tempat doa untuk perorangan atau keluarga, biara, dan tempat ziarah, tetapi untuk umat paroki, gereja adalah tempat utama doa liturgi yang sebenarnya dan tempat yang cocok untuk penyembahan Ekaristi.

2697.Doa adalah kehidupan hati yang baru. Ia harus tetap menjiwai kita. Tetapi kita cenderung melupakan Dia, yang adalah kehidupan dan keseluruhan kita. Karena itu bapa-bapa rohani - dalam kaitan dengan buku Ulangan dan para nabi - menuntut doa sebagai "satu peringatan akan Allah", satu pembangkitan kembali "ingatan hati". "Kita harus lebih sering mengenangkan Allah, daripada bernapas" (Gregorius dari Nasianse, or. theol. 1,4). Tetapi kita tidak dapat berdoa "setiap saat", kalau kita tidak berdoa dengan sadar pada waktu tertentu. Saat-saat ini merupakan puncak doa Kristen, karena kedalamannya dan lamanya.

2698.Tradisi Gereja menawarkan kepada umat beriman doa yang berulang secara berkala untuk menumbuhkan doa yang tetap. Beberapa darinya adalah doa-doa harian, seperti doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, dan ibadat harian. Hari Minggu yang berpusat pada Ekaristi secara khusus dikuduskan oleh doa. Tahun Gereja dengan pesta-pestanya yang besar adalah patokan waktu dalam kehidupan doa orang-orang Kristen.

2699.Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap warga beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama ialah ketenangan hati. Kewaspadaan yang memelihara Sabda Allah dan membuat kita hidup di hadirat Allah, menjadikan ketiga bentuk ungkapan itu puncak-puncak kehidupan doa.

<<   >>