KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 269. | Kitab Suci mengakui berulang kali, bahwa kekuasaan Allah menyangkut segala sesuatu. Ia dinamakan "yang maha kuat pelindung Israel" Bdk. Yes 1:24., "Tuhan semesta alam" (Mzm 24:10), "jaya dan perkasa" (Mzm 24:8). Allah "maha kuasa di langit dan di bumi" (Mzm 135:6), karena Ia menciptakannya. Karena itu, untuk Dia "tidak ada yang mustahil" Bdk. Yer 32:17; Luk 1:37., dan Ia berkuasa atas karya-Nya seturut kehendak-Nya yang bebas Bdk. Yer 27:5.. Ia adalah Tuhan alam semesta, yang peraturannya telah ditetapkan-Nya, yang berada sepenuhnya di bawah kuasa-Nya dan takluk kepada-Nya; Ia adalah Tuhan sejarah; Ia mengemudikan hati dan kejadian sesuai dengan kehendak-Nya Bdk. Est 4:17b; Ams 21:1; Tob 13:2. "Engkau selalu mampu mengembangkan kekuasaan-Mu yang besar. Siapa dapat melawan kekuatan lengan-Mu?" (Keb 11:21).
| | 270. | Allah adalah Bapa yang maha kuasa. Kebapaan-Nya dan kekuasaan-Nya saling menerangkan. Ia menunjukkan kekuasaan-Nya sebagai Bapa dengan memelihara kita Bdk. Mat 6:32., dengan menerima kita sebagai anak-anak-Nya (Aku mau "menjadi bapa-Mu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan, demikianlah firman Tuhan yang maha kuasa" 2 Kor 6:18); Ia menunjukkan kekuasaan-Nya juga melalui belas kasihan-Nya yang tidak terbatas, karena Ia menyatakannya terutama dengan mengampuni dosa-dosa kita secara bebas.
| | 271. | Kemaha-kuasaan ilahi itu sama sekali bukan kesewenang-wenangan: "Dalam Allah kekuasaan dan hakikat dan kehendak dan budi dan kebijaksanaan dan keadilan itu sama. Karena itu tidak mungkin ada sesuatu di dalam kekuasaan Allah yang tidak juga ada dalam kehendak-Nya yang adil dan pikiran-Nya yang bijaksana" (Tomas Aqu., s.th. 1,25,5, ad 1).
| << >>
|