KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2690. | Roh Kudus memberikan kepada warga beriman tertentu anugerah-anugerah kebijaksanaan, iman, dan pembedaan roh-roh demi bimbingan rohani, artinya satu kegiatan demi doa sebagai milik bersama. Pria dan wanita yang memiliki anugerah-anugerah yang demikian itu, memberikan sumbangan berharga bagi tradisi doa yang hidup.
Karena itu, jiwa yang merindukan kesempurnaan harus menurut nasihat santo Yohanes dari Salib "memperhatikan dengan baik kepada siapa ia mempercayakan diri; karena sebagaimana guru, demikianlah murid, dan sebagaimana bapa, demikianlah anak". Pembimbing rohani "harus arif dan bijaksana, tetapi harus juga memiliki pengalaman dalam kehidupan rohani... Jika pembimbing rohani tidak mempunyai pengalaman akan kehidupan rohani, ia tidak dapat menangani bimbingan rohani bagi satu jiwa yang menerima dari Allah rahmat-rahmat khusus, dan ia tidak mempunyai pengertian untuk itu" (llama, Bait 3).
| | 2691. | Gereja, rumah Allah, adalah tempat doa liturgi yang sebenarnya untuk umat paroki. Ia juga merupakan tempat utama untuk menyembah Kristus yang hadir secara real di dalam Sakramen mahakudus. Memilih suatu tempat yang cocok, dapat mempengaruhi ketulusan doa.
Untuk doa pribadi, tempatnya bisa saja satu "sudut doa" dengan Kitab Suci dan ikon, supaya di sana, dalam "tempat yang tersembunyi" Bdk. Mat 6:6., berada di hadirat Bapa kita. Di dalam satu keluarga Kristen, tempat doa yang demikian itu memudahkan doa bersama.
Persekutuan biara terpanggil untuk memajukan keikutsertaan orang beriman pada ibadat harian dan untuk menyediakan kesunyian yang perlu untuk doa pribadi yang lebih mendalam Bdk. PC 7.
Ziarah-ziarah mengingatkan bahwa kita di dunia ini sedang berada dalam perjalanan menuju surga. Sejak dahulu kala ziarah itu sangat tepat untuk pembaharuan doa. Tempat-tempat kudus bagi para penziarah adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari sumber-sumber hidup, untuk menghidupkan bentuk-bentuk doa Kristen "sebagai Gereja".
| | 2692. | Gereja penziarah bersatu dalam doanya dengan doa para kudus, yang doa syafaatnya Gereja minta.
| | 2693. | Berbagai spiritualitas Kristen adalah bagian dari tradisi Gereja yang hidup dan merupakan pembimbing kehidupan rohani.
| | 2694. | Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama.
| | 2695. | Pejabat-pejabat yang ditahbiskan, hidup bakti kepada Allah, katekese, kelompok doa, dan "bimbingan rohani "di dalam Gereja memberi bantuan untuk mereka yang berdoa.
| << >>
|