Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

271.Kemaha-kuasaan ilahi itu sama sekali bukan kesewenang-wenangan: "Dalam Allah kekuasaan dan hakikat dan kehendak dan budi dan kebijaksanaan dan keadilan itu sama. Karena itu tidak mungkin ada sesuatu di dalam kekuasaan Allah yang tidak juga ada dalam kehendak-Nya yang adil dan pikiran-Nya yang bijaksana" (Tomas Aqu., s.th. 1,25,5, ad 1).

272.Kalau mengalami kejahatan dan penderitaan, iman akan Bapa yang maha kuasa dapat diuji secara serius. Sewaktu-waktu Allah tampaknya tidak hadir dan tidak mampu mencegah kemalangan. Namun Allah Bapa menyatakan kekuasaan-Nya atas cara paling rahasia dalam Penghinaan dan kebangkitan Putera-Nya, yang mengalahkan yang jahat. Dengan demikian, Yesus yang tersalib adalah "kekuatan dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia" (1 Kor 1:24- 25). Dalam pembangkitan dan pengangkatan Kristus, Bapa menunjukkan "kekuatan kuasa-Nya" dan menyatakan betapa "hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya" (Ef 1:19).

273.Hanya iman dapat menerima jalan kekuasaan Allah yang penuh rahasia itu. Iman ini bermegah-megah atas kelemahan dan dengan demikian menarik kekuasaan Kristus Bdk. 2 Kor 12:9; Flp 4:13.. Teladan yang paling gemilang mengenai iman ini ialah Perawan Maria. Ia percaya bahwa "untuk Allah... tidak ada yang mustahil" (Luk 1:37), dan dapat memuji Tuhan: "Yang maha kuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus" (Luk 1:49).

274."Karena itu, iman kita dan harapan kita dengan paling kuat diteguhkan, kalau kita membawa dalam hati kita keyakinan bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Apa saja yang harus diimani - meskipun mulia, mengagumkan, dan jauh melampaui segala susunan dan takaran ciptaan - budi manusia akan menyetujuinya dengan mudah dan tanpa ragu-ragu, apabila ia telah memahami kabar mengenai Allah yang maha kuasa (Catech.R. 1,2,13).

275.Bersama Ayub yang jujur kita akui: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal" (Ayb 42:2).

276.Setia kepada kesaksian Kitab Suci, Gereja sering mengarahkan doanya kepada "Allah yang maha kuasa dan kekal "[omnipotens sempiterne Deus... ], karena ia percaya dengan teguh bahwa untuk Tuhan tidak ada yang mustahil Bdk. Kej 18:14; Luk 1:37; Mat 19:26.

277.Tuhan menunjukkan kemaha-kuasaan-Nya dengan menobatkan kita dari dosa-dosa kita dan dengan membuat kita menjadi sahabat-sahabat-Nya lagi melalui rahmat-Nya ("Allah, Engkau menyatakan kekuasaan-Mu terutama apabila Engkau menaruh belas kasihan terhadap kami dan mengampuni kami" MR, Doa pembukaan, Minggu Biasa 26).

278.Bagaimanakah kita dapat percaya bahwa Bapa menciptakan kita, bahwa Putera menebus kita, dan bahwa Roh Kudus menyucikan kita, kalau kita tidak percaya bahwa cinta Allah itu maha kuasa?

279."Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (Kej 1:1). Kitab Suci dibuka dengan kata-kata yang meriah ini. Pengakuan iman mengambil alih kata-kata ini, dengan mengakui Allah, Bapa yang maha kuasa itu, sebagai "Pencipta langit dan bumi", yang menciptakan "segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan". Pertama sekali kita akan berbicara tentang Pencipta, lalu tentang penciptaan, dan akhirnya tentang kejatuhan dalam dosa dan bagaimana Yesus Kristus Putera Allah mengangkat kita lagi dari dosa oleh kedatangan-Nya.

280.Penciptaan adalah "awal tata keselamatan", "awal sejarah keselamatan" (DCG 51) yang berpuncak pada Kristus. Sebaliknya misteri Kristus adalah terang misteri penciptaan yang menentukan; ia menyingkap tujuan, untuk apa Allah menciptakan "pada mulanya... langit dan bumi" (Kej 1:1). Sejak awal Allah telah memikirkan kemuliaan ciptaan baru di dalam Kristus Bdk. Rm 8:18-23.

281.Karena itu mulailah bacaan-bacaan pada malam Paskah, perayaan penciptaan baru di dalam Kristus, dengan kisah penciptaan. Demikian juga dalam liturgi Bisantin kisah penciptaan selalu merupakan bacaan pertama dari vigili hari-hari raya Tuhan. Seturut kesaksian umat Kristen bahari, pengajaran bagi para katekumen mengenai Pembaptisan mengikuti jalan yang sama dari penciptaan menuju penciptaan baru Bdk. Egeria, pereg. 46; Agustinus, catech. 3,5.

282.Katekese tentang penciptaan sangat penting. Karena ia menyangkut dasar-dasar kehidupan manusia dan kehidupan Kristen, karena ia merupakan jawaban iman Kristen atas pertanyaan-pertanyaan dasar yang dihadapi manusia segala zaman: "dari mana kita datang?", "ke mana kita pergi?", "dari mana kita berasal?", "untuk apa kita hidup?", "dari mana asal segala sesuatu yang ada, dan ke mana arahnya?". Kedua pertanyaan yang menyangkut asal dan tujuan, tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. Mereka sangat menentukan arti dan orientasi kehidupan dan perbuatan kita.

283.Pertanyaan mengenai asal bumi dan manusia adalah bahan banyak penelitian ilmiah, yang secara luar biasa memperkaya pengetahuan kita mengenai usia dan luasnya semesta alam, mengenai jadinya bentuk-bentuk kehidupan dan munculnya manusia. Penemuan-penemuan itu harus mendorong kita untuk lebih lagi mengagumi kebesaran pencipta, berterima kasih kepada-Nya untuk segala karya-Nya dan untuk pengetahuan dan kebijaksanaan, yang Ia berikan kepada para ilmuwan dan peneliti. Bersama Salomo mereka dapat berkata: "Ia sendiri telah memberi aku pengetahuan yang tidak menipu, tentang segala-gala yang ada supaya kukenal susunan alam semesta dan daya anasirnya... oleh karena seniwati segala sesuatu, yaitu kebijaksanaan mengajar aku" (Keb 7:17-21).

284.Minat besar untuk penelitian-penelitian ini dipacu dengan kuat oleh pertanyaan lain, yang melampaui bidang ilmu pengetahuan alam yang sebenarnya. Pertanyaan itu tidak hanya menyangkut soal, bilamana dan bagaimana kosmos ini secara material terjadi den bagaimana manusia muncul, tetapi menyangkut arti kejadian ini: apakah secara kebetulan, karena takdir buta, satu keharusan yang tidak dikenal atau oleh satu wujud yang inteligen dan baik, yang kita namakan Allah. Dan apabila bumi berasal dari kebijaksanaan dan kebaikan Allah, lalu mengapa ada kejahatan? Dari mana ia datang? Siapakah yang bertanggung jawab untuk itu? Dan apakah ada pembebasan darinya?

<<   >>