KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2710. | Waktu dan lamanya doa batin bergantung pada kehendak yang tegas, dalamnya terungkap rahasia-rahasia hati. Bukan kita berdoa kalau kita mempunyai waktu, melainkan kita meluangkan waktu, supaya hadir di hadirat Tuhan. Kita melakukannya dengan tekad bulat pantang menyerah, juga apabila kita menghadapi cobaan-cobaan dan kekeringan. Kita tidak selalu dapat bermeditasi. Namun selalu ada kemungkinan untuk masuk ke dalam doa batin, terlepas dari keadaan kesehatan, situasi kerja, dan keadaan perasaan. Hati adalah tempat pencarian dan pertemuan dalam kemiskinan dan iman.
| | 2711. | Langkah masuk ke dalam doa batin dapat dibandingkan dengan pembukaan perayaan Ekaristi: di bawah dorongan Roh Kudus, kita "mengarahkan" hati dan seluruh diri kita, hidup dengan sadar dalam kediaman Tuhan, yang adalah kita sendiri, dan menghidupkan iman untuk masuk ke hadirat Dia yang menantikan kita. Kita membuka topeng kita dan mengarahkan kembali hati kepada Tuhan yang mencintai kita, untuk menyerahkan diri kepada-Nya sebagai persembahan yang harus dimurnikan dan ditransformasi.
| | 2712. | Doa batin adalah doa seorang anak Allah, doa seorang pendosa yang sudah diampuni dan yang menghendaki agar menerima cinta kasih, dengannya ia dicintai dan membalasnya dengan cinta kasih yang lebih besar lagi Bdk. Luk 7:36-50; 19:1-10.. Tetapi ia mengetahui bahwa cinta kasih balasannya itu berasal dari Roh Kudus, yang mencurahkannya ke dalam hatinya. Karena segala-galanya adalah rahmat Allah. Doa batin adalah penyerahan yang rendah hati dan miskin kepada Bapa penuh cinta, dalam persatuan yang semakin dalam dengan Putera kekasih-Nya.
| << >>
|