Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2759."Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya" (Luk 11:1). Sebagai jawaban atas permohonan ini, Yesus mempercayakan kepada murid-murid-Nya dan Gereja-Nya doa utama Kristen ini. Santo Lukas memberi satu versi singkat dengan lima permohonan Bdk. Luk 11:2-4., santo Matius memberi satu bentuk yang lebih lengkap dengan tujuh permohonan Bdk. Mat 6:9-13.. Tradisi liturgi Gereja mempertahankan bentuk santo Matius:
Bapa kami yang ada di Surga,
dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami dan
janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

2760.Sejak abad pertama liturgi menutup doa Tuhan ini dengan satu doksologi. Di dalam Didache (8,2) bunyinya: "Karena Engkau yang empunya kuasa dan kemuliaan selama-lamanya". Konstitusi apostolik (7,24,1) menambahkan pada awal: "kerajaan". Formulasi ini terdapat di dalam terjemahan ekumenis. Tradisi Bisantin menambahkan sesudah "kemuliaan" "Bapa, Putera dan Roh Kudus". Buku Misa Romawi melanjutkan permohonan terakhir Bdk. MR, Embolisme. dalam satu penantian yang jelas akan "harapan yang membahagiakan" (Tit 2:13) dan akan kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sesudah itu menyusul aklamasi umat, dengan menggunakan doksologi dari konstitusi apostolik.

2761."Doa Tuhan adalah kesimpulan seluruh Injil" (Tertulianus, or. 1). "Ketika Tuhan mewariskan kepada kita rumusan doa ini, Ia menambahkan pula: "Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk 11:9). Jadi setiap orang dapat menyampaikan pelbagai macam doa ke surga seturut kebutuhannya; tetapi ia harus selalu mulai dengan doa Tuhan, yang merupakan doa utama" (Tertulianus, or. 10).

2762.Setelah menegaskan bahwa mazmur-mazmur merupakan makanan pokok bagi doa Kristen dan bermuara ke dalam permohonan Bapa Kami, santo Agustinus menambah:
"Pelajarilah segala doa yang tercantum dalam Kitab Suci. Menurut pendapat saya kamu tidak akan menemukan apa pun di dalamnya, yang tidak tercakup dalam doa Tuhan" (ep. 130,12,22).

2763.Semua buku Perjanjian Lama (hukum, nabi-nabi, dan mazmur) telah digenapi dalam Yesus Kristus Bdk. Luk 24:44.. Injil adalah warta gembira. Pewartaannya yang pertama disimpulkan oleh santo Matius dalam khotbah di bukit Bdk. Mat 5-7.. Doa kepada Bapa kita terdapat di tengah pewartaan ini. Hubungan ini menjelaskan tiap permohonan dari doa yang disampaikan oleh Tuhan:
"Doa Tuhan adalah yang paling sempurna... Di dalamnya tidak hanya diminta segala-galanya yang dapat kita rindukan dengan cara yang benar, tetapi juga dalam urutan-urutan, di mana kita harus merindukannya; dengan demikian doa ini tidak hanya mengajar kita meminta-minta, tetapi ia membentuk juga seluruh perasaan kita" (Tomas Aqu., s. th. 2-2,83,9).

2764.Khotbah di bukit adalah pedoman hidup, Bapa Kami adalah doa; di dalam keduanya Roh Tuhan membentuk kerinduan kita, artinya perasaan batin kita. Yesus membimbing kita dengan kata-kata-Nya menuju kehidupan baru ini dan mengajar kita, untuk memohon itu di dalam doa. Dari kebenaran doa kita bergantunglah kebenaran kehidupan kita di dalam Kristus.

2765.Ungkapan tradisional "doa Tuhan", berarti bahwa Yesus, Tuhan kita, mengajar kepada kita doa kepada Bapa kita. Doa yang berasal dari Yesus ini benar-benar merupakan doa istimewa: ia berasal "dari Tuhan". Pada satu pihak, Putera tunggal memberi kepada kita dalam kata-kata doa ini kata-kata, yang Bapa berikan kepada-Nya Bdk. Yoh 17:7.: Ia adalah guru doa kita. Pada lain pihak, Ia sebagai Sabda yang telah menjadi manusia mengetahui dalam hati manusia-Nya kebutuhan-kebutuhan saudara dan saudari-Nya dan menyatakannya kepada kita: Ia adalah contoh bagi doa kita.

2766.Tetapi Yesus tidak meninggalkan bagi kita satu rumusan yang harus diulang-ulangi secara mekanis Bdk. Mat 6:7; 1 Raj 18:26-29.. Dalam doa Tuhan, Roh Kudus mengajar anak-anak Allah berdoa dengan perantaraan Sabda Allah kepada Bapanya seperti lazimnya pada setiap doa lisan. Yesus tidak hanya memberi kita kata-kata bagi doa itu; tetapi serentak pula memberikan kepada kita Roh Kudus, oleh-Nya kata-kata doa ini di dalam kita menjadi "Roh yang memberi hidup" (Yoh 6:63). Tetapi Bapa juga mengutus "Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: Ya Abba, ya Bapa" (Gal 4:6). Inilah bukti dan sekaligus kemungkinan bagi doa kita sebagai anak-anak. Doa kita menyatakan kepada Tuhan kerinduan kita. Karena itu Bapa yang "menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa la, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus" (Rm 8:27). Dengan cara ini doa kepada Bapa kita termasuk dalam misteri perutusan Putera dan Roh.

2767.Sejak awal Gereja menerima anugerah yang bergabung tak terpisahkan yakni kata-kata Tuhan dan Roh Kudus. Roh Kudus memberi kepada kata-kata Tuhan kehidupan dalam hati umat beriman. Umat pertama mendoakan doa Tuhan "tiga kali sehari" (Didache 8,3) sebagai pengganti "delapan belas pujian" yang lazim dalam liturgi Yahudi.

2768.Menurut tradisi apostolik doa Tuhan pada hakikatnya berakar dalam liturgi.
"Tuhan mengajar kita berdoa untuk saudara-saudara kita secara bersama-sama. Karena ia tidak mengatakan: Bapaku di dalam surga, tetapi: Bapa kami, sehingga doa kita seperti dari satu jiwa mendoakan seluruh tubuh Gereja" (Yohanes Krisostomus, hom. in Mat 19:4).

2769.Penyampaian [traditio] doa Tuhan pada Pembaptisan dan Penguatan merupakan tanda kelahiran kembali dalam kehidupan ilahi. Doa Kristen berarti berbicara kepada Allah dengan Sabda Allah. Dengan demikian mereka yang "dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah" (1 Ptr 1:23), belajar untuk berseru kepada-Nya dengan satu-satunya Sabda, yang Bapanya selalu kabulkan. Dan selanjutnya mereka dapat melakukannya karena meterai pengurapan dengan Roh Kudus diukir secara tidak terhapuskan di dalam hati mereka, di dalam telinga mereka, di lidah mereka, di seluruh keberadaannya sebagai putera-puteri Allah. Karena itulah kebanyakan komentar dari bapa-bapa Gereja mengenai Bapa Kami ditujukan kepada para katekumen dan calon baptis. Kalau Gereja berdoa dengan kata-kata Tuhan, maka yang berdoa dan memperoleh kerahiman adalah selalu umat "yang dilahirkan kembali" Bdk. 1 Ptr 2:1-10.

<<   >>