Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2798.Kita dapat menyapa Allah sebagai "Bapa", karena Putera Allah yang telah menjadi manusia, menyatakan-Nya kepada kita. Oleh Pembaptisan kita sudah dijadikan anggota Putera Allah dan anak angkat Allah.

2799.Doa Tuhan memasukkan kita ke dalam persekutuan dengan Bapa dan dengan Putera-Nya Yesus Kristus. Doa ini sekaligus menyatakan kita kepada diri kita sendiri di dalam doa ini Bdk. GS 22,1.

2800.Doa kepada Bapa kita harus membangkitkan di dalam kita kehendak menjadi serupa dengan Dia, dan membuat hati kita menjadi remuk redam dan penuh kepercayaan.

2801.Kalau kita menamakan Allah Bapa "kita", kita mendasarkan diri atas perjanjian baru dalam Yesus Kristus, atas persekutuan dengan Tritunggal Mahakudus dan atas cinta ilahi, yang dengan perantaraan Gereja meluas ke seluruh bumi.

2802.Di "surga " tidak berarti tempat, tetapi keagungan Allah dan kehadiran-Nya di dalam hati orang-orang yang benar Surga, rumah Bapa, adalah tanah air yang sesungguhnya, kita mengejarnya dan sekarang kita sudah termasuk di dalamnya.

2803.Sesudah kita menempatkan diri di hadirat Allah, Bapa kita, untuk menyembah-Nya, mencintai-Nya dan memuji-Nya, Roh keputeraan melambungkan tujuh permohonan, tujuh pujian dari dalam hati kita. Tiga yang pertama lebih berhubungan dengan Allah dan menarik kita menuju kemuliaan Bapa; empat yang berikut bagaikan jalan menuju Allah dan menyerahkan kesusahan kita kepada rahmat-Nya. "Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu" (Mzm 42:8).

2804.Ketiga permohonan pertama membawa kita menuju Allah, demi diri-Nya sendiri; nama-Mu, Kerajaan-Mu dan kehendak-Mu. Adalah unsur hakiki dari cinta, bahwa ia lebih dulu ingat dia yang dicintai. Dalam setiap dari tiga permohonan itu kita tidak berbicara tentang diri sendiri, melainkan kita memberi diri ditangkap oleh "kerinduan yang membara" dan oleh "keprihatinan" Putera terkasih menyangkut kemuliaan Bapa-Nya Bdk. Luk 22:15; 12:50.: "dimuliakanlah ... datanglah ... jadilah... " Ketiga permohonan ini sudah dipenuhi dalam kurban Yesus, Penebus; tetapi sekarang, selama Allah belum jadi segalanya di dalam semua Bdk. 1 Kor 15:28., permohonan itu oleh harapan diarahkan kepada penyelesaian definitif.

2805.Permohonan-permohonan yang berikut berlangsung seturut arah beberapa epiklese Ekaristi; mereka mempersembahkan harapan kita dan menarik pandangan Bapa kerahiman atas dirinya. Mereka keluar dari kita dan menyangkut kita sekarang ini, di dunia ini: "berilah kami ... ampunilah kami ... janganlah masukkan kami ... bebaskanlah kami ... " Permohonan keempat dan kelima berhubungan dengan kehidupan kita: kita harus dikuatkan oleh makanan dan disembuhkan dari dosa. Dua permohonan terakhir menyangkut perjuangan doa: perjuangan kita demi kemenangan kehidupan.

2806.Oleh tiga permohonan pertama kita dikuatkan dalam iman, dipenuhi oleh harapan dan dinyalakan oleh cinta. Karena kita makhluk dan masih berdosa, kita juga harus berdoa untuk diri sendiri. Kita, yang takluk pada batas-batas dunia dan sejarah, menyerahkan diri kepada cinta Allah kita yang tidak terbatas. Karena melalui nama Kristus dan Kerajaan Roh-Nya, Bapa kita menyelesaikan rencana keselamatan-Nya untuk kita dan seluruh dunia.

2807.Perkataan "kuduskan" di sini tidak boleh dimengerti dalam arti menyebabkan (hanya Allah menguduskan, membuat kudus) tetapi terutama dalam arti penilaian: mengakui sesuatu sebagai kudus dan memperlakukannya demikian. Karena itu seruan "dikuduskanlah..." dalam penyembahan kadang-kadang diartikan sebagai pujian dan syukur Bdk. Mzm 111:9; Luk 1:49.. Tetapi permohonan ini diajarkan oleh Yesus kepada kita dalam bentuk keinginan: inilah satu permohonan, satu kerinduan dan satu penantian di mana Allah dan manusia ikut terlibat. Permohonan pertama dari Bapa Kami sudah langsung membenamkan kita ke dalam misteri ke-Allah-an-Nya dan ke dalam karya keselamatan bagi umat manusia. Permohonan kita bahwa nama-Nya dikuduskan, memasukkan kita ke dalam "keputusan penuh rahmat yang diambil lebih dahulu" supaya dalam cinta kita hidup kudus dan tak bercela di hadapan Allah. Bdk. Ef 1:9.4.

2808.Tuhan menyatakan nama-Nya dalam kejadian-kejadian yang menentukan dalam tata keselamatan-Nya, di mana Ia menyelesaikan karya-Nya. Tetapi karya ini terjadi untuk kita dan di dalam kita hanya, apabila nama-Nya dikuduskan oleh kita dan di dalam kita.

2809.Kekudusan Allah adalah pusat misteri-Nya yang kekal, yang sukar didekati. Apa yang nyata tentang Dia dalam ciptaan dan dalam sejarah, dinamakan Kitab Suci kemuliaan, pancaran kemuliaan-Nya Bdk. Mzm 8; Yes 6:3.. Allah memahkotai manusia "dengan kemuliaan dan hormat" (Mzm 8:6), karena Ia menciptakannya sebagai "gambar", seturut "rupa"-Nya (Kej 1:26). Tetapi oleh karena dosa, manusia "telah kehilangan kemuliaan Allah" (Rm 3:23). Dengan demikian Allah menyatakan kekudusan-Nya, dengan menyatakan dan menyampaikan nama-Nya, untuk menciptakan manusia baru "menurut gambaran Khaliknya" (Kol 3: 10).

2810.Oleh janji kepada Abraham dan sumpah yang menguatkannya Bdk. Ibr 6:13., Allah mewajibkan Diri, tetapi tanpa menyingkap nama-Nya. Baru kepada Musa Ia mulai menyatakannya Bdk. Kel 3:14., dan Ia memperlihatkan nama-Nya itu di depan mata seluruh bangsa, dengan membebaskan mereka dari orang Mesir: "Ia menjadi tinggi luhur" (Kel 15:1). Sejak perjanjian di Sinai bangsa ini menjadi milik-Nya; Ia dipanggil untuk menjadi bangsa yang "kudus" (atau "ditahbiskan" - dalam bahasa Ibrani kata yang sama) Bdk. Kel 19:5-6., karena nama Allah berdiam di dalamnya.

2811.Allah, Yang Kudus Bdk. Im 19:2: "Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus"., selalu secara baru lagi memberi kepada bangsa ini hukum yang kudus dan dengan memperhatikan nama-Nya sendiri, Ia selalu bersabar. Tetapi bangsa ini berpaling dari Yang Kudus Israel dan menajiskan nama-Nya di antara bangsa-bangsa Bdk. Kel 20; 36.. Karena itu orang-orang jujur dari Perjanjian Lama, orang miskin yang telah kembali dari pembuangan dan para nabi dipenuhi oleh semangat yang bernyala-nyala untuk nama-Nya.

2812.Akhirnya dinyatakan dan diberikan kepada kita di dalam Yesus, nama Allah yang kudus di dalam daging sebagai penyelamat Bdk. Mat 1:21; Luk 1:31.. Ia dinyatakan oleh pribadi-Nya, kata-kata-Nya dan oleh kurban-Nya Bdk. Yoh 8:28; 17:8; 17:17-19.. Inilah inti doa Imam Agung: Bapa yang kudus "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:19). Oleh karena Yesus sendiri "menguduskan" nama-Nya Bdk. Yeh 20:39; 36:20-21., maka Ia "mewahyukan" nama Bapa (Yoh 17:6). Pada akhir Paska-Nya, Bapa menganugerahkan kepada-Nya nama yang lebih besar daripada segala nama: Yesus adalah Tuhan demi kemuliaan Allah, Bapa Bdk. Flp 2:9-11.

2813.Dalam air Pembaptisan kita telah dibersihkan, dikuduskan, dan "dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (1 Kor 6:11). Allah telah memanggil kita, supaya "menjadi kudus" dalam seluruh kehidupan kita ( 1 Tes 4:7): "Oleh Dia kamu berada dalam Yesus Kristus, yang oleh Allah telah menjadi kekudusan bagi kita" (1 Kor 1:30). Permohonan, agar nama-Nya dikuduskan di dalam kita dan oleh kita, menyangkut kehormatan-Nya dan kehidupan kita. Karena itu permohonan pertama sangat mendesak.
"Oleh siapa Allah dapat dikuduskan, karena Dia sendiri yang menguduskan? Tetapi karena Ia sendiri telah mengatakan: Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus (Im 20:26), kita lalu memohon, bahwa kita yang dikuduskan dalam Pembaptisan, berpegang teguh pada keberadaan yang telah mulai diberikan kepada kita. Dan untuk itu kita berdoa hari demi hari; karena kita membutuhkan pengudusan setiap hari, supaya kita yang berdosa setiap hari, dapat membersihkan lagi dosa-dosa kita oleh pembasuhan yang terus-menerus ... Kita berdoa, supaya pengudusan ini tinggal di dalam kita" (Siprianus Dom. orat. 12).

2814.Bergantung pada kehidupan dan sekaligus pada doa kita apakah nama-Nya dikuduskan di antara bangsa-bangsa:
"Kita berdoa, agar Allah menguduskan nama-Nya, yang oleh kekudusan-Nya menyelamatkan dan menguduskan seluruh ciptaan ... Itulah nama yang memberikan kembali keselamatan, yang telah hilang, kepada dunia. Tetapi kita berdoa, supaya nama Allah dikuduskan di dalam kita oleh kehidupan kita. Kalau kita berbuat baik, nama Allah dipuji; kalau kita berbuat buruk, maka Ia akan dihujah sesuai dengan perkataan Rasul: Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujah di antara bangsa-bangsa (Rm 2:24; Yeh 36:20-22). Karena itu kita berdoa, supaya memperoleh sekian banyak kekudusan di dalam hati kita, sebagaimana nama Allah kudus adanya" (Petrus Krisologus, serm. 71).
"Kalau kita mengatakan: dikuduskanlah nama-Mu, kita berdoa, agar Ia dikuduskan di dalam kita yang sudah menjadi milik-Nya, demikian pula di dalam orang lain yang masih dinantikan rahmat Allah, sehingga dengan demikian kita juga patuh kepada peraturan, supaya berdoa bagi semua orang, juga bagi musuh-musuh kita. Karena itu, kita tidak secara khusus berdoa dikuduskanlah nama-Mu di dalam kami, karena kita berdoa agar Ia dikuduskan dalam semua manusia" (Tertulianus, or. 3).

2815.Permohonan pertama ini yang mencakup semua orang lain, seperti enam permohonan yang lain, dikabulkan oleh doa Kristus. Doa kepada Bapa kita adalah doa kita, kalau itu didoakan dalam nama Yesus Bdk. Yoh 14:13; 15:16; 16:24.26.. Yesus berdoa dalam doa Imam Agung-Nya: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku" (Yoh 17:11).

2816.Dalam Perjanjian Baru, kata basileia dapat diterjemahkan dengan "kerajaan" (pengertian abstrak), "wilayah kerajaan" (pengertian konkret) atau "pemerintahan" (pengertian bertindak). Kerajaan Allah sudah ada. Kerajaan itu telah mendekat dalam Sabda yang menjadi manusia, telah diumunikan dalam seluruh Injil dan telah datang dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Sejak perjamuan malam terakhir Kerajaan Allah datang dalam Ekaristi; ia ada di tengah kita. Kerajaan Allah akan datang dalam kemuliaan, apabila Kristus akan menyerahkannya kepada Bapa.
"Kristus sendiri juga dapat merupakan Kerajaan Allah itu, kepada Siapa kita berseru setiap hari dalam kerinduan kita, dan yang kedatangan-Nya kembali kita nantikan dengan tidak sabar lagi. Oleh karena Ia sendiri adalah kebangkitan kita, karena kita akan bangkit dalam Dia, karena itu Ia sendiri juga dapat diartikan sebagai Kerajaan Allah, karena kita akan memerintah di dalam Dia" (Siprianus, Dom. orat. 13).

2817.Permohonan ini adalah "Maranatha", seruan Roh dan mempelai: "Datanglah Tuhan Yesus!"
"Juga andaikata di dalam doa ini tidak ada perintah, supaya mendoakan kedatangan Kerajaan, namun kita dengan sendirinya harus mengeluarkan seruan ini dan bergegas-gegas untuk merangkul harapan kita. Di bawah altar, jiwa-jiwa para martir memohon dari Tuhan dengan seruan nyaring: Berapa lama lagi Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami terhadap mereka yang diam di bumi? (Why 6:10). Karena kepada mereka akan diberikan kebenaran pada akhir zaman. Tuhan, semoga dipercepatkanlah kedatangan Kerajaan-Mu" (Tertulianus, or. 5).

2818.Doa Tuhan terutama berbicara tentang kedatangan definitif Kerajaan Allah dengan kedatangan kembali Kristus Bdk. Tit 2:13.. Kerinduan ini tidak menyelewengkan Gereja dari perutusannya di dunia ini, tetapi mewajibkan dia untuk melakukannya. Sejak Pentekosta kedatangan Kerajaan adalah karya Roh Kudus, yang "melanjutkan karya Kristus di dunia dan menyelesaikan segala pengudusan" (MR, Doa Syukur Agung IV).

2819."Kerajaan Allah... adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus" (Rm 14:17). Zaman-zaman terakhir, di mana kita hidup adalah waktu pencurahan Roh Kudus. Dengan itu mulailah perjuangan yang menentukan antara "daging" dan "roh" Bdk. Gal 5:16-25.
"Hanya jiwa yang murni dapat berkata dengan penuh harapan: Datanglah Kerajaan-Mu. Siapa yang mendengar perkataan Paulus: Hendaktlah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana (Rm 6:12), siapa yang tetap murni dalam perbuatan, pikiran, dan pembicaraan, dapat berkata kepada Allah: Datanglah Kerajaan-Mu" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5 13).

2820.Di bawah bimbingan Roh Kudus, orang-orang Kristen harus membeda-bedakan pertumbuhan Kerajaan Allah dari kemajuan kultur dan masyarakat, dalamnya mereka hidup. Pembedaan ini bukanlah pemisahan, karena panggilan manusia menuju kehidupan kekal tidak membebaskan dia dari kewajiban, untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan dan sarana-sarana yang diterima dari Allah untuk keadilan dan perdamaian Bdk. GS 22; 32; 39; 45; EN 31. di dalam dunia, melainkan mempertegas tugas ini.

2821.Permohonan ini ditopang dan dikabulkan oleh doa Yesus Bdk. Yoh 17:17-20.. Di dalam Ekaristi doa ini hadir dan berdaya guna. Permohonan itu berbuah dalam kehidupan baru, yang sesuai dengan sabda bahagia Bdk. Mat 5:13-16; 6:24; 7:12-13.

2822.Adalah kehendak Bapa kita, "supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim 2:4). Ia sabar, karena "Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa" (2 Ptr 3:9) Bdk. Mat 18:14.. Perintah-Nya yang mencakup semua perintah lain dan menyatakan kehendak-Nya kepada kita, berbunyi: "Kasihilah sesamamu; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi" (Yoh 13:34) Bdk. 1 Yoh 3:4; Luk 10:25-37.

2823."Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya,... untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala, segala sesuatu... di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputugsn kehendak-Nya" (Ef 1:9-11). Demikianlah kita berdoa terus-menerus, agar keputusan yang berbelaskasihan ini dapat terlaksana di atas bumi, seperti sekarang ini di surga.

2824.Kehendak Bapa dipenuhi secara sempurna di dalam Kristus oleh kehendak manusiawi-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Pada saat masuk ke dunia Yesus berkata: "Sungguh, Aku datang; untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku" (Ibr 10:7; Mzm 40:8). Hanya Yesus dapat mengatakan tentang Diri sendiri, bahwa Ia "senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada Bapa" (Yoh 8:29). Ketika berdoa dalam sakratul maut Ia menyetujui sepenuhnya kehendak Bapa: "Bukan kehendakKu, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" (Luk 22:42) Bdk. Yoh 4:34; 5:30; 6:38.. Karena itu Yesus "menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita... menurut kehendak Allah dan Bapa kita" (Gal 1:4). "Karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibr 10:10).

2825."Dan sekalipun Ia adalah Anak, Yesus telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya" (Ibr 5:8). Terlebih hal itu berlaku bagi kita, makhluk yang berdosa, yang telah menjadi anak angkat di dalam Yesus. Kita memohon kepada Bapa kita, agar Ia mempersatukan kehendak kita dengan kehendak Putera-Nya supaya kita memenuhi kehendak-Nya yaitu rencana keselamatan untuk kehidupan dunia. Dari diri kita sendiri kita sama sekali tidak mampu untuk itu, tetapi bersatu dengan Yesus dan berkat kekuatan Roh Kudus-Nya kita dapat menyerahkan kehendak kita kepada Bapa dan memutuskan untuk melakukan apa yang selalu dipilih Putera: melakukan apa yang berkenan kepada Bapa Bdk. Yoh 8:29.
Kalau kita setia kepada Kristus, "kita dapat menjadi satu Roh bersama Dia dan dengan demikian melaksanakan kehendak-Nya; maka kehendak ini akan dilaksanakan secara sempurna di dunia seperti di dalam surga" (Origenes, or. 26).
"Lihatlah, bagaimana Yesus Kristus mengajar kerendahan hati kepada kita, dengan menjelaskan kepada kita, bahwa kebajikan bukan hanya hasil usaha kita melainkan juga hasil rahmat Allah. Juga di sini Ia menyuruh setiap kita, supaya di dalam doa memperhatikan kesejahteraan seluruh dunia. Oleh karena Ia tidak berkata: Jadilah kehendak-Mu pada aku atau pada kalian, tetapi: di seluruh dunia, supaya segala kekeliruan hilang, kebenaran menjadi tampak, setiap kejahatan dibasmi, kebajikan masuk, dan dengan demikian tidak ada perbedaan lagi antara surga dan bumi" (Yohanes Krisostomus, hom. in Mat 19:5).

2826.Dengan perantafaan doa "kita dapat mengetahui ... manakah kehendak Allah" (Rm 12:2) Bdk. Ef 5:17., dan "memperoleh ketekunan" untuk "melakukannya" (Ibr 10:36). Yesus mengajarkan kita bahwa bukan setiap orang yang memakai banyak kata akan masuk ke dalam Kerajaan surga, "melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Mat 7:21).

2827."Allah tidak mendengarkan orang berdosa, tetapi orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya" (Yoh 9:31) Bdk. 1 Yoh 5:14.. Doa Gereja dalam nama Tuhannya mempunyai kekuatan yang begitu besar, terutama dalam Ekaristi. Inilah persekutuan syafaat bersama Bunda Allah yang kudus Bdk. Luk 1:38.49. dan semua orang kudus, yang berkenan kepada Tuhan, karena hanya ingin memenuhi kehendak-Nya.
"Tanpa melecehkan kebenaran, kita dapat juga menerjemahkan kata-kata: Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga dengan: di dalam Gereja seperti di dalam Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam mempelai yang sudah bertunangan dengannya, seperti di dalam mempelai pria, yang melakukan kehendak Bapa" (Agustinus, serm. Dom. 2,6,24).

<<   >>