KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 280. | Penciptaan adalah "awal tata keselamatan", "awal sejarah keselamatan" (DCG 51) yang berpuncak pada Kristus. Sebaliknya misteri Kristus adalah terang misteri penciptaan yang menentukan; ia menyingkap tujuan, untuk apa Allah menciptakan "pada mulanya... langit dan bumi" (Kej 1:1). Sejak awal Allah telah memikirkan kemuliaan ciptaan baru di dalam Kristus Bdk. Rm 8:18-23.
| | 281. | Karena itu mulailah bacaan-bacaan pada malam Paskah, perayaan penciptaan baru di dalam Kristus, dengan kisah penciptaan. Demikian juga dalam liturgi Bisantin kisah penciptaan selalu merupakan bacaan pertama dari vigili hari-hari raya Tuhan. Seturut kesaksian umat Kristen bahari, pengajaran bagi para katekumen mengenai Pembaptisan mengikuti jalan yang sama dari penciptaan menuju penciptaan baru Bdk. Egeria, pereg. 46; Agustinus, catech. 3,5.
| | 282. | Katekese tentang penciptaan sangat penting. Karena ia menyangkut dasar-dasar kehidupan manusia dan kehidupan Kristen, karena ia merupakan jawaban iman Kristen atas pertanyaan-pertanyaan dasar yang dihadapi manusia segala zaman: "dari mana kita datang?", "ke mana kita pergi?", "dari mana kita berasal?", "untuk apa kita hidup?", "dari mana asal segala sesuatu yang ada, dan ke mana arahnya?". Kedua pertanyaan yang menyangkut asal dan tujuan, tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. Mereka sangat menentukan arti dan orientasi kehidupan dan perbuatan kita.
| | 283. | Pertanyaan mengenai asal bumi dan manusia adalah bahan banyak penelitian ilmiah, yang secara luar biasa memperkaya pengetahuan kita mengenai usia dan luasnya semesta alam, mengenai jadinya bentuk-bentuk kehidupan dan munculnya manusia. Penemuan-penemuan itu harus mendorong kita untuk lebih lagi mengagumi kebesaran pencipta, berterima kasih kepada-Nya untuk segala karya-Nya dan untuk pengetahuan dan kebijaksanaan, yang Ia berikan kepada para ilmuwan dan peneliti. Bersama Salomo mereka dapat berkata: "Ia sendiri telah memberi aku pengetahuan yang tidak menipu, tentang segala-gala yang ada supaya kukenal susunan alam semesta dan daya anasirnya... oleh karena seniwati segala sesuatu, yaitu kebijaksanaan mengajar aku" (Keb 7:17-21).
| | 284. | Minat besar untuk penelitian-penelitian ini dipacu dengan kuat oleh pertanyaan lain, yang melampaui bidang ilmu pengetahuan alam yang sebenarnya. Pertanyaan itu tidak hanya menyangkut soal, bilamana dan bagaimana kosmos ini secara material terjadi den bagaimana manusia muncul, tetapi menyangkut arti kejadian ini: apakah secara kebetulan, karena takdir buta, satu keharusan yang tidak dikenal atau oleh satu wujud yang inteligen dan baik, yang kita namakan Allah. Dan apabila bumi berasal dari kebijaksanaan dan kebaikan Allah, lalu mengapa ada kejahatan? Dari mana ia datang? Siapakah yang bertanggung jawab untuk itu? Dan apakah ada pembebasan darinya?
| << >>
|