KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2805. | Permohonan-permohonan yang berikut berlangsung seturut arah beberapa epiklese Ekaristi; mereka mempersembahkan harapan kita dan menarik pandangan Bapa kerahiman atas dirinya. Mereka keluar dari kita dan menyangkut kita sekarang ini, di dunia ini: "berilah kami ... ampunilah kami ... janganlah masukkan kami ... bebaskanlah kami ... " Permohonan keempat dan kelima berhubungan dengan kehidupan kita: kita harus dikuatkan oleh makanan dan disembuhkan dari dosa. Dua permohonan terakhir menyangkut perjuangan doa: perjuangan kita demi kemenangan kehidupan.
| | 2806. | Oleh tiga permohonan pertama kita dikuatkan dalam iman, dipenuhi oleh harapan dan dinyalakan oleh cinta. Karena kita makhluk dan masih berdosa, kita juga harus berdoa untuk diri sendiri. Kita, yang takluk pada batas-batas dunia dan sejarah, menyerahkan diri kepada cinta Allah kita yang tidak terbatas. Karena melalui nama Kristus dan Kerajaan Roh-Nya, Bapa kita menyelesaikan rencana keselamatan-Nya untuk kita dan seluruh dunia.
| | 2807. | Perkataan "kuduskan" di sini tidak boleh dimengerti dalam arti menyebabkan (hanya Allah menguduskan, membuat kudus) tetapi terutama dalam arti penilaian: mengakui sesuatu sebagai kudus dan memperlakukannya demikian. Karena itu seruan "dikuduskanlah..." dalam penyembahan kadang-kadang diartikan sebagai pujian dan syukur Bdk. Mzm 111:9; Luk 1:49.. Tetapi permohonan ini diajarkan oleh Yesus kepada kita dalam bentuk keinginan: inilah satu permohonan, satu kerinduan dan satu penantian di mana Allah dan manusia ikut terlibat. Permohonan pertama dari Bapa Kami sudah langsung membenamkan kita ke dalam misteri ke-Allah-an-Nya dan ke dalam karya keselamatan bagi umat manusia. Permohonan kita bahwa nama-Nya dikuduskan, memasukkan kita ke dalam "keputusan penuh rahmat yang diambil lebih dahulu" supaya dalam cinta kita hidup kudus dan tak bercela di hadapan Allah. Bdk. Ef 1:9.4.
| | 2808. | Tuhan menyatakan nama-Nya dalam kejadian-kejadian yang menentukan dalam tata keselamatan-Nya, di mana Ia menyelesaikan karya-Nya. Tetapi karya ini terjadi untuk kita dan di dalam kita hanya, apabila nama-Nya dikuduskan oleh kita dan di dalam kita.
| | 2809. | Kekudusan Allah adalah pusat misteri-Nya yang kekal, yang sukar didekati. Apa yang nyata tentang Dia dalam ciptaan dan dalam sejarah, dinamakan Kitab Suci kemuliaan, pancaran kemuliaan-Nya Bdk. Mzm 8; Yes 6:3.. Allah memahkotai manusia "dengan kemuliaan dan hormat" (Mzm 8:6), karena Ia menciptakannya sebagai "gambar", seturut "rupa"-Nya (Kej 1:26). Tetapi oleh karena dosa, manusia "telah kehilangan kemuliaan Allah" (Rm 3:23). Dengan demikian Allah menyatakan kekudusan-Nya, dengan menyatakan dan menyampaikan nama-Nya, untuk menciptakan manusia baru "menurut gambaran Khaliknya" (Kol 3: 10).
| | 2810. | Oleh janji kepada Abraham dan sumpah yang menguatkannya Bdk. Ibr 6:13., Allah mewajibkan Diri, tetapi tanpa menyingkap nama-Nya. Baru kepada Musa Ia mulai menyatakannya Bdk. Kel 3:14., dan Ia memperlihatkan nama-Nya itu di depan mata seluruh bangsa, dengan membebaskan mereka dari orang Mesir: "Ia menjadi tinggi luhur" (Kel 15:1). Sejak perjanjian di Sinai bangsa ini menjadi milik-Nya; Ia dipanggil untuk menjadi bangsa yang "kudus" (atau "ditahbiskan" - dalam bahasa Ibrani kata yang sama) Bdk. Kel 19:5-6., karena nama Allah berdiam di dalamnya.
| | 2811. | Allah, Yang Kudus Bdk. Im 19:2: "Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus"., selalu secara baru lagi memberi kepada bangsa ini hukum yang kudus dan dengan memperhatikan nama-Nya sendiri, Ia selalu bersabar. Tetapi bangsa ini berpaling dari Yang Kudus Israel dan menajiskan nama-Nya di antara bangsa-bangsa Bdk. Kel 20; 36.. Karena itu orang-orang jujur dari Perjanjian Lama, orang miskin yang telah kembali dari pembuangan dan para nabi dipenuhi oleh semangat yang bernyala-nyala untuk nama-Nya.
| | 2812. | Akhirnya dinyatakan dan diberikan kepada kita di dalam Yesus, nama Allah yang kudus di dalam daging sebagai penyelamat Bdk. Mat 1:21; Luk 1:31.. Ia dinyatakan oleh pribadi-Nya, kata-kata-Nya dan oleh kurban-Nya Bdk. Yoh 8:28; 17:8; 17:17-19.. Inilah inti doa Imam Agung: Bapa yang kudus "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:19). Oleh karena Yesus sendiri "menguduskan" nama-Nya Bdk. Yeh 20:39; 36:20-21., maka Ia "mewahyukan" nama Bapa (Yoh 17:6). Pada akhir Paska-Nya, Bapa menganugerahkan kepada-Nya nama yang lebih besar daripada segala nama: Yesus adalah Tuhan demi kemuliaan Allah, Bapa Bdk. Flp 2:9-11.
| | 2813. | Dalam air Pembaptisan kita telah dibersihkan, dikuduskan, dan "dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (1 Kor 6:11). Allah telah memanggil kita, supaya "menjadi kudus" dalam seluruh kehidupan kita ( 1 Tes 4:7): "Oleh Dia kamu berada dalam Yesus Kristus, yang oleh Allah telah menjadi kekudusan bagi kita" (1 Kor 1:30). Permohonan, agar nama-Nya dikuduskan di dalam kita dan oleh kita, menyangkut kehormatan-Nya dan kehidupan kita. Karena itu permohonan pertama sangat mendesak.
"Oleh siapa Allah dapat dikuduskan, karena Dia sendiri yang menguduskan? Tetapi karena Ia sendiri telah mengatakan: Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus (Im 20:26), kita lalu memohon, bahwa kita yang dikuduskan dalam Pembaptisan, berpegang teguh pada keberadaan yang telah mulai diberikan kepada kita. Dan untuk itu kita berdoa hari demi hari; karena kita membutuhkan pengudusan setiap hari, supaya kita yang berdosa setiap hari, dapat membersihkan lagi dosa-dosa kita oleh pembasuhan yang terus-menerus ... Kita berdoa, supaya pengudusan ini tinggal di dalam kita" (Siprianus Dom. orat. 12).
| | 2814. | Bergantung pada kehidupan dan sekaligus pada doa kita apakah nama-Nya dikuduskan di antara bangsa-bangsa:
"Kita berdoa, agar Allah menguduskan nama-Nya, yang oleh kekudusan-Nya menyelamatkan dan menguduskan seluruh ciptaan ... Itulah nama yang memberikan kembali keselamatan, yang telah hilang, kepada dunia. Tetapi kita berdoa, supaya nama Allah dikuduskan di dalam kita oleh kehidupan kita. Kalau kita berbuat baik, nama Allah dipuji; kalau kita berbuat buruk, maka Ia akan dihujah sesuai dengan perkataan Rasul: Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujah di antara bangsa-bangsa (Rm 2:24; Yeh 36:20-22). Karena itu kita berdoa, supaya memperoleh sekian banyak kekudusan di dalam hati kita, sebagaimana nama Allah kudus adanya" (Petrus Krisologus, serm. 71).
"Kalau kita mengatakan: dikuduskanlah nama-Mu, kita berdoa, agar Ia dikuduskan di dalam kita yang sudah menjadi milik-Nya, demikian pula di dalam orang lain yang masih dinantikan rahmat Allah, sehingga dengan demikian kita juga patuh kepada peraturan, supaya berdoa bagi semua orang, juga bagi musuh-musuh kita. Karena itu, kita tidak secara khusus berdoa dikuduskanlah nama-Mu di dalam kami, karena kita berdoa agar Ia dikuduskan dalam semua manusia" (Tertulianus, or. 3).
| | 2815. | Permohonan pertama ini yang mencakup semua orang lain, seperti enam permohonan yang lain, dikabulkan oleh doa Kristus. Doa kepada Bapa kita adalah doa kita, kalau itu didoakan dalam nama Yesus Bdk. Yoh 14:13; 15:16; 16:24.26.. Yesus berdoa dalam doa Imam Agung-Nya: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku" (Yoh 17:11).
| | 2816. | Dalam Perjanjian Baru, kata basileia dapat diterjemahkan dengan "kerajaan" (pengertian abstrak), "wilayah kerajaan" (pengertian konkret) atau "pemerintahan" (pengertian bertindak). Kerajaan Allah sudah ada. Kerajaan itu telah mendekat dalam Sabda yang menjadi manusia, telah diumunikan dalam seluruh Injil dan telah datang dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Sejak perjamuan malam terakhir Kerajaan Allah datang dalam Ekaristi; ia ada di tengah kita. Kerajaan Allah akan datang dalam kemuliaan, apabila Kristus akan menyerahkannya kepada Bapa.
"Kristus sendiri juga dapat merupakan Kerajaan Allah itu, kepada Siapa kita berseru setiap hari dalam kerinduan kita, dan yang kedatangan-Nya kembali kita nantikan dengan tidak sabar lagi. Oleh karena Ia sendiri adalah kebangkitan kita, karena kita akan bangkit dalam Dia, karena itu Ia sendiri juga dapat diartikan sebagai Kerajaan Allah, karena kita akan memerintah di dalam Dia" (Siprianus, Dom. orat. 13).
| | 2817. | Permohonan ini adalah "Maranatha", seruan Roh dan mempelai: "Datanglah Tuhan Yesus!"
"Juga andaikata di dalam doa ini tidak ada perintah, supaya mendoakan kedatangan Kerajaan, namun kita dengan sendirinya harus mengeluarkan seruan ini dan bergegas-gegas untuk merangkul harapan kita. Di bawah altar, jiwa-jiwa para martir memohon dari Tuhan dengan seruan nyaring: Berapa lama lagi Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami terhadap mereka yang diam di bumi? (Why 6:10). Karena kepada mereka akan diberikan kebenaran pada akhir zaman. Tuhan, semoga dipercepatkanlah kedatangan Kerajaan-Mu" (Tertulianus, or. 5).
| | 2818. | Doa Tuhan terutama berbicara tentang kedatangan definitif Kerajaan Allah dengan kedatangan kembali Kristus Bdk. Tit 2:13.. Kerinduan ini tidak menyelewengkan Gereja dari perutusannya di dunia ini, tetapi mewajibkan dia untuk melakukannya. Sejak Pentekosta kedatangan Kerajaan adalah karya Roh Kudus, yang "melanjutkan karya Kristus di dunia dan menyelesaikan segala pengudusan" (MR, Doa Syukur Agung IV).
| << >>
|