Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

281.Karena itu mulailah bacaan-bacaan pada malam Paskah, perayaan penciptaan baru di dalam Kristus, dengan kisah penciptaan. Demikian juga dalam liturgi Bisantin kisah penciptaan selalu merupakan bacaan pertama dari vigili hari-hari raya Tuhan. Seturut kesaksian umat Kristen bahari, pengajaran bagi para katekumen mengenai Pembaptisan mengikuti jalan yang sama dari penciptaan menuju penciptaan baru Bdk. Egeria, pereg. 46; Agustinus, catech. 3,5.

282.Katekese tentang penciptaan sangat penting. Karena ia menyangkut dasar-dasar kehidupan manusia dan kehidupan Kristen, karena ia merupakan jawaban iman Kristen atas pertanyaan-pertanyaan dasar yang dihadapi manusia segala zaman: "dari mana kita datang?", "ke mana kita pergi?", "dari mana kita berasal?", "untuk apa kita hidup?", "dari mana asal segala sesuatu yang ada, dan ke mana arahnya?". Kedua pertanyaan yang menyangkut asal dan tujuan, tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. Mereka sangat menentukan arti dan orientasi kehidupan dan perbuatan kita.

283.Pertanyaan mengenai asal bumi dan manusia adalah bahan banyak penelitian ilmiah, yang secara luar biasa memperkaya pengetahuan kita mengenai usia dan luasnya semesta alam, mengenai jadinya bentuk-bentuk kehidupan dan munculnya manusia. Penemuan-penemuan itu harus mendorong kita untuk lebih lagi mengagumi kebesaran pencipta, berterima kasih kepada-Nya untuk segala karya-Nya dan untuk pengetahuan dan kebijaksanaan, yang Ia berikan kepada para ilmuwan dan peneliti. Bersama Salomo mereka dapat berkata: "Ia sendiri telah memberi aku pengetahuan yang tidak menipu, tentang segala-gala yang ada supaya kukenal susunan alam semesta dan daya anasirnya... oleh karena seniwati segala sesuatu, yaitu kebijaksanaan mengajar aku" (Keb 7:17-21).

284.Minat besar untuk penelitian-penelitian ini dipacu dengan kuat oleh pertanyaan lain, yang melampaui bidang ilmu pengetahuan alam yang sebenarnya. Pertanyaan itu tidak hanya menyangkut soal, bilamana dan bagaimana kosmos ini secara material terjadi den bagaimana manusia muncul, tetapi menyangkut arti kejadian ini: apakah secara kebetulan, karena takdir buta, satu keharusan yang tidak dikenal atau oleh satu wujud yang inteligen dan baik, yang kita namakan Allah. Dan apabila bumi berasal dari kebijaksanaan dan kebaikan Allah, lalu mengapa ada kejahatan? Dari mana ia datang? Siapakah yang bertanggung jawab untuk itu? Dan apakah ada pembebasan darinya?

285.Sejak dari dulu iman Kristen berhadapan dengan jawaban-jawaban menyangkut pertanyaan mengenai asal mula, yang bunyinya lain daripada jawaban Kristen. Dalam agama dan kebudayaan kuno terdapat banyak mitos mengenai asal usul bumi. Filsuf-filsuf tertentu mengatakan, segala-galanya adalah Allah; bumi ini adalah Allah atau jadinya bumi ini adalah jadinya Allah (Panteisme). Yang lain mengatakan, bumi ini secara mutlak mengalir keluar dari Allah; ia mengalir dari-Nya dan bermuara lagi pada-Nya. Yang lain lagi menegaskan, ada dua prinsip abadi, yang baik dan yang jahat, cahaya dan kegelapan; kedua prinsip ini selalu bergumul satu dengan yang lain (Dualisme, Manikheisme). Menurut pendapat-pendapat tertentu dunia ini (paling tidak dunia material) adalah jahat, satu gejala kemerosotan, dan dengan demikian harus ditolak atau ditinggalkan (Gnosis). Yang lain lagi mengakui bahwa bumi diciptakan Allah, tetapi bagaikan oleh seorang, tukang arloji yang setelah membuatnya lalu menyerahkannya kepada dirinya sendiri (Deisme). Akhirnya ada yang lain yang mengakui asal bumi yang lebih tinggi, tetapi hanya melihat di dalamnya suatu permainan materi, yang sudah selalu ada (Materialisme). Semua percobaan penyelesaian itu membuktikan bahwa awal mula segala sesuatu selalu dan di mana-mana dipertanyakan. Mencari-cari adalah sifat khas manusia.

286.Memang akal budi manusia dapat menemukan jawaban atas pertanyan mengenai asal segala sesuatu. Adanya seorang pencipta dapat diketahui dengan pasti dari karya-karya-Nya berkat cahaya akal budi manusiawi Bdk. DS 3026., walaupun pengetahuan ini sering digelapkan dan dinodai oleh kekhilafan. Oleh karena itu, iman memperkuat dan menerangi akal budi supaya ia mengerti kebenaran ini dengan tepat: "Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat" (Ibr 11:3).

287.Kebenaran mengenai penciptaan adalah sekian penting bagi seluruh kehidupan manusia, sehingga Allah dalam kebaikan-Nya hendak mewahyukan kepada bangsa-Nya segala sesuatu , yang perlu diketahui tentang hal-hal ini demi keselamatan. Selain pengetahuan kodrati tentang adanya pencipta yang dapat diperoleh setiap manusia Bdk. Kis 17:24-29; Rm 1:19-20., lama-kelamaan Allah mewahyukan kepada bangsa Israel misteri penciptaan. Ia, yang memanggil para bapa bangsa, yang mengantar bangsa pilihan-Nya keluar dari Mesir, menciptakan dan membentuknya Bdk. Yes 43:1., Ia mewahyukan Diri sebagai Dia, yang memiliki segala bangsa di bumi dan seluruh dunia, sebagai Dia, yang "menciptakan langit dan bumi" (Mzm 115:15; 124:8; 134:3) seorang Diri.

288.Dengan demikian wahyu mengenai penciptaan tidak dapat dipisahkan dari wahyu dan pelaksanaan perjanjian, yang diadakan Allah yang Esa dengan bangsa-Nya. Penciptaan diwahyukan sebagai langkah pertama menuju perjanjian ini, sebagai bukti pertama dan universal dari cinta Allah yang maha kuasa Bdk. Kej 15:5, Yer 33:19-26. Kebenaran penciptaan juga muncul semakin jelas dalam pesan para nabi Bdk. Yes 44:24., dalam doa mazmur Bdk. Mzm 104. dan dalam liturgi serta amsal Bdk. Ams 8:22-31. bangsa terpilih.

<<   >>