KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2817. | Permohonan ini adalah "Maranatha", seruan Roh dan mempelai: "Datanglah Tuhan Yesus!"
"Juga andaikata di dalam doa ini tidak ada perintah, supaya mendoakan kedatangan Kerajaan, namun kita dengan sendirinya harus mengeluarkan seruan ini dan bergegas-gegas untuk merangkul harapan kita. Di bawah altar, jiwa-jiwa para martir memohon dari Tuhan dengan seruan nyaring: Berapa lama lagi Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami terhadap mereka yang diam di bumi? (Why 6:10). Karena kepada mereka akan diberikan kebenaran pada akhir zaman. Tuhan, semoga dipercepatkanlah kedatangan Kerajaan-Mu" (Tertulianus, or. 5).
| | 2818. | Doa Tuhan terutama berbicara tentang kedatangan definitif Kerajaan Allah dengan kedatangan kembali Kristus Bdk. Tit 2:13.. Kerinduan ini tidak menyelewengkan Gereja dari perutusannya di dunia ini, tetapi mewajibkan dia untuk melakukannya. Sejak Pentekosta kedatangan Kerajaan adalah karya Roh Kudus, yang "melanjutkan karya Kristus di dunia dan menyelesaikan segala pengudusan" (MR, Doa Syukur Agung IV).
| | 2819. | "Kerajaan Allah... adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus" (Rm 14:17). Zaman-zaman terakhir, di mana kita hidup adalah waktu pencurahan Roh Kudus. Dengan itu mulailah perjuangan yang menentukan antara "daging" dan "roh" Bdk. Gal 5:16-25.
"Hanya jiwa yang murni dapat berkata dengan penuh harapan: Datanglah Kerajaan-Mu. Siapa yang mendengar perkataan Paulus: Hendaktlah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana (Rm 6:12), siapa yang tetap murni dalam perbuatan, pikiran, dan pembicaraan, dapat berkata kepada Allah: Datanglah Kerajaan-Mu" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5 13).
| | 2820. | Di bawah bimbingan Roh Kudus, orang-orang Kristen harus membeda-bedakan pertumbuhan Kerajaan Allah dari kemajuan kultur dan masyarakat, dalamnya mereka hidup. Pembedaan ini bukanlah pemisahan, karena panggilan manusia menuju kehidupan kekal tidak membebaskan dia dari kewajiban, untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan dan sarana-sarana yang diterima dari Allah untuk keadilan dan perdamaian Bdk. GS 22; 32; 39; 45; EN 31. di dalam dunia, melainkan mempertegas tugas ini.
| | 2821. | Permohonan ini ditopang dan dikabulkan oleh doa Yesus Bdk. Yoh 17:17-20.. Di dalam Ekaristi doa ini hadir dan berdaya guna. Permohonan itu berbuah dalam kehidupan baru, yang sesuai dengan sabda bahagia Bdk. Mat 5:13-16; 6:24; 7:12-13.
| | 2822. | Adalah kehendak Bapa kita, "supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim 2:4). Ia sabar, karena "Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa" (2 Ptr 3:9) Bdk. Mat 18:14.. Perintah-Nya yang mencakup semua perintah lain dan menyatakan kehendak-Nya kepada kita, berbunyi: "Kasihilah sesamamu; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi" (Yoh 13:34) Bdk. 1 Yoh 3:4; Luk 10:25-37.
| | 2823. | "Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya,... untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala, segala sesuatu... di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputugsn kehendak-Nya" (Ef 1:9-11). Demikianlah kita berdoa terus-menerus, agar keputusan yang berbelaskasihan ini dapat terlaksana di atas bumi, seperti sekarang ini di surga.
| | 2824. | Kehendak Bapa dipenuhi secara sempurna di dalam Kristus oleh kehendak manusiawi-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Pada saat masuk ke dunia Yesus berkata: "Sungguh, Aku datang; untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku" (Ibr 10:7; Mzm 40:8). Hanya Yesus dapat mengatakan tentang Diri sendiri, bahwa Ia "senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada Bapa" (Yoh 8:29). Ketika berdoa dalam sakratul maut Ia menyetujui sepenuhnya kehendak Bapa: "Bukan kehendakKu, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" (Luk 22:42) Bdk. Yoh 4:34; 5:30; 6:38.. Karena itu Yesus "menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita... menurut kehendak Allah dan Bapa kita" (Gal 1:4). "Karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibr 10:10).
| << >>
|