Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2839.Dalam kepercayaan yang berani kita sudah mulai berdoa kepada Bapa kita. Dalam permohonan, agar nama-Nya dikuduskan kita sudah berdoa pula, supaya kita sendiri semakin dikuduskan. Walaupun kita memakai pakaian Pembaptisan, kita tidak berhenti berdosa dan memalingkan diri dari Allah. Sekarang, dalam permohonan baru ini, kita kembali lagi kepada-Nya seperti anak yang hilang itu Bdk. Luk 15:11-32. dan kita mengakui diri di depan-Nya sebagai pendosa, seperti yang dilakukan oleh pemungut cukai Bdk. Luk 18:13.. Permohonan kita mulai dengan "pengakuan", di manti kita sekaligus mengakui kesusahan kita dan kerahiman Allah. Harapan kita tidak tergoyahkan, karena di dalam Putera-Nya "kita memiliki penebusan yaitu pengampunan dosa" (Kol 1:14; Ef 1:7). Di dalam Sakramen-sakramen Gereja-Nya kita mendapat tanda pengampunan-Nya yang berdaya guna Bdk. Mat 26:28; Yoh 20:23. dan tidak diragukan lagi.

2840.Sungguh mengejutkan bahwa kerahiman ini tidak dapat meresap di hati kita sebelum kita mengampuni yang bersalah kepada kita. Sebagaimana tubuh Kristus, demikian pula cinta tidak dapat dibagi-bagi. Kita tidak dapat mencintai Allah yang tidak kita lihat, kalau kita tidak mencintai saudara dan saudari kita yang kita lihat Bdk. 1 Yoh 4:20.. Kalau kita menolak mengampuni saudara dan saudari kita, hati kita menutup diri dan kekerasannya tidak dapat ditembus oleh cinta Allah yang penuh kerahiman. Tetapi dengan mengakui dosa-dosa, hati kita membuka diri lagi untuk rahmat-Nya.

2841.Permohonan ini sungguh penting, karena ia adalah satu-satunya yang dibicarakan dan dijelaskan Tuhan dalam khotbah-Nya di bukit Bdk. Mat 6:14-15; 5:23-24; Mrk 11:25.. Bagi manusia memang tidak mungkin untuk memenuhi tuntutan penting dari misteri perjanjian ini, tetapi "untuk Allah tidak ada yang mustahil". "... seperti Kami pun Mengampuni yang Bersalah kepada Kami"

2842."Seperti" ini bukanlah satu-satunya dalam ajaran Yesus: "Haruslah kamu sempurna, seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna" (Mat 5:48). "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Luk 6:36). "Aku memberikan perintah baru kepada kamu yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu..." (Yoh 13:34). Tidaklah mungkin mengikuti perintah Tuhan, andaikata itu berarti mengikuti contoh ilahi secara lahiriah. Tetapi di sini dimaksudkan satu keikutsertaan yang hidup "yang keluar dari kedalaman hati", pada kekudusan, kerahiman, dan cinta Allah kita. Hanya Roh, yang dari-Nya kita "hidup" (Gal 5:25), dapat membuat Bdk. Flp 2:1.5. sikap Yesus menjadi sikap "kita". Kesatuan pengampunan menjadi mungkin, apabila kita saling mengampuni, "sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Ef 4:32).

2843.Dengan demikian kata-kata Tuhan mengenai pengampunan, artinya cinta yang mencintai sampai kesudahannya Bdk. Yoh 13:1., menjadi hidup. Perumpamaan tentang hamba yang tidak berbelas-kasihan, yang mengakhiri ajaran Tuhan mengenai persekutuan Gereja Bdk. Mat 18:23-35., berakhir dengan perkataan: "Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga kepada kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu". Segala sesuatu bergantung pada segenap "hati". Tidak berada dalam kekuasaan kita untuk tidak merasakan lagi kesalahan dan dengan demikian melupakannya; tetapi hati yang membuka diri bagi Roh Kudus, dapat menjadikan luka ini suatu belas kasihan dan membersihkan pikiran, dengan menjadikan kesalahan itu suatu syafaat.

2844.Doa Kristen malahan mengampuni musuh-musuh Bdk. Mat 5:43-44.. Ia mengubah murid, dengan menjadikannya serupa dengan Guru-Nya. Pengampunan adalah suatu puncak doa Kristen. Karena itu, hanya hati yang sesuai dengan belas kasihan ilahi, dapat menerima anugerah doa di dalam dirinya. Pengampunan membuktikan juga bahwa di dunia kita ini cinta lebih kuat daripada dosa. Para martir pada masa lampau dan dewasa ini memberikan kesaksian ini untuk Yesus. Pengampunan adalah syarat utama untuk perdamaian Bdk. 2 Kor 5:18-21. anak-anak Allah dengan Bapa-Nya dan di antara manusia satu sama lain".

2845.Pengampunan ini yang menurut kodratnya bersifat ilahi tidak mengenal takaran maupun batas Bdk. Mat 18:21-22; Luk 17:3-4.. Kalau yang dibicarakan itu adalah kesalahan (menurut Luk 11:4 "dosa"; menurut Mat 6:12 "utang"), maka kitalah sebenarnya orang yang selalu berutang: "Janganlah kamu berutang apa-apa kepada siapa pun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi" (Rm 13:8). Persekutuan Tritunggal Mahakudus adalah asal dan ukuran kemurnian setiap hubungan Bdk. 1 Yoh 3:19-24.. Di dalam doa, terutama dalam Ekaristi, persekutuan itu dihayati Bdk. Mat 5:23-24.
"Allah tidak menerima kurban orang yang tidak rela berdamai, dan menjauhkan mereka dari altar, supaya berdamai dulu dengan saudaranya, supaya melalui permohonannya yang cinta damai itu mereka juga dapat menemukan perdamaian pada Allah. Kurban yang paling indah di mata Allah adalah apabila perdamaian dan kerukunan ada di antara kita dan apabila umat diikat dalam persatuan dengan Bapa dan Putera dan Roh Kudus" (Siprianus, Dom. orat. 23).

2846.Permohonan ini berakar dalam permohonan yang mendahuluinya, karena dosa kita adalah hasil dari persetujuan kita kepada percobaan. Kita memohon Bapa kita, supaya jangan "masukkan" kita ke dalam percobaan. Tidaklah mudah untuk mengungkapkan dalam satu kata ungkapan Yunani yang kira-kira berarti "janganlah membiarkan kami masuk ke dalam percobaan" Bdk. Mat 26:41. atau "janganlah kami dikalahkan olehnya". "Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun" (Yak 1:13); Ia malahan lebih banyak hendak membebaskan kita darinya. Kita mohon kepada-Nya, supaya jangan membiarkan kita berjalan di jalan yang menuju dosa. Kita berada dalam perjuangan "antara daging dan roh". Demikianlah permohonan Bapa Kami ini memohon roh pembedaan dan kekuatan.

2847.Roh Kudus menyanggupkan kita membeda-bedakan antara percobaan, yang memang perlu sebagai "masa percobaan" penuh harapan (Rm 5:3-5) demi pertumbuhan manusia batin Bdk. Luk 8:13-15; Kis 14:22; 2 Tim 3:12., dan godaan yang membawa dosa dan kematian Bdk. Yak 1:14-15.. Kita juga harus membeda-bedakan antara "digoda" dan "menyetujui godaan". Selanjutnya anugerah pembedaan membuka kedok penipuan godaan: kelihatannya benda itu indah, menarik, dan "sedap" (Kej 3:6), tetapi pada hakikatnya ia menggiring menuju kematian.
"Allah tidak memaksakan kebaikan, tetapi Ia menghendaki makhluk bebas... Juga godaan mempunyai kebaikannya. Di luar Allah tidak seorang pun tahu apa yang sudah diterima jiwa kita dari Allah, kita sendiri pun tidak. Tetapi godaan membuka rahasia, supaya mengajar kita, agar mengenal diri sendiri dan dengan demikian menemukan kesusahan kita; dan supaya mewajibkan kita, untuk berterima kasih bagi semua yang baik, yang telah godaan singkapkan bagi kita" (Origenes, or. 29).

2848.Supaya dapat melawan godaan, dibutuhkan satu keputusan hati. "Karena di mana hartamu, di situ juga hatimu... Tidak ada seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan" (Mat 6:21.24). "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh" (Gal 5:25). Dalam "persetujuan" ini kepada Roh Kudus, Bapa memberi kita kekuatan. "Percobaan yang kamu alami adalah percobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Kor 10:13).

2849.Tetapi kemenangan dalam perjuangan yang demikian itu hanyalah mungkin di dalam doa. Yesus mengalahkan penggoda sejak awal Bdk. Mat 4:1-11. sampai kepada perjuangan terakhir dalam sakratul maut-Nya Bdk. Mat 26:36 -44. melalui doa. Dengan demikian, dalam permohonan ini kepada Bapa kita Kristus mempersatukan kita dengan peduangan-Nya dan sakratul maut-Nya. Kita dinasihati dengan sangat, supaya dalam persekutuan dengan Dia, membuat hati kita waspada Bdk. Mrk 13:9.23.33-37; 14:38; Luk 12:35-40.. Kewaspadaan adalah "penjaga" hati. Yesus memohon untuk kita kepada Bapa-Nya dengan perkataan: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu" (Yoh 17:11). Tanpa henti-hentinya Roh Kudus mengajak kita untuk waspada Bdk. 1 Kor 16:13; Ko14:2; 1 Tes 5:6; 1 Ptr 5:8.. Dalam godaan terakhir perjuangan kita di dunia ini kesungguhan permohonan ini menjadi nyata; ia meminta ketabahan sampai akhir. "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia yang berjaga-jaga" (Why 16:15).

2850.Juga permohonan terakhir kepada Bapa kita disokong oleh doa Yesus: "Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat" (Yoh 17:15). Ini menyangkut setiap kita secara pribadi, tetapi selalu "kitalah" yang berdoa: dalam persekutuan dengan seluruh Gereja dan demi pembebasan seluruh umat manusia. Doa Tuhan selalu membuka seluruh rencana keselamatan kita, agar keterlibatan kita yang tidak terelakkan dalam dosa dan kematian, diubah menjadi solidaritas dalam Tubuh Kristus, dalam "persekutuan para kudus" Bdk. RP 16.

2851.Dalam permohonan ini, kejahatan bukanlah hanya satu pikiran, melainkan menunjukkan satu pribadi, setan, si jahat, malaikat yang berontak terhadap Allah. "Iblis" [diabolos] melawan keputusan ilahi dan karya keselamatan yang dikedakan di dalam Kristus.

2852.Setan "adalah pembunuh manusia sejak semula... ia pendusta dan asal segala dusta" (Yoh 8:44). Dialah "si ular tua yang bernama iblis, yang menyesatkan seluruh dunia" (Why 12:9). Melalui dia dosa dan kematian masuk ke dalam dunia. Oleh kekalahannya secara definitif "segala ciptaan dibersihkan dari kebusukan dosa dan dilepaskan dari belenggu maut" (MR, Doa Syukur Agung IV). "Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa, tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah, tetapi seluruh dunia berada di bawah kuasa sijahat" (1 Yoh 5:18-19).
"Tuhan, yang telah menghapus dosa kalian dan mengampuni kesalahan kalian, mampu melindungi dan membela kalian terhadap tipu muslihat setan, yang berjuang melawan kalian, supaya musuh yang biasanya menimbulkan dosa, tidak mengejutkan kalian. Barang siapa mempercayakan diri kepada Allah, tidak takut akan setan. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rm 8:31)". (Ambrosius, sacr. 5,30).

2853.Pada saat Yesus menerima kematian dengan sukarela guna memberikan kehidupan-Nya kepada kita, kemenangan diperoleh atas "penguasa dunia" (Yoh 14:30) satu kali untuk selama-lamanya. Itulah pengadilan atas dunia ini, dan penguasa dunia ini "dilemparkan ke luar" (Yoh 12:31) Bdk Why 12:11.. Ia "memburu wanita itu" Bdk. Why 12:13-16., tetapi ia tidak berkuasa atasnya; Hawa baru yang "terberkati" oleh Roh Kudus, dibebaskan dari dosa dan dari kebusukan kematian (karena dikandung tanpa noda dosa dan karena sebagai Bunda Allah yang selalu perawan, Maria diangkat ke dalam surga). "Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain" (Why 12:17). Karena itu Roh dan Gereja berdoa: "Datanglah, ya Tuhan Yesus" (Why 22:20) Bdk. Why 22:17., karena kedatangan-Nya akan membebaskan kita dari yang jahat.

2854.Kalau kita memohon, agar dibebaskan dari yang jahat, kita juga memohon untuk dibebaskan dari.segala kemalangan, yang lampau, yang sekarang, dan yang akan datang, yang asalnya dan penggodanya adalah si jahat. Dalam permohonan terakhir ini Gereja membawa seluruh kesusahan dunia ke depan Bapa. Dengan pembebasan dari yang jahat, yang membebani umat manusia, Gereja memohon hal yang bernilai yakni perdamaian dan rahmat supaya dengan tabah menantikan kedatangan Kristus kembali. Kalau Gereja berdoa demikian, ia mengantisipasi dalam kerendahan hati yang beriman persatuan dari semua dan segala-galanya dalam Dia, yang "memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" (Why 1:18), "yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Why 1:8) Bdk. Why 1:4.
"Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami Yesus Kristus" (MR, Embolisme).

2855.Doksologi penutup - "Sebab Engkaulah raja, yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya" - mengangkat kembali ketiga permohonan kepada Bapa: kemuliaan nama-Nya, kedatangan Kerajaan-Nya, dan kekuasaan kehendak keselamatan-Nya. Tetapi pengulangan ini terjadi, seperti di dalam liturgi surgawi Bdk. Why 1:6; 4:11; 5:13., dalam penyembahan dan ucapan terima kasih. Penguasa dunia ini telah mencaplok ketiga gelar kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan Bdk. Luk 4:5-6. atas cara yang curang. Kristus, Tuhan, mengembalikannya kepada Bapa-Nya dan Bapa kita, sampai Dia menyerahkan kembali Kerajaan kepada-Nya, apabila misteri keselamatan diselesaikan secara definitif dan Allah menjadi semua di dalam semua Bdk. 1 Kor 15:24-28.

2856."Pada akhir doa kamu mengatakan Amin. Dengan perkataan Amin, artinya Semoga terjadi, kamu mengesahkan isi doa yang diajarkan Allah" (Sirilus dari Yerusalem, catech., myst. 5:18).

2857.Ketiga permohonan pertama dari Bapa Kami menyangkut kehormatan Bapa: pengudusan nama-Nya, kedatangan Kerajaan-Nya, dan pemenuhan kehendak ilahi-Nya. Keempat permohonan yang lain mengemukakan kepada-Nya persoalan yang menyangkut kehidupan kita: semoga Ia memberi makanan kepada kita, menyembuhkan kita dari dosa, dan mendampingi kita dalam perjuangan kita untuk memenangkan yang baik atas yang jahat.

2858.Kalau kita memohon: "Dimuliakanlah nama-Mu, " kita masuk ke dalam keputusan Allah. Nama-Nya, yang untuk pertama kali diwahyukan kepada Musa dan kemudian melalui Yesus, harus dimuliakan oleh kita dan di dalam kita serta di dalam setiap bangsa dan setiap manusia.

2859.Di dalam permohonan kedua, Gereja terutama mendoakan kedatangan kembali Kristus dan kedatangan Kerajaan Allah secara definitif. Ia juga berdoa untuk pertumbuhan Kerajaan Allah pada kehidupan kita "hari ini".

2860.Dalam permohonan ketiga kita mohon kepada Bapa, semoga Ia mempersatukan kehendak kita dengan kehendak-Nya, supaya terpenuhilah keputusan keselamatan-Nya dalam kehidupan dunia.

2861.Dalam permohonan keempat "berilah kami ", kita mengutarakan dalam persekutuan dengan saudara-saudari kita kepercayaan kita sebagai anak kepada Bapa di surga. "Rezeki " berarti makanan duniawi yang perlu bagi kehidupan kita semua. Ia juga menandakan roti kehidupan, Sabda Allah dan tubuh Kristus. Ia diterima "hari ini" dari Allah sebagai makanan hakiki yang tidak dapat diganti, yakni perjamuan pesta dalam Kerajaan Allah yang diantisipasi dalam Ekaristi.

2862.Permohonan kelima meminta kerahiman Allah untuk kesalahan kita. Ini hanya dapat meresap di hati kita, apabila kita sudah mengampuni musuh-musuh kita menurut contoh Kristus dan dengan bantuan-Nya.

2863.Dengan kalimat "Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan " kita memohon kepada Allah, supaya jangan membiarkan kita masuk ke jalan yang menuju dosa. Permohonan ini meminta roh pembeda dan kekuatan; memohon rahmat, supaya tetap waspada dan tabah sampai akhir.

2864.Dalam permohonan terakhir "Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat" orang Kristen berdoa bersama Gereja kepada Allah, supaya Ia menampilkan kemenangan atas "penguasa dunia", setan, yang sudah diperoleh melalui Kristus. Setan adalah malaikat yang secara pribadi berontak terhadap Allah dan keputusan keselamatan-Nya.

2865.Melalui "Amin" kita mengungkapkan "Fiat" kita menyangkut ketujuh permohonan itu : "jadilah demikian".

<<   >>