KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 296. | Kita percaya bahwa Allah dalam mencipta segala sesuatu tidak membutuhkan sesuatu yang sudah ada lebih dahulu dan tidak membutuhkan bantuan apa pun Bdk. Konsili Vatikan 1: DS 3022.. Ciptaan itu pun tidak mengalir secara paksa dari substansi ilahi Bdk. Konsili Vatikan 1: DS 3023-3024.. Allah mencipta dengan bebas "dari ketidakadaan" (DS 800; 3025).
"Seandainya Allah menciptakan dunia ini dari bahan yang sudah ada sebelumnya, lalu apakah sebenarnya yang luar biasa? Kalau memberikan bahan kepada seorang tukang, ia akan membuat dari bahan itu segala sesuatu yang ia kehendaki. Akan tetapi kekuasaan Allah menyatakan diri, karena Ia bertolak dari ketidakadaan untuk membuat segala sesuatu yang Ia kehendaki" (Teofilus dari Antiokia, Autol. 2,4).
| | 297. | Iman mengenai penciptaan "dari ketidakadaan" dinyatakan dalam Kitab Suci sebagai satu kebenaran yang penuh dengan janji dan harapan. Demikianlah seorang ibu dalam buku kedua Makabe menguatkan ketujuh anaknya untuk menerima penderitaan demi iman dengan kata-kata:
"Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandunganku. Bukan akulah yang memberi kepadamu napas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing. Melainkan pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Tuhan akan memberikan kembali roh hidup kepadamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya... Aku mendesak, ya anakku, lihatlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatu yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianlah bangsa manusia dijadikan juga" (2 Mak 7:22-23.28).
| | 298. | Karena Allah dapat mencipta dari ketidakadaan, dapatlah Ia oleh Roh Kudus memberikan kepada para pendosa kehidupan jiwa, dengan menciptakan hati yang murni di dalam mereka Bdk. Mzm 51:12., dan memberikan kehidupan badan kepada yang meninggal, dengan membangkitkan badan itu, karena Ia adalah "Allah yang menghidupkan orang mati dan menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada" (Rm 4:17). Dan karena Ia mampu memancarkan cahaya dari kegelapan melalui Sabda-Nya Bdk. Kej 1:3., Ia juga dapat menganugerahkan cahaya iman kepada mereka yang tidak mengenal-Nya Bdk. 2 Kor 4:6.
| << >>
|