KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 300. | Allah jauh melampaui segala karya-Nya Bdk. Sir 43:28.. "Ya Tuhan, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi" (Mzm 8:2); "kebesaran-Nya tidak terduga" (Mzm 145:3). Tetapi karena Ia adalah Pencipta yang bebas dan mulia, sebab pertama dari segala sesuatu, yang ada, Ia pun hadir dalam hakikat makhluk ciptaan-Nya: "Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada" (Kis 17:28). Menurut santo Agustinus, Allah itu "lebih tinggi daripada diriku yang tertinggi dan lebih akrab daripada diriku yang terakrab" (conf. 3,6,11).
| | 301. | Sesudah mencipta, Allah tidak menyerahkan ciptaan-Nya begitu saja kepada nasibnya. Ia tidak hanya memberi kepadanya adanya dan eksistensi, tetapi Ia juga memeliharanya setiap saat dalam adanya itu, memberi kepadanya kemungkinan untuk bergiat dan mengantarnya menuju tujuannya. Mengakui ketergantungan yang sepenuhnya itu kepada Pencipta, menghasilkan kebijaksanaan dan kebebasan, kegembiraan dan kepercayaan.
"Engkau mengasihi segala yang ada dan Engkau tidak benci kepada barang apa pun yang telah Kau buat. Sebab andaikata Kau benci sesuatu, niscaya tidak Kau ciptakan. Bagaimana sesuatu dapat bertahan, jika tidak Kau kehendaki, atau bagaimana dapat tetap terpelihara, kalau tidak Kau panggil? Engkau menyayangi segala-galanya sebab itu adalah milik-Mu" (Keb 11:24-26).
| | 302. | Ciptaan mempunyai kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Namun ia tidak keluar dari tangan Pencipta dalam keadaan benar-benar selesai. Ia diciptakan demikian bahwa ia masih "di tengah jalan" [in statu viae] menuju kesempurnaan terakhir yang baru akan tercapai, yang dipikirkan Allah baginya. Takdir, dengannya Allah menghantar ciptaan-Nya menuju penyelesaian itu, kita namakan "penyelenggaraan ilahi".
"Allah melindungi dan mengatur melalui penyelenggaraan-Nya, segala sesuatu yang Ia ciptakan, 'dengan kuat ia meluas dari ujung yang satu ke ujung yang lain dan halus memerintah segala sesuatu' (Keb 8:1). 'Sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata-Nya' (Ibr 4:13), juga apa yang akan terjadi melalui tindakan bebas dari makhluk ciptaan" (Konsili Vatikan 1: DS 3003).
| | 303. | Kesaksian Kitab Suci mengakui dengan suara bulat: Pemeliharaan penyelenggaraan adalah konkret dan langsung; ia peduli akan segala sesuatu dari kejadian yang paling kecil sampai kepada kejadian-kejadian besar yang membentuk sejarah dunia. Buku-buku suci dengan tegas menekankan kedaulatan Allah yang absolut dalam peredaran kejadian: "Allah kita di surga, Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya" (Mzm 115:3). Dan Kristuslah "yang membuka, dan tidak ada yang dapat menutup, yang menutup dan tidak ada yang dapat membuka" (Why 3:7). "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi hanya keputusan Tuhanlah yang terlaksana" (Ams 19:21).
| | 304. | Demikianlah Roh Kudus, Pengarang utama Kitab Suci, sering kali mempertalikan perbuatan-perbuatan tertentu dengan Allah, tanpa menyebutkan sebab kedua. Itu bukanlah suatu cara ungkapan primitif, melainkan suatu cara yang mendalam, untuk mengarahkan perhatian kepada prioritas Allah dan kekuasaan-Nya yang absolut atas sejarah dan dunia Bdk. Yes 10:5-15; 45:5-7; Ul 32:39; Sir 11:14. dan dengan demikian mendidik supaya berharap kepada-Nya. Doa mazmur adalah sekolah besar mengenai kepercayaan ini Bdk. misalnya Mzm 22; 32; 35; 103; 138.
| << >>
|