KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 314. | Kita percaya dengan teguh bahwa Allah adalah Tuhan dunia dan sejarah. Namun jalan-jalan penyelenggaraan-Nya sering kali tidak kita ketahui. Baru pada saat akhir, apabila pengetahuan kita yang sepotong-sepotong sudah berakhir dan kita akan memandang Allah "dari muka ke muka" (1 Kor 13:12) kita akan mengerti sepenuhnya jalan-jalan yang ditempuh Allah, malahan melalui drama kejahatan dan dosa, guna menghantar ciptaan-Nya menuju perhentian Sabat Bdk. Kej 2:2. yang definitif, untuknya Ia telah menciptakan langit dan bumi.
| | 315. | Dengan penciptaan dunia dan manusia, Allah memberi bukti yang pertama dan menyeluruh dari cinta-Nya dan kebijaksanaan-Nya yang maha kuasa, demikian juga pengumuman pertama "keputusan berbelas-kasihan-Nya", yang terlaksana dalam penciptaan baru melalui Kristus.
| | 316. | Karya penciptaan secara khusus dihubungkan dengan Bapa, tetapi adalah juga satu kebenaran iman bahwa Bapa, Putera, dan Roh Kudus merupakan prinsip pencipta yang satu dan tidak terbagi-bagi.
| | 317. | Allah sendiri menciptakan alam semesta secara bebas, langsung dan tanpa bantuan apa pun.
| | 318. | Tidak ada makhluk yang mempunyai kekuasaan tak terbatas yang perlu untuk "mencipta" dalam arti kata yang sebenarnya, artinya menghasilkan sesuatu yang sama sekali belum ada, dan memberi kepadanya keberadaan, memanggilnya "dari ketidak-adaan" [ex nihilo] ke dalam keberadaan Bdk. DS 3624.
| | 319. | Allah menciptakan bumi supaya menunjukkan dan menyampaikan kemuliaan-Nya. Supaya makhluk-Nya mengambil bagian dalam kebenaran-Nya, kebaikan-Nya, dan keindahan-Nya - itulah kemuliaan untuknya Allah menciptakannya.
| << >>
|